Miris! Banyak Acara TV Menginspirasi Maksiat Pacaran
Oleh: Mochamad Efendi
Acara TV banyak bertema cinta tanpa ikatan pernikahan yang sering disebut pacaran. Apalagi pada bulan Februari yang bertepatan hari Valentain, acara yang menginspirasi muda-mudi untuk berpacaran banyak ditayangkan. Sistem yang mengagungkan kebebasan bertingkah laku mendorong remaja untuk berpacaran apalagi didukung banyak acara TV yang menayangkannya.
Generasi muda yang harusnya sibuk belajar dan berprestasi, direpotkan dengan masalah percintaan. Waktunya habis untuk urusan pacaran sehingga lupa dengan tugas utamanya sebagai seorang pelajar. Makanya, remaja zaman now sedikit yang berprestasi padahal mereka adalah calon pemimpin masa depan.
Tidak sedikit dari mereka yang mengikuti kebiasaan pacaran terjerumus pada perzinaan. Yang ada hanya penyesalan karena masa depan mereka jadi suram. Tidak siap menikah tapi berani pacaran sehingga saat mereka menyadari hamil di luar nikah mereka tidak siap. Mereka tega membunuh bayi yang tidak berdosa bahkan sebelum mereka sempat dilahirkan ke dunia.
Dunia pacaran telah banyak dipromosikan oleh televisi, menjadikan cinta hanya sebatas nafsu. Dan remaja melihat hal itu, seolah itu sesuatu yang indah. Padahal, penuh lumuran dosa. Menjadikan mereka tidak perduli jika Islam melarangnya. Yang lebih menyakitkan lagi, banyak orang tua justru mendukung mereka berpacaran.
Inilah pemahaman yang salah disaat TV gencar mempromosikannya dianggap sesuatu yang benar. Padahal apa yang dianggap benar kebanyakan orang belum tentu sesuatu yang benar menurut Islam. Saat fakta dijadikan dalil dengan meninggalkan ajaran Islam, kerusakan terjadi dimana-mana. Rusaknya moral karena agama ditinggalkan dan kemaslahatan dan nilai pragmatis yang dijunjung tinggi-tinggi. Padahal sesuatu yang kita senangi bisa jadi buruk bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang kita benci bisa jadi itu baik untuk kita. Allah maha mengetahui apa yang kita tidak ketahui.
Belum lagi orang tua ikut-ikutan latah dengan membiarkan anaknya pacaran. Bahkan tidak sedikit orang tua suka melihat anaknya pacaran. Seolah-olah tidak keren jika anaknya tidak punya pacar. Televisi telah membentuk pemahaman mereka, nilai dari kebiasaan pacaran. Pacaran adalah nilai kebebasan yang haram menurut Islam. Namun, televisi telah merubah sesuatu yang haram menjadi boleh dan bahkan keharusan di benak pemahaman kaum Muslim.
Apalagi negara juga tidak perduli dengan kondisi remaja yang terjangkiti virus pacaran. RUU PK-S yang akan disahkan sebagai bukti bahwa pacaran didukung oleh sistem demokrasi yang mangagungkan kebebasan bertingkah laku. Ternyata banyak acara TV telah menginspirasi remaja, orang tua bahkan para pemimpin negeri ini untuk mendukung pacaran.
Padahal, kita tahu rusaknya remaja berawal dari kebiasaan pacaran di antara mereka. Marilah kita suarakan secara lebih gencar untuk menolak kebiasaan pacaran agar mereka bisa diselamatkan dari kerusakan. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Miris! Banyak Acara TV Menginspirasi Maksiat Pacaran"