Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencintai Allah dan RasulNya Melebihi Apapun di Dunia



Oleh: Mochamad Efendi


Cinta itu anugrah tumbuh di dalam hati yang membuat seseorang merasa bahagia. Dunia terasa indah karena hati yang tersentuh dengan cinta. Namun, rasa cinta kita terhadap segala sesuatu di dunia ini tidak boleh mengalahkan cinta kita pada Allah dan rasulNya.


Dua hati yang disatukan dengan cinta merasakan dunia penuh warna. Meskipun selalu ingin bertemu tapi mereka menjaga pandangan. dan jarak karena takut tergelincir dalam perbuatan dosa. Mereka  menghalalkannya dalam ikatan pernikahan untuk menyempurnakan ibadah karena Allah. Mereka bersama dan saling mengingatkan dengan  kebenaran dan kesabaran dalam kehidupan berumah tangga yang diberkahi. Meskipun saling mencintai,  cinta mereka pada Allah dan RasulNya lebih utama. 


Orang tua mencintai anaknya adalah naluri, begitu juga cinta anak pada pada orang tua.  Mereka merasa tentram dan nyaman hidup bersama dalam satu rumah. Mereka tidak merasa bosan meskipun bertemu setiap hari karena mereka saling mencintai.


Orang tua rela berkorban demi kebahagian anaknya. Merawat dan mendidik mereka dari  mulai bayi, tidak bisa apa-apa, sampai mereka dewasa, bisa hidup mandiri. Cinta orang tua  pada anaknya.begitu besar namun demikian saat mereka berbuat salah dan melanggar syariat Allah, orang tua tidak membiarkan dan bahkan memberikan hukuman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.  Mereka diharapkan tumbuh menjadi anak Sholeh yang memiliki kepribadian Islam.


Karena jasa orang tua yang begitu besar seorang anak diperintahkan untuk taat dan patuh pada kedua orang tua selama bukan untuk melakukan maksiat, yang dilarang dalam ajaran Islam. Mereka hendaklah saling mengingatkan agar tidak terjerumus ke lembah dosa. Itulah bukti cinta sejati. 


Mencintai harta dan jabatan juga naluri yang ada pada hati manusia dan itu tidak salah selama tidak membuatnya  lupa dari mengingat Allah yang memberikan semua nikmat yang didapat. Walaupun sangat cinta dengan harta yang dimiliki, tapi tidak lupa untuk membayar  zakat dan tidak enggan untuk berinfaq membantu sesama karena itu adalah perintah Allah. 


Mencintai jabatan juga tidak dosa selama dia menganggap jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan kesadaran untuk mendapatkan ridho Allah. Semua itu adalah titipan yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di pengadilan akhirat. Jadikan jabatan untuk mempermudah urusan banyak orang, bukan untuk mempersulit dan memperkaya diri sendiri. 


Seorang muslim sejati tidak lebih mengutamakan cinta pada kesenangan dunia melebihi cinta pada Allah dan rasulNya. Walaupun dia cinta pada pasangannya, keluarga harta, jabatannya tapi semua itu tidak akan melalaikanya dari mengingat Allah. Dia akan menjalani hidupnya sesuai dengan petunjukNya, menjauhi larangan dan menjalankan semua perintahNya.  


Semua harta dan orang yang disayang tidak bisa memberi tebusan atau pembelaan nanti di yaumul hisab. Mulut kita juga dikunci,  dan yang berbicara kedua tangan kita dan kaki menjadi saksi atas apa saja yang sudah diperbuat selama hidup di dunia. Baru kita menyadari bahwa teman sejati adalah amalan kebaikan yang dilakukan ikhlas karena Allah. Selamatlah mereka yang mencintai Allah dan rasulNya melebihi apapun yang ada di dunia sehingga langkah kakinya ringan untuk mencetak jejak jajak  kebaikan bernilai ibadah yang menjadi bekal untuk perjalanan setelah mati. []

Posting Komentar untuk "Mencintai Allah dan RasulNya Melebihi Apapun di Dunia"