Iman Kuat Terbentuk dari Proses Berfikir
Oleh: Mochamad Efendi
Iman yang kuat, kokoh dan tidak mudah goyah terbentuk melalui proses berfikir tentang ciptaanNya; hidup, manusia dan alam semesta. Banyak ayat dalam Al-Qur'an yang memerintahkan kita untuk memikirkan ayat-ayatNya yang terhampar disekitar kita. Dengan berfikir, kita akan semakin yakin dan meningkatkan rasa takut kepada Allah SWT yang dilandasi pemahaman yang lurus dan hati yang bersih, dan merekalah yang kayak mendapatkan ampunan dan balasan. mulia dari Tuhan, Yang Maha Kuasa.
Kita diajak untuk berfikir bagaimana bumi dihamparkan sehingga mudah untuk dijelajahi ke segala penjuru agar bisa mencari makanan. Bagaimana bumi yang tandus bisa subur lagi setelah air hujan turun dari awan-awan di langit kemudian tumbuh biji-bijian, berbagai macam tanaman, buah dan sayur sebagai rezeki kita dari Yang Maha Pemberi Rezeki. Silih bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda kebesaranNya bagi mereka yang berfikir. Dengan memahami fenomena alam yang terjadi disekitar kita, keimanan kita akan bertambah, sehingga kita layak mendapatkan ampunan dan balasan mulia dari Allah SWT.
Kita gunakan potensi diri, panca indra dan akal yang kita miliki, untuk menemukan kebenaran hakiki. Jangan sampai kita menyesal karena tidak mau mendengar. dan memikirkan peringatan dari Yang Maha Kuasa seperti penyesalan penghuni neraka yang sia-sia, karena saat peringatan datang dalam hidupnya dia mengabaikannya. Alhamdulilah diberi kita suci yang tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
Banyak dari mereka menjadi Mualaf dan memeluk Islam setelah membaca Al-Qur'an. Mereka memahami dan memikirkan apa yang terkandung didalamnya sebagai kebenaran yang tidak bisa ditolak oleh akal sehat mereka. Membaca dan memahaminya membuat keyaknan seseorang bertambah dan itulah iman yang dibangun melalui proses berfikir, bukan doktrin. Banyak Mualaf lebih kuat imannya dari mereka yang berislam dari sejak mereka lahir. Islam bukanlah ajaran yang diturukan dari kedua orang tua kita tapi harus dipahami sebagai kebenaran yang diperoleh dari proses berfikir.
Sebagai orang tua, biasakan anak-anak kita untuk berfikir kritis. Kita ajak mereka untuk berfikir dan menerima Islam melalui proses berfikir bukan hanya dilandasi doktrin, sehingga mereka memiliki fondasi keimanan yang kuat. Dengan pemahaman Islam yang kuat, mereka akan menjadi sosok yang memiliki kepribadian Islam. Mereka akan memiliki karakter kuat yang tidak mudah ikut-ikutan oleh lingkungan yang buruk. Bahkan mereka akan mampu mampu mewarnai lingkungannya dengan apa yang diyakini benar, ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Manusia diberi potensi akal agar bisa memikirkan kebenaran hakiki. Keyakinan akan mengakar kuat saat kebenaran mampu memuaskan akal dan bisa menentramkan hati, sehingga dengan kesadarannya sendiri dia akan mengatur hidupnya dengan apa yang diyakini benar. Dia meyakini bahwa bukan kesenangan dunia, tapi ridho Allah yang bisa menjamin seseorang hidup terasa indah dan berkah. Sehingga apapun yang dilakukan adalah untuk ibadah sebagai tujuan hidupnya, bukan kesenangan dunia yang menipu. []
.jpeg)

Posting Komentar untuk "Iman Kuat Terbentuk dari Proses Berfikir"