Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengatasi Siswa Kurang Ajar

 


Oleh: Mochamad Efendi


Miris, siswa menganiaya guru setelah ditegur karena bolos sekolah. Siswa Zaman  sekarang bersikap kurang ajar dengan melontarkan kata-kata kasar dan berani memukul gurunya. Siswa memilih gaya premanisme, sehingga susah diatur dan diarahkan.  Mereka lebih memilih kekerasan, untuk mengungkapkan penolakan atau keberatan daripada menggunakan kata-kata sopan dan beradab. Generasi yang tidak punya adab awal dari kehancuran suatu negeri. 


Pepatah Arab menyatakan,  "Al adabu fauqol 'ilmi"  yang artinya adab lebih tinggi dari ilmu. Akhlak, etika, dan sikap yang baik jauh lebih penting karena menjadi fondasi dan arah penggunaan ilmu, di mana ilmu tanpa adab bisa disalahgunakan, menciptakan kesombongan, atau menyebabkan kerusakan, sedangkan adab menjadikan ilmu bermanfaat dan bermakna. Lalu bagaimana mengatasi anak zaman sekarang yang tidak punya adab.


Menjauhkan anak dari pengaruh buruk gadjet yang menjadikan anak lebih memilih kekerasan dan tidak punya adab. Game online atau konten kekerasan yang ditemui di sosmed perlahan membawa pengaruh buruk pada perilaku anak. Anak jadi malas belajar karena kecanduan game online. Mereka maunya santai dan malas berfikir. Mereka gampang marah dan lebih memilih kekerasan saat mengungkapkan ketidaksukaannya. Mereka kurang menghormati kapada orang yang lebih tua termasuk juga orang tua dan gurunya. Tugas kita bersama untuk menjauhkan anak dari pengaruh gadjet. 


Orang tua harus memahami petingnya pendidikan karakter agar mereka tidak bersikap kurang ajar. Anak tidak boleh dimanja dan selalu dibela meskipun melakukan kesalahan. Hukuman juga diperlukan untuk mendisiplinkan anak dan memberikan efek jera agar anak tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun hukuman diberikan atas dasar cinta bukan karena mengikuti emosi yang bisa menumbuhkan kebencian dan dendam pada hati mereka. 


Maraknya kriminalisasi terhadap guru akhir-akhir ini juga bisa membuat guru enggan untuk bersikap tegas dengan memberikan hukuman pada siswa meskipun mereka berbuat salah. Sebaliknya siswa semakin berani bersikap kurang ajar, karena marasa dilindungi oleh hukum dan orang tua. Mereka semakin jumawa terhadap guru dan sulit untuk diarahkan. Terlebih, pendidikan dianggap kurang penting dalam sistem kapitalis yang hanya menilai dari standart nilai materi. Mereka yang kaya lebih dihormati dan dihargai, bukan mereka yang punya adab tinggi.


Pemahaman kapitalistik telah banyak mempengaruhi pola pikir anak yang menganggap adab bukan hal yang perlu dijunjung tinggi. Kehidupan yang menjunjung tinggi kebebasan dan nilai materi.menjadi anak lebih sulit diatur. Mereka juga menyaksikan banyak pejabat yang tidak beradab. Hukum bisa dimainkan dan dibeli, sehingga aturan tidak lagi dibutuhkan selama kita punya uang dan kekuasaan. Pendidikan karakter tidak dianggap penting. 


Sungguh berbeda kehidupan Islami dalam sistem Islam yang sangat memuliakan guru. Guru kesejahteraan dijamin negara sehingga memberikan perhatian dan kemampuan terbaiknya untuk menciptakan generasi unggul, dengan kemampuan akademik dan adab yang baik.  Saatnya kita campakkan sistem kapitalisme yang rusak dengan khilafah untuk mewujudkan generasi emas yang memiliki kepribadian Islam. []

Posting Komentar untuk "Mengatasi Siswa Kurang Ajar"