J.O.M.B.L.O
Oleh : Tri Silvia*
Soeara-peladjar.com - Kamu Jomblo? Tenang gaes, kamu gak sendirian. Ada banyak para jomblower di jagat ini. Bukan cuman kamu. Jadi, jangan sedih berlebihan ya gaes. Apalagi sampe nangis gulang-guling di tengah jalan.
Oh ya, tau gak sih kalian tentang asal muasal kata jomblo? Bukan singkatan dari dua kata atau lebih, ternyata istilah jomblo berasal dari bahasa sunda yang dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 'Jomlo' atau gadis tua, kata ini digunakan untuk menyebut perempuan yang sudah tua namun belum menikah atau memiliki pasangan. Kata ini kemudian mengalami penambahan huruf dan perluasan makna seiring berjalannya waktu. (IDNTimes.com)
Kini, jomblo diartikan sebagai setiap orang -baik laki-laki maupun perempuan- yang tidak memiliki pasangan, baik yang resmi ataupun tidak. Singkatnya, orang-orang yang belum menikah dan tidak memiliki pacar.
Seakan hina, para jomblo berjalan merunduk menyisiri jalan. Merasa diri sebagai pesakitan yang tak layak untuk berkomunikasi dengan khalayak. Menyedihkan. Namun, perlukah itu semua?
Tak perlu sedih, tak perlu galau. Para jomblower hendaknya menilik hadis di bawah ini, yang artinya ;
“Wahai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis di atas, bisa kita fahami bahwa menjadi jomblo bagi seorang muslim itu bukan pemberian, melainkan pilihan. Menjadi jomblo pun bukan kehinaan, melainkan kemuliaan. Sebab menikah sebagai tujuan belum bisa didapatkan, maka hidup sebagai jomblowan menjadi pilihan untuk mendapat kemuliaan.
Menjadi jomblo jauh lebih baik dibandingkan dengan pilihan untuk mengejar jodoh yang tidak ditakdirkan. Bahkan haram untuk dilakukan.
Pacaran. Tak ada pacaran dalam Islam, baik untuk sekedar mengenal atau berkasih sayang. Sebab itu jalan untuk perzinahan yang tidak diperbolehkan. Menikahlah atau berpuasa. Itulah tuntunannya, agar diri selalu terjaga dari hal-hal yang diharamkan agama. Bersabar dan yakinlah, karena semua akan indah pada waktunya.
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(QS. Al-Ahzab: 35). Wallahu A'lam bis Shawab. (tor)
-Untuk para jomblo Fisabilillah yang terus menjaga Izzah dan Iffah sebab Lillah-
*Penulis Tinggal di Tangerang


Posting Komentar untuk "J.O.M.B.L.O"