Penyakit Hati bagi Pecinta Ilmu
Oleh: Mochamad Efendi
Mempelajari ilmu agama dalam Islam adalah wajib bagi setiap muslim agar bisa berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam. Allah memuliakan orang yang berilmu lebih dari orang bodoh yang tidak memiliki ilmu. Dalam satu kisah, syaitan lebih takut pada orang yang berilmu yang sedang tidur dari pada orang bodoh yang sedang melaksanakan sholat. Di dalam al-Qur'an, Allah mengutuk orang yang berbicara tanpa dasar ilmu. Seperti yang dijelaskan dalam surat al-Kahfi ayat 5, tidak mereka mengatakan sesuatu kecuali dusta.
Tapi syaitan tidak tinggal diam dan terus menggoda dengan berbagai cara agar manusia tergelincir ke lembah dosa termasuk juga orang yang berilmu. Mereka para pecinta ilmu yang mendatangi dari satu majelis ilmu ke majelis ilmu yang lain bukan untuk mencari ridho Allah tapi untuk kepuasan intelektual semata. Mereka kurang ikhlas dalam mencari ilmu sehingga sering tergelincir dalam dua penyakit hati.
Penyakit hati pertama adalah takabur
Merasa sudah pintar sehingga sering meremehkan orang. Harusnya semakin berilmu, dia akan semakin tawadu' dan rendah hati. Sering, orang yang kita anggap rendah ternyata mengatakan kebenaran Islam, sedangkan yang kita anggap berilmu tinggi malah menyesatkan, dan berdusta. Dan sungguh dzalim orang yang berdusta tapi mengatasnamakan Allah, seperti apa yang dijelaskan dalam surat al-Kahfi ayat 15.
Penyakit hati yang kedua adalah mereka tamak akan harta
Tergoda dengan perhiasan dunia sehingga menyembunyikan kebenaran yang dia ketahui. Padahal perhiasan dunia di atas bumi diperuntukkan Allah untuk menguji siapa yang lebih baik amal perbuatannya. Bahayanya orang yang berilmu adalah saat mereka tahu kebenaran tapi dia menyembunyikannnya karena takut jika keburukan menimpanya. Padahal tidak ada keburukan menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dia mengatakan kebohongan hanya karena ingin mendapatkan keuntungan dunia.
Sungguh merugi mereka yang berpikir bahwa apa yang diperolehnya bisa mengokohkan posisinya di dunia. Itu adalah pilihan yang rugi, karena kehidupan dunia hanya sesaat dan Allah akan menghinakan siapa saja yang dikehendaki. Dan tidaklah sulit bagi Allah untuk mencabut jabatan atau kekayaan dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Gaes, dengan ilmu harusnya kita berani mengatakan kebenaran meskipun itu pahit dan beresiko karena harus berhadapan dengan penguasa yang sedang berkuasa. Bukankah afdholu jihat adalah saat menyampaikan kalimat haq di depan penguasa? So, Jangan berfikir bahwa menyampaikan kebenaran pada penguasa adalah sia-sia dan menghabiskan energi. Tidak ada kebaikan sia-sia jika itu dilakukan karena mencari rudho Allah meskipun dalam pandangan manusia tidak nampak hasilnya.
Sering orang mencintai ilmu hanya karena ingin dianggap baik dihadapan manusia, sehingga dia tidak berani mengatakan yang benar jika kebenaran itu bertentangan dengan keyakinan kebanyakan orang. Menyampaikan kebenaran, Islam tidaklah mudah, tapi jalan terjal itu adalah jalan nabi dan rasul yang akan membawa pada kemuliaan. Pemboikotan, ancaman, fitnah keji bahkan siksaan dulu juga dialami oleh rasullulah dan para sahabat. Sudah menjadi sunatullah bahwa
Dan (ingatlah), ketika Allâh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya!” [Ali-‘Imrân/3:187]. Orang yang berilmu, mengetahui kebenaran Islam, kemudian diam dan menyembunyikan kebenaran. Dia tidak ada bedanya dengan ahli kitab yang menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya.
Sobat, menuntut ilmu adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Niat menuntut ilmu harus lurus untuk mencari ridho Allah, sehingga kita bisa terbebas dari penyakit hati yag bisa menjangkiti para pecinta ilmu. Jika kita menuntut ilmu karena Allah insyaallah seiring bertambahnya ilmu, kita semakin tawadu', berani menyampaikan kebenaran meskipun banyak penolakan dan ancaman. Namun, orang berilmu hanya takut pada Allah, sehingga hidupnya tenang dan bahagia meskipun banyak rintangan dan ancaman serta hidup dalam serba kekurangan. Pemahamannya yang tercerahkan oleh Islam dan hati yang pandai bersyukur membuat hidupnya dipenuhi kebahagiaan. insyaAllah... (reper/az)


Posting Komentar untuk "Penyakit Hati bagi Pecinta Ilmu"