Rusak, Pejabat Gak Punya Malu?
Oleh: Mochamad Efendi
Pejabat dan wakil rakyat harusnya punya rasa malu saat mereka tidak mampu menjalankan tugasnya. Malu tidak memberikan kontribusi apa-apa pada rakyat yang sudah menggaji mereka. Jika memang punya rasa malu, mereka harusnya mundur dari jabatannya bukan malah terus bertahan di kursi empuk kekuasaan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Wakil Rakyat yang tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, harusnya punya malu dan mundur dari posisinya sebagai wakil rakyat karena mereka dipilih untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
Keputusan dari Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) pada Senin, 11 Agustus 2025 harus diapresiasi dan bisa dijadikan contoh bagi pejabat lain agar punya rasa malu. Budaya malu sudah menghilang di negeri para koruptor. PT Agrinas Pangan Nusantara adalah BUMN yang bergerak di sektor pangan dan merupakan hasil transformasi dari Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya.
Pengunduran diri ini bertepatan dengan 6 bulan dirinya memimpin BUMN yang diharapkan jadi motor program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo. Alasan pengunduran dirinya adalah ia merasa selama 6 bulan bekerja tak bisa berkontribusi pada target Presiden Prabowo soal swasembada pangan. Penyebabnya, tak ada dukungan terutama dalam hal anggaran dan hingga perusahaan yang dinakhodainya tak bisa bekerja setelah berada di bawah kendali Danantara. Dia berkata,"Pengunduran ini bentuk tanggung jawab saya, saya malu memimpin 6 bulan, dan tak bisa berkontribusi,"
Bagaimana dengan pejabat yang lain yang tidak punya integritas dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya sehingga apa yang sudah dilakukan tidak menyentuh kepentingan rakyat. Sebagai contoh program unggulan president Prabowo ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Bukannya menyelesaikan masalah stunting, malah menimbulkan banyak masalah baru. Ribuan siswa keracunan setelah makan MBG. Banyak postingan dari masyarakat yang kecewa dengan porsi MBG yang tidak layak konsumsi dan jauh dibawah harga yang dianggarkan. Harusnya ketua BGN yang diberi tanggung jawab menjalankan tugas ini malu menyaksikan pelaksanaan program yang jauh dari harapan. Bukannya mengevaluasi dan berusaha memperbaiki penyimpangan yang terjadi dilapangan tapi malah sibuk klarifikasi dan. membela diri.
Memang mental pejabat yang tidak tahu malu suka menjilat penguasa. Seperti apa yang dilakukan oleh menteri HAM yang merasa paling tahu tentang HAM tapi tidak melakukan apa-apa saat ada pelanggaran HAM yang menimpa masyarakat. Malah menuduh siapa yang tidak setuju dengan program pemerintah sebagai bentuk tindakan melanggar HAM.
Banyak pejabat yang sudah kehilangan rasa malu. Mereka menjilat penguasa agar jabatannya aman tapi lupa untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang sudah membayar mereka. Bahkan presiden juga harus merasa malu jika tidak mampu mewujudkan amanah konstitusi untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat. Malu jika yang hidup makmur dan sejahtera hanyalah pejabatnya tapi rakyat hidup dibawah garis kemiskinan. Jika memang punya malu mereka harus mengundurkan diri tanpa harus diminta karena merasa gagal untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat. Negara ini ini diambang kehancuran karena dipimpin oleh penguasa dan pejabat yang tidak punya malu. []
.jpeg)

Posting Komentar untuk "Rusak, Pejabat Gak Punya Malu?"