Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membela Kebenaran, Membenci Kemungkaran adalah Bukti tanda Punya Iman!


 Oleh: Mochamad Efendi


Dalam acara di iNews, Dialog spesial 'Rakyat Bersuara' bersama Aiman Witjaksono, muncul narasumber yang dengan semangat membela Israel dan Amerika. Bagaimana bisa merasa paling benar dengan membangun narasi seolah-olah bahwa Israel adalah sebagai korban aksi terror dan melegitimasi tindakan aksi mereka yang ingin mengganti kepemimpinan di suatu negara berdaulat sebagai bentuk usaha untuk menciptakan perdamaian dunia. Sementara, Hamas yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina dianggap terrorist. 


Logika yang dijungkir balikkan melihat fenomena didepan mata tetang penjahat perang dan kemanusiaan yang dibela seolan olah menjadi korban. Mengganggap semua berita buruk tentang Israel dan Amerika sebagai hoax  dan semua orang yang membenci tindakan mereka yang melukai prikemanusiaan dan perikeadilan dianggap terlalu baper. Buzzer dan influencer Amerika dan Israel merasa paling benar dengan merendahkan dan berkata kasar pada pembicaraan lainya. Padahal diri mereka sendiri yang terlihat bodoh, tetapi mereka tidak menyadari.


Buzzer Amerika Israel yang dibayar untuk upgrade nama baik penjahat perang, tapi malah membuat masyarakat dunia semakin benci dan muak  pada mereka. Diketahui bagaimana Israel melakukan aksi genosida, pembunuhan masal pada masyarakat sipil Palestina di Gaza. Sementara, Amerika yang sombong beberapa kali melakukan aksi tidak terpuji dengan ancaman ataupun kekerasan militer agar negara yang memiliki cadangan minyak bumi dan emas mau tunduk terhadap kekuasaannya. Mulai dari penangkapan presiden venezuela sampai aksi  bombardir pada Negera Iran yang menewaskan pemimpin tertingi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.


Para buzzer Amerika dan Israel sering melontarkan satu pertanyaan yang meragukan apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina sebagai bentuk penjajahan. Pertanyaan tentang sejak tahun berapa Israel menjajah Palestina. Meskipun kita tidak tahu persis tahun berapa penjajahan itu dimulai, tapi kita melihat fakta bahwa penjajahan terjadi di bumi Palestina dan pelakunya adalah Israel. Aksi penjajahan jelas terjadi disana mulai dari penindasan, pengusiran pembunuhan dan aksi genosida terhadap penduduk asli disana dilakukan Israel. Anehnya Hamas yang menperjuangkan kemerdekaan Palestina disebut terorist. Dan negara yang mendukung perjuangan mulia Hamas dimusuhi Amerika dan Israel seperti yang terjadi pada Iran.


Hal ini sama dengan apa yang terjadi pada suatu negeri yang dulu  masih belum bernama Indonesia. Apakah boleh negara asing, Belanda dan Inggris mencaplok wilayah yang dianggap belum ada pemiliknya, padahal disitu sudah ada penduduk asli yang tinggal disana sudah ratusan tahun. Lalu apakah aksi penindasan terhadap penduduk aslinya tidak dianggap sebagai bentuk penjajahan, sementara hasil kekayaan alamnya dinikmati oleh mereka, penjajah. Lalu saat ada kesadaran dari penduduk asli yang ingin memperjuangkan kemerdekaan dianggap sebagai aksi teror yang harus dimusuhi karena sudah menghalangi aksi penjajahan di bumi nusantara. Jika waktu itu Indonesia tidak bisa mewujudkan kemerdekaannya mungkin nasibnya hampir sama dengan Palestina. 


Sungguh, aksi Amerika atau Israel yang melakukan kejahatan kemanusiaan tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang apapun. Dalam Islam membenci kemungkaran adalah sebagian dari iman, meskipun itu adalah selemah-lemahnya iman. Kita dilarang untuk diam dan ridho dengan kemungkaran apalagi menjadi pendukungnya. Dan dalam konstitusi negara Indonesia juga mengutuk segala bentuk penjajahan. Jadi tidak alasan bagi kita untuk ikut bersama mereka yang melakukan penjajahan diatas bumi meskipun dengan dalih mewujudkan perdamaian dunia. []

Posting Komentar untuk "Membela Kebenaran, Membenci Kemungkaran adalah Bukti tanda Punya Iman!"