Pergaulan Bebas Marak, Ulah Sistem yang Rusak
Oleh: Minah, S.Pd.I
(Praktisi Remaja dan Penulis)
Miris! Pergaulan remaja saat ini semakin marak dan memprihatinkan. Pergaulan bebas yang merajalela menjadikan remaja yang rusak dan jauh dari agamanya. Tak bisa dipungkiri, pergaulan bebas yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan yang menimpa umat ini.
Baru-baru ini, Warga Perumahan Samarinda Hills dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan pada Kamis (22/2/2024) lalu. Bayi malang tersebut ditemukan oleh seorang warga saat sedang mencari daun singkong di ujung Blok E7 pada Pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan bayi itu masih hidup namun dipenuhi rumput dan dikerumuni semut.
Perempuan yang tidak lain merupakan ibu dari bayi tersebut disangkakan Pasal 76B dan 77B Undang-Undang Perlindungan Anak sebab menelantarkan anaknya yang baru saja dilahirkannya.
"Ibu bayi ini sudah kami amankan. Untuk siapa ayah dari bayi ini masih dalam penyelidikan," beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Bitab Riyani saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon selular Minggu (25/2/2024). (Kaltim.tribunnews.com/25/02/2024)
Sungguh memprihatinkan. Pergaulan bebas dari hari ke hari makin tambah parah. Mereka bergaul tanpa aturan Islam, sehingga berujung pada maksiat. Bergaul dengan salah, kebablasan dan akhirnya hamil di luar nikah. Astaghfirullah.
Sadar atau tidak, pergaulan bebas memang sepertinya telah menjadi budaya remaja. Secara alamiah, remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis dan sosial. Apalagi usia remaja sudah mempunyai rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Ketika anak remaja mengenal yang namanya ‘cinta’, dan tidak dibarengi dengan ilmu dan iman, dia akan terjebak dengan cintanya kemudian berpacaran. Dan jika ini dibiarkan maka akan terjebak dalam pergaulan bebas. Melakukan kemaksiatan dan berbagai macam perbuatan dosa.
Di era kebebasan yang kebablasan ini benar-benar membuat hati menangis. Miris bahkan memprihatinkan. Sejatinya, anak maupun remaja adalah aset Bangsa. Bagaimana bangsa ini bisa baik jika remajanya rusak? siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan jika generasinya rusak?
Remaja adalah generasi harapan masa depan. Bukan sekadar tonggak estafet, lebih dari itu di pundaknya ada harapan sebagai peubah peradaban. Karenanya, para remaja harus memahami identitas dirinya. Berpegang teguh pada prinsip yang kuat. Prinsip yang lahir dari sebuah keyakinan dalam memandang kehidupan. Dari mana, untuk apa dan mau ke mana kehidupan ini? Harusnya terjawab tuntas sebagai bekal untuk menaklukkan peradaban kelam.
Sayangnya, kebanyakan remaja zaman sekarang justru mengalami krisis identitas. Tidak memahami jati dirinya. Jauh dari agama dan lebih memilih gaya hidup bebas, semaunya. Temuan kasus pergaulan bebas antarpelajar hingga melakukan perzinaan tidak terhitung lagi jumlahnya. Hampir setiap hari memenuhi lini media masa. Fakta-fakta pergaulan bebas, tawuran, narkoba di kalangan remaja yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan hari-hari yang menimpa umat. Ini sungguh sangat memprihatinkan.
Inilah buah nyata dari ulah sistem rusak yakni sistem sekuler, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan Islam hanya sebatas ritual, disepelekan, dan dihinakan. Sementara di waktu yang sama, sistem kapitalisme dipasang disetiap lini kehidupan. Kebanyakan remaja islam justru mengikuti gaya hidup bebas ala Barat.
Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Tanpa memperhatikan halal dan haramnya. Terpenting trendi dan dapat melambungkan eksistensi diri. Inilah yang dicari! Alhasil, kehidupan yang serba bebas tiada membawa maslahat.
Sebaliknya, mudharat atau kerusakan silih berganti menerkam remaja Islam. Hidup tanpa aturan Sang Pencipta, semrawut bagai kehidupan rimba yang menghantarkan pada binasa. Karena demikianlah hakikat kebebasan, ia adalah biang dari kebinasaan.
*Islam Solusi Tuntas*
Islam merupakan agama yang sempurna dan paripurna, Islam memberikan aturan yang sangat komplit agar seseorang tidak melakukan perbuatan zina. Allah Subhanahu Wa Ta'aala Zat Yang Maha Adil atas hamba-Nya, telah memberikan aturan solutif dan tidak sempit sekadar memandang sisi perempuan atau lelaki saja. Islam turun untuk menjadi problem solving atas semua permasalahan manusia.
Firman Allah: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32)
Jika pergaulannya tidak sehat, bisa jadi melakukan maksiat. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana bergaul sehat, dan tidak melakukan maksiat. Setiap orang pasti memiliki rasa cinta karena itu adalah fitrah dan anugerah terindah yang Allah berikan terhadap manusia, karena manusia memiliki gharizah (naluri). Yakni naluri nau’ (melestarikan jenis). Pemenuhannya bisa di jalan yang benar bisa pula di jalan yang salah. Akan tetapi, manusia mempunyai akal yang telah dipahamkan Islam, akan menggiring kita memenuhinya di jalan yang benar atau yang salah.
Cinta itu fitrah, karena semua makhluk diberikan naluri oleh Allah, tidak hanya manusia. Maka pemenuhannya harus sesuai dengan syariat-Nya yakni Al-Qur'an dan Hadis.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”(TQS. ar-Rum [30]:21).
Maka dari itu, wajarlah jika ada cinta karena itu dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja harus disalurkan dengan benar. Yakni dengan menikah, atau jika belum siap maka berpuasalah. Menjaga pergaulannya, menutup aurat, menjaga pandangan, jangan berdua-duaan, jangan campur baur (ikhtilat) dan terus mengkaji Islam. Dengan begitu, kita akan mampu menjaga diri dan selalu terikat dengan aturan Allah Subhanahu Wa Ta'aala.
Jadi, jangan lagi terjebak dengan yang namanya cinta ala remaja sekarang, agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Karena, kita menginginkan pergaulan sehat dan yang terpenting adalah cinta hanya disandarkan kepada Sang Pemilik cinta yakni Allah Subhanahu Wa Ta'aala. Mencintai Allah agar semakin dekat hanya kepada-Nya dan senantiasa tunduk dan taat kepada aturan-Nya.
Dan kita juga harus menyadari bahwa sistem kapitalisme saat ini tidak layak dipertahankan karena membawa banyak kerusakan. Tidak hanya menjauhkan agama dari benak-benak kaum muslimin, tetapi juga mencekoki mereka dengan racun pemikiran bebas ala Barat. Sehingga Islam sekadar dipakai di kehidupan pribadi individu semata. Urusan publik menggunakan akal dan hawa nafsu manusia, tidak bersandar pada hukum syariat.
Oleh karena itu, mengganti sistem sekularisme dengan sistem Islam yang agung dan paripurna merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Karena hanya dengan sistem Islam, kehidupan dinaungi rahmat, berkah, dan kemuliaan. Wallahua'lam.


Posting Komentar untuk "Pergaulan Bebas Marak, Ulah Sistem yang Rusak"