Tak Kenal, Maka Tak Sayang
Oleh: Dian Puspita Sari (Pembina Komunitas Remaja Shalihah Kab. Banjar Martapura)
SOEARA-PELADJAR.COM - Ehheemm ... Ada yang kesemsem sama judul tulisannya?? Kalo ada, pertanda kamu memang seorang remaja yang lagi dalam masa pubertas. Kenapa? Karena saat berada dalam masa itu, gampang banget buat mancing naluri seorang remaja. Betul apa betul?!
Tapi, tulisan ini gak akan mengulas seputar pubertas yang berujung pada kisah percintaan remaja. Walaupun pengambilan judul tulisan ada hubungannya dengan hal-hal semacam itu. Gimana bisa? Ya bisalah. Kan ada pepatah lama yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang".
Sebenarnya gak cuma remaja sih. Orang dewasa pun bisa. Maksudnya untuk menyukai dan sayang pada sesuatu, maka perlu yang namanya 'kenal'. Lah gimana caranya mau sayang kalo gak kenal? Impossible.
Begitu juga, untuk sayang dengan agama kita sendiri. Kita perlu yang namanya 'kenal'. Jika selama ini, hidup belasan tahun terus merasa gak sayang dengan Islam berarti belum kenal dengan Islam.
Kenal sih, tapi cuma sebatas ibadah sholat, puasa, zakat, baca Qur'an, haji, ya gitu-gitu aja. Itupun sebatas yang biasa dikerjain kala sempat. Lah kalo gitu caranya, bakalan sayang gak sih sama Islam?
Ambil contoh, ketika ada orang yang dijodohkan. Kebanyakan mereka yang dijodohkan akan menolak calon pasangannya dengan dalih gak cinta. Ya gimana mau cinta, kenal aja kagak.
Makanya 'kenal' itu penting banget. Apalagi dengan agama sendiri. Gimana cara kenalannya? Pastinya dengan ngaji. Bukan sekedar membaca Al Qur'an, tapi juga mengkaji isi di dalamnya buat dipahamin dan diamalin.
Tak kenal maka tak sayang
Banyak orang yang mengaku beragama Islam. Tapi gak semua dari mereka kenal Islam dengan baik. Kalo ditanya apa itu Islam, paling banter mereka cuman bilang bahwa Islam adalah sebuah agama. Gak bisa ngejelasin lebih dalam kayak gimana sih agama Islam itu.
Islam adalah agama yang sangat indah. Agama terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah. Menyempurnakan ajaran yang dibawa oleh para Nabi pendahulunya.
Islam juga merupakan pedoman hidup umatnya. Ini dibuktikan dengan sempurnanya aturan-aturan yang diajarkan sama Islam. Misalnya dalam hal berbusana, bersosial, beribadah kepada Allah dan masih banyak lagi. Dari bangun tidur sampai mau tidur. Sedetail-detailnya udah tercantum dalam Al Quran sebagai kitab petunjuk seorang muslim.
Kalo seorang muslim baik cowok maupun cewek udah kenal Islam dengan baik, pastilah ia akan sayang dengan Islam. Karena ketika udah kenal dengan Islam pasti bawaannya pengen jadi orang yang bertaqwa.
Bertaqwa kepada Allah tentunya bakal ngejauhin dia dari perbuatan-perbuatan yang merugi juga sia-sia. Terus hidupnya akan dipenuhi dengan cahaya keimanan, penuh dengan kasih sayang, welas asih dan ketenangan.
Ada banyak cara untuk lebih kenal sama Islam. Salah satunya adalah dengan ikut di berbagai pengajian plus berkumpul dengan orang-orang shalih dong tentunya.
Ilmu agama itu lebih penting
Sebagian ortu pastinya seneng banget kalo anaknya bisa belajar sampai jenjang lebih tinggi. Tapi sedikit yang peduli buat pendidikan agama pada anak.
Kalo anak gak bisa baca Al Qur’an gak masalah, yang penting bisa menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris. Kalo anaknya gak paham agama gak apa-apa, yang penting bisa komputer.
