Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berubah Karena Utang



Oleh: Mochamad Efendi


Memiliki teman baik dan perhatian sangat menyenangkan. Kita bisa berbagi dan saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran agar tidak merugi dan menjadi lebih baik seperti apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur:an surat  Al-Asr. Itulah pentingnya memiliki teman untuk saling memahami dan memberi solusi bukan hanya datang saat membutuhkan. 


Dulu dia suka menyapa saat ketemu dan berkirim  pesan WA untuk saling menanyakan kabar sebagai bentuk perhatian.  Kita pun tidak enggan untuk saling berbagi dan membantu satu sama lain serta saling menguatkan saat lemah dan dalam masalah.


Tapi semua berubah saat dia punya hutang dan enggan untuk mengembalikan. Saat butuh pinjaman dia datang ke rumah dengan wajah memelas dan kata-kata meyakinkan akan segera kembalikan. Sebagai teman tidak tega membiarkan dia dalam masalah dan sebisanya membamtunya kaluar dari masalah. Namun pada waktu yang dijanjikan berlalu, dia tidak kunjung mengembalikan dan tidak ada pemberitahuan kapan akan mengembalikan. 


Ku coba tanyakan tapi tidak ada jawaban. Entah kenapa semua pesan WA yang terkirim tidak dibaca. Kucoba telpon tapi tidak diangkat meskipun berdering. Semua berubah karena hutang. Dia seperti menghilang tanpa ada kabar. Benar apa kata orang, jika berani memberi pinjaman bersiaplah kehilangan uang dan teman.


Padahal kucoba untuk memahami kesulitannya jika memang belum punya kemampuan untuk membayar. Setidaknya ada kabar dan usaha untuk mengembalikan, bukan menghilang tanpa kabar. Kucoba untuk mengingatkan agar tidak menyepelekan hutang agar rezeki lancar dan berkah. Tapi semuanya tidak ada gunanya karena dia sudah menutup diri dan tak mau mendengar. Padahal, jika dia menyadari apa yang dilakukan bisa mencelakakan diri sendiri, bukan orang lain.


 Yakinlah, Allah akan memberi jalan kemudahan untuk melunasi hutang jika ada kemauan dan usaha. Dan dengan melunasi hutang, rezeki akan lebih mudah dan berkah. Namun sayang itu  tidak dipahami dan diyakini oleh kebanyakan orang. Mereka berfikir membayar hutang akan mengurangi apa yang didapat, padahal semua rezeki datang dari Allah. Rezeki bisa datang dan pergi atas kehendakNya, bukan semata-mata karena usaha kita sendiri. Jika kita  berbuat kebaikan InsyaAllah, balasannya adalah kebaikan. Sebaiknya, jika kita dzalim pada sesama dengan enggan untuk membayar hutang, tentu balasannya adalah keburukan.


Antara kesal dan kasihan karena dia dulu teman baik, tapi kenapa berubah hanya karena hutang. Kucoba untuk berbesar hati agar hati terasa lapang dan ikhlas meskipun harus kehilangan uang dan teman. Anggap itu adalah sedekah yang mengalir terus kepundi-pundi pahalaku, sebelum dia mampu melunasi hutangnya.


Dari kejadian ini kita jadi tahu ternyata dia bukan teman yang baik. Dia datang saat membutuhkan, tapi tidak perduli dengan masalah temannya saat tidak lagi butuh. Teman sejati akan selalu ada, bukan hanya saat membutuhkan.


Alhamdulilah masih memiliki teman sejati dalam barisan dakwah yang peduli saat kita lemah dan dalam masalah. Kita butuh sahabat yang saling mengingatkan dan menguatkan bukan hanya karena kepentingan dunia semata. Lebih dari itu, teman surga selalu mengajak pada kebaikan dan kesabaran agar kita nanti bisa kembali pada sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya. []

 

Posting Komentar untuk "Berubah Karena Utang"