Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Yang Diberi Nikmat



Oleh: Mochamad Efendi


Siapakah orang yang diberi nikmat. Mereka yang berjalan di jalan lurus yang diridhoi Allah, bukan mereka yang dimurkai, bukan pula mereka yang tersesat. Dalam setiap sholat kita selalu memohon untuk ditunjuki jalan yang lurus pada saat kita membaca surat Al-Fathihah. Semoga kita benar-benar termasuk orang-orang yang beruntung karena mendapat petunjukNya, dan menjadi orang-orang yang diberi nikmat, bukan yang tersesat 


Bukan harta melimpah atau jabatan tinggi menjamin orang hidup bahagia. Banyak harta tapi hidup dalam kekhawatiran dan ketakutan hartanya berkurang sehingga enggan bersedekah untuk membantu sesama. Begitu pula mereka yang memiliki jabatan tinggi hidupnya resah dan gelisah karena takut sewaktu-waktu jabatannya hilang dari genggaman sehingga segala cara dilakukan untuk mempertahankannya, meskipun dengan cara haram, yang dilarang dalam ajaran Islam.  Sungguh merugi mereka yang tidak menggunakan waktunya untuk kebaikan dan celakalah bagi mereka yang lebih mengejar kesenangan dunia yang menipu dengan berpaling dari petunjukNya.


Nikmat sesungguhnya berawal  dari hati yang pandai bersyukur, kemudian menjalankan Islam secara kaffah sebagai bentuk syukur atas rezeki  yang sudah dijamin oleh Tuhan, Yang Maha Pemberi Rezeki. Hidup terasa berkah dan indah kerena hati selalu merasa cukup dengan nikmat yang tidak terhitung yang sudah diterima dari Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. 


Hati terasa lapang meskipun diuji dalam kesulitan, tidak mengeluh dan terus bersabar menerima setiap ujian dengan ikhlas . Yakinlah, Allah tidak menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Berfikir positif dan menerima setiap takdirnya dengan lapang dada. Kesulitan membuat kita kuat dan belajar untuk bersabar, dan menjadi alasan terhapusnya dosa-dosa kita. Dalam setiap kesulitan ada kemudahan dan di setiap kesedihan yang kita rasakan akan berganti dengan kebahagiaan. 


Yakinlah semua akan berakhir indah. Tiada duka abadi dalam hidup ini dan semua akan berganti seperti gelapnya malam akan hilang dan  berganti dengan cahaya sinar pagi yang indah. Hidup ini bukanlah tujuan, tapi ujian. Jika kita mampu menghadapinya dengan sabar dan terus melakukan amal kebaikan dengan mengikuti petunjukNya, nikmat sejati akan kita rasakan setelah mati saat kita menjadi penghuni surga. 


Meskipun hidup di dunia tidak senikmat tinggal di surga,  namun kita bisa merasakan nikmat dunia saat hati kita bersih dari noda. Hati yang sehat akan pandai bersyukur dan mampu merasakan nikmat dunia ketika melakukan kebaikan. Janji Allah itu pasti dalam surat Ibrahim ayat 7, ""Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." Sungguh, Allah akan menambah nikmat dalam hidup ini bagi siapa saja  yang pandai bersyukur, sebaliknya adzab pedih bagi mereka yang kufur nikmat. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi nikmat karena memiliki hati yang pandai bersyukur. []

Posting Komentar untuk "Orang Yang Diberi Nikmat"