Jadilah anak-anak muda saat ini jauh dari Islam. Gak bisa baca Qur’an, ujung-ujungnya gemar maksiat, pergaulan bebas yang gak karuan dipenuhi dengan narkoba, miras, dan sejenisnya.
Liat aja di zaman now ini, betapa banyak fakta-fakta kerusakan remaja akibat minus tentang ilmu Islam. Seperti tentang "april mop" yang menjadi trend di bulan ini. Kebiasaan yang di luar syari'at bahkan bertentangan dengan Islam itu banyak dilakukan oleh remaja. Lagi-lagi karena ketidaktahuan atau ikut-ikutan belaka.
Makanya selaku ortu maupun anak, kita mesti sadar bahwa mempelajari ilmu agama itu penting. Lebih penting dari ilmu pengetahuan lainnya. Agar gak salah berbuat dan gak salah beramal.
Ingatlah bahwa Rasul pernah bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم
"Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim". (HR. Ibnu Majah, shahih)
Bukti sayang itu memperjuangkan
Apa yang ada dipikiran kamu ketika ada yang bilang sayang tapi gak mau memperjuangkan? Rasanya mungkin seperti gak yakin dengan orang tersebut. Betul gak?
Nah sama juga dengan Islam. Ketika kita udah mau mengenal Islam lalu mempelajarinya, ternyata kita juga dituntut bukti. Bukti bener gak sih setelah kenal dan PDKT dengan Islam, kita udah beneran sayang sama Islam.
Bukti konkrit kalo kita bener-bener sayang sama agama ini ya dengan ikut memperjuangkan Islam. Caranya? Remaja muslim harus selalu jadi yang terbaik buat segala hal. Gak nerima apa adanya atau ngerasa puas sama keadaan sekarang.
Di dalam Islam diajarkan buat selalu meraih keberhasilan, urusan dunia maupun urusan akhirat. Untuk itu remaja muslim dituntut buat selalu bekerja sama alias berjama'ah. Utamanya dalam kerja dakwah untuk menyebarkan syiar islam.
Tugas dakwah adalah kewajiban buat semua muslim yang mengaku sayang sama Islamnya. Dan ini tugas besar yang gak bakal mampu dilakukan kalo sendirian. Maka dibutuhkan banget penyatuan barisan dan gerakan secara bersama-sama. Agar mampu menguatkan remaja muslim pada ketaatan kepada Allah dan jauh dari maksiat.
Remaja muslim zaman now ini juga udah sepatutnya mencontoh remaja muslim zaman old. Yaitu para pemuda cemerlang di zaman Rasulullah maupun sesudahnya. Mereka berlomba-lomba buat berkorban serta menyumbangkan jasa untuk dakwah Islam.
Pada usia yang muda banget, mereka udah mampu memimpin pasukan dan menaklukkan di berbagai wilayah di dunia. Wiihh keren gak tuh? Misalnya, Musailamah bin Abdul Malik mampu menaklukkan China, Muhammad bin Qasim bin Muhammad menaklukkan India, Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziad menaklukkan Andalusia.
Remaja muslim kudu ninggalin tuh yang namanya sifat suka meniru-niru budaya orang Barat. Mereka itu orang-orang yang gak punya nilai moral dan gak punya tujuan hidup yang jelas.
Remaja muslim itu harusnya menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Karena hal tersebut bakal menimbulkan kekuatan yang luar bisa pada diri remaja. Lalu dengan itu Islam pun bakal bangkit. Lagi!
Remaja adalah agen perubahan. Ia merupakan kunci kebangkitan. Kalo semua remaja sadar lalu mau memulai langkah ke arah kebangkitan, maka kegemilangan Islam mendatang tinggal menunggu waktu.
So, ayo berkontribusi! Kenalin Islam, pelajari Islam, sayangi Islam dan perjuangkan hingga tiba masa kebangkitan.
Wallahu'alam bisshawwab. (as)


Posting Komentar untuk "Tak Kenal, Maka Tak Sayang"