Rajab Telah Tiba, Saatnya Menguatkan Keimanan Kita
Oleh: Alfina Burhan
Siapa yang tidak mengenal Abu Bakar. Salah satu sahabat nabi yang paling setia dalam menemani Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam hingga beliau pun diberi gelar Ash Shidiq. Kemana pun Rasulullah pergi, ia adalah sahabat yang paling siap untuk mendampinginya, tak peduli bagaimana keadaannya. Salah satu contohnya adalah ketika nabi hijrah ke Madinah, ia adalah satu-satunya sahabat yang menjadi teman perjalanannya.
Loyalitasnya pada ajaran yang dibawa oleh nabi tidak diragukan kembali, bahkan ketika Islam membutuhkan bantuan, ia langsung membagikan semua hartanya untuk disumbangkan. Beliau tidak berpikir bagaimana nasibnya setelah semua itu. Keimanan yang kuat dalam dirinya telah mengalahkan segalanya. Ia rela kehilangan semua hartanya demi kemajuan dan perkembangan Islam.
Abu Bakar juga sahabat nabi yang paling kuat keimanannya. Apa saja yang disampaikan oleh nabi, ia langsung iman dan percaya tanpa harus bertanya dan protes kepadanya.
Salah satunya adalah ketika kabar Isra Mi’raj menyebar semenanjung Arab. Ketika kaum kafir Quraisy sibuk berpropaganda dan menghasut kaum Muslimin termasuk menghasut Abu Bakar, apa jawaban Abu Bakar? Abu Bakar mengatakan:
أَنَا صَدَقْتُهُ فِي خَبَرِ السَّمَاءِ فَكَيْفَ أُكَذِّبُهُ فِي ذَلِكَ، مَادَامَ قَالَ فَقَدْ صَدَقَ
Artinya, “Sungguh saya telah membenarkannya perihal khabar langit (Mi’raj), maka bagaimana mungkin saya mengingkarinya dalam peristiwa itu (Isra). Selama (Rasulullah) berkata, maka sungguh dia benar.”
Demikian jawaban singkat Abu Bakar ketika mendengar kabar tentang Isra Mi’raj Nabi Muhammad. Jawaban ini dijadikan gambaran oleh para ulama tafsir, bahwa iman yang benar adalah iman yang tidak mempertanyakan apa yang dilakukan oleh pembawa risalah, semua percaya dan iman padanya, sekalipun tidak masuk akal. (Syekh Mutawalli, Tafsir wa Khawathirul Umam lis Sya’rawi, [Darul Imam, 1997), juz I, halaman 2707).
Sami'na wa atho'na, kami mendengar maka kami taat. Demikian teladan yang diberikan oleh sahabat Abu Bakar hingga dia diberi gelar Ash Shidiq. Begitulah keimanan yang harusnya ada di dalam dada kaum muslimin. Apapun yang dibawa oleh Rasulullah harus diimani dan dilaksanakan. Tidak pilih-pilih yang disuka saja.
Karena Islam datang satu paket. Islam adalah agama sekaligus aturan kehidupan. Sehingga semua yang ada dalam Islam harus diambil dan kita sami'na wa atho'na. Itulah yang harus umat Islam pahami ketika memaknai peristiwa Rajab. Bukan sekedar peringatan-peringatan semata, tapi semakin mengokohkan keimanan kita. Mengambil semua yang ada dalam Islam, hingga Islam sebagai rahmatan lil alamin bisa terterapkan secara kaffah. Wallahu'alam. []


Posting Komentar untuk "Rajab Telah Tiba, Saatnya Menguatkan Keimanan Kita"