Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Sih, Orang Tua Zaman Now. Kok Biarkan Anaknya Pacaran?


Oleh: Mochamad Efendi

Soeara-peladjar.com - Kehidupan dikalangan artis sering dijadikan contoh masyarakat dalam berfikir maupun bertingkah laku. Banyak kalangan artis yang sudah punya anak remaja membolehkan mereka pacaran dan menikmatinya tapi mereka tidak boleh berfikir untuk menikah dulu. Inikah yang dinamakan orang tua millenial atau zaman now. Sungguh, mereka tidak menyadari sudah dipengaruhi budaya barat dengan meninggalkan ajaran Islam ketika mendidik anak-anak mereka. Anak-anak mereka dibiarkan keluar rumah tanpa menutup aurat dan bergaya hidup bebas tanpa mau diatur dengan Islam.

Ternyata budaya meniru tidak hanya terjadi pada remaja, tapi juga pada orang tua. Remaja yang cenderung menyukai gaya hidup pacaran ternyata didukung orang tua. Ketika anaknya ingin menikah malah dihalangi karena dianggap belum siap dan masih terlalu muda. Harusnya orang tua yang cerdas dan perduli dengan anaknya yang masih remaja mendorong anaknya untuk mengisi waktunya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Remaja harus berprestasi karena kesempatan banyak ditawarkan disekolah. Kuatkan semangat mereka untuk menekuni bidang ilmu atau hobi yang mereka bisa kembangkan secara maksimal.

Jangan biarkan anak kita menikmati gaya hidup pacaran yang bisa membawa pada perzinaan, dosa besar yang bisa menjadi pemicu perbuatan keji dan mungkar. Remaja punya gelora seksual yang besar. Mereka juga suka mencoba sesuatu yang baru. Jika orang tua memberikan kesempatan mereka pacaran, mereka akan semakin leluasa untuk membiarkan hasratnya tersalurkan dengan bebas seperti yang mereka inginkan. Tidakkah kita belajar dari para remaja yang menjadi korban dari gaya hidup bebas, berpacaran tanpa ikatan pernikahan.

Sungguh orang tua akan menyesal karena sudah membiarkan pacaran. Jangan salahkan lagi mereka jika itu terjadi karena orang tua juga ikut andil atas terjerumusnya anak pada perbuatan keji dan mungkar. Orang tua tidak hanya menanggung malu di dunia, tapi di akhirat nanti akan ikut mempertanggung jawabkan semua perbuatan dosa anak-anak yang terjadi karena orang tua telah abai terhadap anak-anak mereka yang masih remaja. Mereka masih butuh arahan dan bimbingan dari kita selaku orang tua.

Harusnya anak-anak kita dibekali dengan pemahaman Islam yang benar. Ajak mereka untuk mengatur hidupnya dengan Islam. Remaja pilihan yang hebat akan selalu mengkaitkan tingkah laku dan pemikirannya dengan Islam. Kepribadian Islam yang mereka punyai akan selalu membentengi diri mereka dari berbagai penyimpangan di kalangan remaja.

Mereka juga selalu bersinar dan memberi pencerahan pada remaja yang lain untuk betbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam. Orang tidak perlu kuatir meskipun mereka tidak bersama kita. Bukankah kita ingin memiliki anak hebat dengan kepribadian Islam. Maka ajak mereka berpuasa sebelum mereka siap untuk menikah. Jangan izinkan mereka pacaran hanya karena ingin dianggap gaul diantara teman-temannya.

Ingatlah pacaran akan mendorong remaja pada perzinaan yang mengantarkan pelakunya pada berbuatan keji dan mungkar lainnya. Membunuh bayi yang tidak berdosa karena tidak siap memiliki seorang anak, hasil dari perbuatan zina, sering kita dengar dalam sistem demokrasi yang mengagungkan kebebasan bertingkah laku. Perzinaan di kalangan remaja bahkan ada yang divediokan dan disebarkan di sosial media, semuanya berawal dari pacaran yang diperbolehkan oleh orang tuanya.

Pacaran adalah gaya remaja yang mengagungkan kebebasan bertingkah laku. Sebagi remaja Muslim harus mau mengatur hidupnya dengan Islam. Orang tua harus membekali mereka dengan pemahaman Islam yang benar. Dorong mereka mengikuti kajian keislaman yang bisa membentuk pemahaman Islam yang kuat disamping mereka akan memiliki teman yang baik yang mengajak kepada kebaikan Islam. Orang tua harus peduli dengan kondisi remaja saat ini dan mempersiapkan anak-anak mereka untuk menjadi remaja pilihan yang siap menjadi agen perubahan bagi remaja yang lain. (rmn)

Posting Komentar untuk "Kenapa Sih, Orang Tua Zaman Now. Kok Biarkan Anaknya Pacaran?"