Pergantian Tahun untuk Muhasabah diri
Oleh: Mochamad Efendi
Sungguh merugi, tahun baru dirayakan dengan hura-hura: nyalakan kembang api, pesta atau jalan-jalan. Dan Celakalah bagi mereka yang tergelincir melakukan dosa. Celaka muda-mudi berdua tanpa ikatan pernikahan terjerumus dalam perbuatan zina. Pesta miras yang merusak akal dilakukan mereka dalam perayaan tahun baru. Tidakkah mereka berfikir apa yang dilakukan bisa merusak hidup mereka sendiri.
Harusnya tahun baru digunakan untuk muhasabah diri, memikirkan apa yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya. Kebiasaan buruk tahun lalu harus bisa ditinggalkan sementara yang baik harus dipertahankan dan ditingkatkan menjadi lebih baik dan itulah orang-orang yang beruntung.
Jika tahun lalu sholatnya masih sering sendiri dan di akhir waktu, lalai karen kesibukan dunia, sekarang harus diusakan sholat berjamaah di awal waktu. Jika dulu enggan untuk bersedekah untuk membantu orang lain, mulai sekarang harus lebih bersemangat untuk berbuat kebaikan, karena kebaikan yang kita lakukan pada hakekatnya untuk diri sendiri. Buah dari kebaikan bisa kita petik tidak hanya di dunia tapi juga sebagai bekal nanti di akhirat.
Tapi bukan berarti kita berubah menjadi lebih baik menunggu tahun baru. bersegeralah untuk menjadi lebih baik setiap pergantian waktu dan bersegeralah bertaubat sebelum terlambat. Berubah menjadi lebih baik tidak perlu menunggu kalau sudah tua. Mumpung masih muda jangan sia-siakan waktu agar tidak merugi dan menyesal dikemudian hari.
Terus mengaji untuk menambah tsaqofah keislaman kita agar selalu ditunjuki ke jalan lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat. Bergabung dalam barisan dakwah agar bisa saling mengingatkan dan memberi semangat untuk terus bisa menjadi lebih baik. Remaja dalam barisan dakwah diharapkan menjadi agen perubahan yang bergerak ditengah-tengah umat untuk melakukan perubahan hakiki dengan Islam. []
.jpg)

Posting Komentar untuk "Pergantian Tahun untuk Muhasabah diri"