Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Persiapan Jelang Ramadhan Dengan Ibadah!



Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari www detik.com, puasa Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari lagi. 


Berdasarkan perhitungan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.


Sedangkan Kementerian Agama (Kemenag) masih akan menggelar sidang Isbat pada 17 Februari 2026.


Jika merujuk perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 Masehi.


Melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, pemerintah memperkirakan puasa Ramadhan 2026 dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. 


Namun, jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan bisa berubah karena penetapan resmi 1 Ramadhan baru dilakukan setelah pemantauan hilal.


Pemantauan hilal biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban untuk melihat munculnya bulan baru, bulan Ramadhan. 


Hasil pemantauan tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, ahli falak, serta instansi terkait.


Jadwal puasa yang ditetapkan oleh Muhammadiyah lebih awal daripada jadwal puasa pemerintah. Melansir dari Muhammadiyah No.01/MLM/1.1/B/2025 dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 2026, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari-19 Maret 2026.


Allah SWT berfirman:


"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

(TQS. Al-Baqarah ayat 183).


Allah SWT berfirman:


"Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

(TQS. Al-Baqarah ayat 184).


Allah SWT berfirman:


"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."

(TQS. Al-Baqarah ayat 185).


Allah SWT berfirman:


"Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu.Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya.Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."

(TQS. Al-Baqarah ayat 187).


Rasulullah SAW bersabda:


"Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan"

(HR Ahmad).


Rasulullah SAW bersabda:


"Jika awal Ramadan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadan): Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah swt memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka" 

(HR Tirmidzi).


Rasulullah SAW bersabda:


"Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadan dengan Ramadan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar" 

(HR Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" 

(HR Bukhari dan Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut" 

(HR Ahmad).


Rasulullah SAW bersabda:


Rasulullah saw pernah ditanya, "Sedekah apakah yang paling mulia?" Beliau menjawab: "Yaitu sedekah dibulan Ramadan" 

(HR Tirmidzi).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu" 

(HR Bukhari dan Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya" 

(HR Baihaqi).


Rasulullah SAW bersabda:


"Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: "Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari" Al-Qur'an juga berkata: "Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia." Beliau bersabda: "Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat" 

(HR Ahmad).


Rasulullah SAW bersabda:


"Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan sama dengan pahala haji"

(HR Bukhari).


Nah, banyak banget kan dalil soal kemuliaan Ramadhan? Yuk perbanyak ibadah!


Emang sih sistem sekuler kapitalis sekarang ini ngadepin Ramadhan bayak banget cobaan nya. Mau Ramadhan atau nggak, situs-situs pornoaksi and pornografi masih bertebaran, zina masih merajalela, aurat diumbar kemana-mana, miras legal and dianggap ga salah buat dikonsumsi, judol terus merebak, tawuran terus bergulir, buli banyak banget, ga ada takut-takut nya orang berbuat dosa.


Semua kayak gitu karena sistem sekuler kapitalis sukses misahin agama dari kehidupan. Udah gitu seolah maksiat cuma urusan pribadi nya dia, and negara ga ikut campur and dianggap nggak ngelanggar hukum. Mau dia pacaran, zina, mabok miras, nggak puasa Ramadhan, korupsi, and so on.


Akibatnya remaja sampe yang tua-tua itu maksiat rame-rame, pada dateng dah tuh banyak masalah mulai dari penyebaran virus HIV/AIDS, raja singa and so on gegara zina and jarum suntik bergantian pas pake narkoba, hilang kesadaran sampe kecelakaan lalu lintas akibat pengendara mabok miras, kematian akibat tawuran remaja, bunuh diri akibat stress gegara hamil diluar nikah, and seabreg masalah gegara sistem sekuler kapitalis ini.


Nah, biar keadaan jadi lebih baik and sejahtera dunia akhirat baik nya kita ganti nih sistem sekuler ini pake sistem Islam kaffah yang udah jelas aturan bikinan Allah SWT.


So, yuk perbanyak ibadah sekarang and bulan Ramadhan, perbanyak ilmu pengetahuan terutama ilmu agama Islam, dakwah ke keluarga, masyarakat dan negara biar Islam kaffah diterapkan kembali biar kita semua sejahtera dunia akhirat.


Wallahu 'alam bissawab. []

Posting Komentar untuk "Yuk Persiapan Jelang Ramadhan Dengan Ibadah!"