Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Hati Pandai Bersyukur


 

Oleh: Mochamad Efendi 


Bukan banyaknya harta atau tingginya jabatan sumber kebahagiaan tapi pandainya hati untuk bersyukur. Sungguh rugi jika hati kita sulit untuk bersyukur karena suka membanding-bandingkan apa yang kita dapat dengan rezeki orang lain, sehingga selalu merasa kurang saat melihat orang mendapat nikmat lebih. Kemudian, muncul rasa iri dan dengki, yang membuat hati terasa sakit.


Setiap orang mendapat Rezeki sesuai dengan takarannya masing-masing. Tidak usah takut atau khawatir karena Rezeki dijamin oleh Allah SWT selama kita masih hidup di dunia. Dalam al-Qur'an surat Hud  ayat 6,  Allah berfirman, "Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya"

Alhamdulilah punya kendaraan yang bisa mengantar kita ke tempat tujuan dengan cepat dan tidak usah bandingkan dengan orang lain yang mampu membeli mobil pajaero yang harganya ratusan juta. Bersyukur punya rumah untuk berteduh dari panas dan hujan dan tidak perlu bandingkan dengan orang lain yang tinggal di rumah mewah.


Jika rezeki kita cukup untuk makan dan minum di rumah,  jangan memaksakan diri untuk  makan di restauran mahal seperti yang dilakukan orang lain. Tidak usah membeli baju atau tas mahal demi gengsi jika  kemampuan kita hanya bisa membeli pakaian sederhana tapi layak  untuk  menutup aurat saat keluar rumah. 

Sulitnya kita untuk bersyukur karena hati kita selalu membandingkan apa yang kita dapat dengan rezeki yang didapat oleh orang lain.  Sering kita lupa nikmat yang kita dapat karena sibuk membandingkan dengan nikmat orang lain.  Padahal begitu banyak nikmat yang kita dapat tapi sering kita lupa untuk bersyukur. Jangan sampai kita terlambat untuk mensyukurinya saat satu nikmat dicabut dari hidup kita.


Kita baru menyadari nikmat sehat saat kita sakit. Sekalipun demikian kita harus tetap bersyukur karena dengan sakit kita diberi kesempatan untuk mengingat dan mendekat kepada Allah SWT yang sudah menjamin rezeki kita. Kitapun lebih punya banyak waktu untuk muhasabah diri agar bisa menjadi orang yang lebih baik dan punya kesempatan untuk bertaubat sebelum waktu memanggil untuk kembali kepadaNya. Mulai sekarang jangan sibukkan diri kita, membandingkan apa yang kita dapat dengan nikmat orang lain agar kita bisa bersyukur. []

Posting Komentar untuk "Agar Hati Pandai Bersyukur"