Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fadilah Berbakti pada Orang Tua yang sudah sepuh


 Oleh: Mochamad Efendi


Orang yang paling berjasa dalam hidup kita adalah orang tua. Mereka telah merawat dan mendidik kita dari bayi yang belum bisa apa-apa sampai kita dewasa dan siap menghadapi tantangan hidup. Tidak ada kata-kata mengeluh keluar dari lisan mereka. Hanya expressi kebahagian terpancar dari wajah mereka saat melihat kita bahagia. Semua dilakukan tanpa mengharap balasan apa-apa. Harapannya hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia dan sukses meraih cita-cita dalam hidup ini. 


Saat mereka sudah sepuh dan bahkan tidak lagi mampu mengurusi diri mereka sendiri, giliran kita untuk mengurusi mereka. Itulah kesempatan kita untuk berbakti pada mereka. Jika kita tahu dan meyakini begitu besar Fadilah berbakti kepada orang tua, tentunya kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Kita akan melakukan dengan senang hati agar mereka masih bisa tersenyum di usia mereka yang sudah sepuh. Sungguh, beruntung jika kita bisa membuat mereka bahagia karena berbagai kebaikan akan kita dapat di dunia dan juga bisa menjadi jalan untuk mendapatkan surgaNya.


Salah satu fadilah berbakti pada orang tua adalah berpotensi mendapat ampunan Allah. Berbakti kepada ibu (birrul walidain) memiliki potensi yang sangat besar untuk menggugurkan dosa-dosa seorang anak, bahkan digambarkan bisa menebus dosa-dosa besar. Dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan utama yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. 

Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban, di mana Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma pernah didatangi oleh seseorang yang ingin bertaubat karena telah melakukan dosa besar. Dalam riwayat tersebut, orang itu mengaku telah membunuh dan ingin bertaubat atas apa yang sudah dilakukan.  Ibnu Abbas bertanya, "Apakah ibumu masih hidup?" Pria itu menjawab, "Tidak/Sudah meninggal." Ibnu Abbas lalu berkata, "Bertaubatlah kepada Allah dan dekatkanlah dirimu kepada-Nya dengan berbakti kepada ibumu (seandainya ia masih hidup/berbakti atas namanya)."


Fadillah yang lain adalah terjawabnya do'a dengan cepat. Jika ingin doa kita cepat dikabulkan salah satu wasilahnya adalah berbakti pada orang tua. Semua orang pasti ingin harapan dan keinginannya terkabul. Selain berikhtiar dengan sungguh-sungguh harus diimbangi dengan doa. "Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua" adalah hadits shahih (HR. Tirmidzi) yang menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua adalah kunci meraih keridaan Allah. Mendapatkan restu dan kebahagiaan orang tua, terutama ibu, setara dengan mendapatkan jalan menuju rida dan keberkahan dari Allah SWT.


Membebaskan dari berbagai masalah hidup. Hidup akan terasa mudah, indah dan berkah karena kita ikhlas merawat orang tua sebagai bukti bakti kita pada mereka. Merawat orang tua ketika mereka sudah sepuh jangan dianggap beban, apalagi terlintas dalam pikiran untuk menitipkan di panti jompo karena merasa sibuk dan tidak ingin direpotkan. Ingatlah dengan merawat mereka, Allah akan memberikan kemudahan dalam segala urusan dan dijauhkan dari berbagai masalah. 


Jangan sia-siakan saat ada kesempatan untuk berbakti pada orang tua karena Fadilahnya sangat besar. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari saat mereka sudah meninggalkan kita untuk selama-selamanya. Buatlah mereka tersenyum bahagia selagi meraka masih ada bersama dengan kita.[] 

Posting Komentar untuk "Fadilah Berbakti pada Orang Tua yang sudah sepuh"