Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muhammad SAW is Our Idol


 



Oleh : Nina Iryani 


Disaat gema lady Gaga meronta-ronta dimana-mana penuh kerumunan penggemar, disaat Bruno Mars manggung dianggap luar biasa oleh para penggemar khusus Indonesia umumnya dunia. Disaat Black Pink, BTS dan sederet penguasa panggung Korea yang merasuki para kaum penikmat hiburan tanah air merebak hingga tiap kehadiran konsernya dengan harga jutaan pun antri pula ludes terjual habis tiketnya. Padahal cuma nonton doang. Kok bisa serela itu?


Dibutakan oleh trend, gaul kebablasan, viral hal-hal ga penting, flexing ngabisin duit ga jelas. Masya Allah ada apa dengan negeri ini?


Apakah dengan nonton bahkan mengidolakan mereka yang terkenal padahal beda agama bahkan tidak layak dijadikan panutan bisa membuat segala permasalahan seabrek kita selesai?


Hiburan tidak membuat masalah selesai. Inspirasi kehidupan juga tidak melulu senang-senang nonton. Ide kreatif juga gak harus terkenal apalagi mengumbar maksiat ngikutin gaya hidup yang kita gak mungkin mengejarnya. 


Sukses itu gak perlu maksiat, bahagia itu gak mesti hura-hura ngelayap ga jelas. Apalagi ujung-ujungnya melawan Allah. 


Perempuan dan laki-laki mulia adalah mereka yang punya harga diri tinggi karena akhlak mulia, kecerdasan dunia untuk menggapai akhirat, pejuang kebenaran dan edukasi untuk jenjang kehidupan yang lebih baik dunia dan akhiratnya.


Padahal kita menghadapi lingkungan yang tidak baik-baik saja. Pribadi yang mementingkan urusan pribadi alias egois. Masyarakat yang terpecah kurang empati terhadap sesama ditambah peran negara yang abai bahkan menyengsarakan rakyat. 


Belum lagi generasi strawberry yang mudah tumbang. Orang tua yang super sibuk dengan dunia nya sendiri bahkan guru yang hanya mengejar formalitas mengajar ditambah teman-teman yang menjadikan tontonan kurang bermanfaat sebagai tuntunan. Belum lagi kurang seriusnya negara terhadap hak dan kewajiban mengayomi masyarakat.


Allah SWT berfirman:


"Sampaikan lah oleh kamu (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepada kamu) dan berpalinglah kamu dari kaum musyrik."

(TQS. Al-Hijr ayat 94).


Allah SWT berfirman:


"Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), juga jangan mengkhianati amanat-amanat yang telah dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui."

(TQS. Al-Anfal ayat 27).


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

(TQS. Al-Ahzab ayat 21).


Demikian Masya Allah Rasulullah itu cerdas luar biasa. Kepala negara, panglima perang, seorang guru, seorang pedagang, seorang pelajar mahir, berkasih sayang pada semua orang. Manusia luar biasa panutan segala generasi. Segalanya teratur rapi padahal beliau sangat sibuk. Tapi mampu membuat 2/3 belahan bumi ini sejahtera meski beragam agama ada di dalamnya. Mampu mengatur dan menyetabilkan keuangan, menyelesaikan segala masalah bahkan sejahtera hingga 13 abad lamanya. 


Lalu mengapa masih mengidolakan mereka yang naik daun sesaat itu pun ajaran maksiat melulu yang mereka ajarkan?


Oleh karenanya jika ingin jadi yang terbaik jadilah yang bermanfaat bukan yang paling terkenal maksiat. Jika ingin jadi yang terkeren, jadilah manusia beriman dan tanggung dalam kebaikan bukan mempermalukan diri dengan tingkah dan lisan yang merugikan hingga jadi penyesalan di kemudian hari. 


Raih mulia bersama Islam kaffah, meneladani Rasulullah SAW, jadikan Beliau idola dalam kehidupan ini, sejahtera melanjutkan kehidupan Islam. 

Bukan bergaya kapitalis sekuler terkenal dalam maksiat yang merugikan.


Wallahu'alam bissawab. []

Posting Komentar untuk "Muhammad SAW is Our Idol"