Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bijaklah dalam BerMedsos!


Oleh: Mochamad Efendi


Sering kita saksikan konten prank yang memainkan perasaan orang dan menjadinya  bahan candaan yang menghiasi jagat sosial media mendapatkan banyak followers dan viral. Banyak  yang terinspirasi untuk meviralkan kesalahan seseorang padahal belum terbukti. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan  Akibat postingnya bisa menghancurkan hidup seseorang. Tapi, mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan bisa melukai orang lain balasannya bisa lebih menyakitkan kembali pada diri mereka sendiri. Apalagi jika postingannya viral dan telah menginspirasi banyak orang melakukan kesalahan. Dosa jariyah terus mengalir dan menjadi penghalang kita untuk meraih surgaNya. 


Seorang perempuan yang sok tahu memposting es gabus yang dia beli dari seorang kakek. Dalam postingannya, dia menyatakan bahwa es gabus yang dibelinya dari kakek penjual es gabus keliling terbuat dari gabus  dan bahaya untuk dimakan. Mudahnya dia memposting dugaan yang belum terbukti kebenarannya. Dia juga melapor ke ketua RT dan laporan dilanjutkan ke aparat penegak hukum. Atas laporan dan postingannya di sosial media, aparat merespon dengan cepat dan menindak tegas kakek penjual es gabus. Dan aksi tidak patut aparat pada kakek penjual es gabus sempat terekam kamera dan viral yang berakibat si kakek tidak bisa lagi jualan karena tidak ada yang beli karena takut beracun dan tidak layak untuk dikonsumsi. 


 Contoh lain seorang kakek penjual dawet yang suka membantu anak anak untuk menyebrang jalan dituduh telah melakukan pelecehan seksual. Aksi seorang ibu yang memarahi seorang penjual es dawet yang diduga melakukan pelecehan seksual pada anak saat membantu menyebrangkan jalan.  Ibu itu juga mengancam akan. melaporkan ke polisi. Dan kebetulan aksi marah-marahnya direkam dan diupload di sosial media. Kasus kakek yang melakukan pelecehan pada anak sempat menggerkan jagat media dan viral. Namun, banyak orang yang mengenal kakek itu tidak percaya karena dia terkenal baik dan suka menolong menyebrangkan anak-anak. Ternyata tuduhan. itu tidak berdasarkan bukti yang kuat tapi hanya praduga dari informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.  Dan akhirnya ibu dan anaknya minta maaf karena sudah menuduh tanpa bukti dan meviralkanya. 


Begitu cepatnya berita menyebar di sosmed, apa lagi sesuatu yang menarik perhatian publik.  Mudahnya aib dan keselahan seseorang diupload ke publik tanpa mempertimbangkan akibatnya. Apalagi jika apa yang disampaikan itu belum pasti kebenarannya. Fitnah sungguh kejam dari pada pembunuhan. Fitnah yang ditebar di sosial media bisa menghancurkan hidup seseorang. Tidakkah mereka berfikir bagaimana jika itu akan terjadi pada diri mereka atau keluarga mereka sendiri. 


Janganlah mudah mengupload informasi yang tidak jelas kebenarannya apalagi itu menyangkut aib atau kesalahan seseorang. Bijaklah bersosial media dengan membagi satu kebaikan yang bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan. Hidup akan terasa indah dan berkah jika semua orang terdorong untuk saling menasehati untuk berbuat kebaikan, bukan saling menghujat dan menyalahkan. Sosial media ibarat pisau tajam, dia akan sangat  bermanfaat jika untuk memasak, bukan untuk melukai orang lain. []

 

Posting Komentar untuk "Bijaklah dalam BerMedsos!"