Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja Indonesia, Gimana Nih Kabarmu?


Oleh: Wahyuni In

Remaja adalah agen perubahan. Di tangan remaja, masa depan bangsa ini digantungkan. Baiknya kualitas remaja saat ini akan membawa kebaikan buat bangsa dan negara. Namun sebaliknya buruknya kualitas remaja saat ini akan membawa kehancuran masa depan bangsa. Lalu, Bagaimana nih kabar remaja Indonesia hari ini?

Kondisi remaja Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, alih-alih berprestasi, yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa kasus seperti tawuran antar pelajar, banyaknya pergaulan bebas yang berujung pada aborsi, narkoba, sampai terlibat kasus pembunuhan. Seperti kasus remaja putri (N) usia 15 tahun yang dengan kondisi sadar tega membunuh balita (A) usia 5 tahun. Setelah dibunuh, jasad korban (A) disembunyikan didalam lemari. Keesokan harinya tersangka (N) beraktivitas seperti biasa. Saat perjalanan menuju sekolah, tersangka (N) memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke kantor polisi. (kompas.com, 8/3/2020)

Perbuatan sadis tersangka muncul akibat terinspirasi film horor yang sering dia tonton. Sungguh ironi, seolah sudah hilang rasa kemanusiaan dan hati nurani remaja putri tersebut. Banyak yang bertanya, kenapa ini bisa terjadi?

Hm... jadi miris. Jika kita melihat kondisi remaja kita. Terlebih dalam kasus N, ini adalah salah satu kasus dari sekian banyaknya masalah yang terjadi pada remaja. Kondisi ini diakibatkan oleh gaya hidup bebas yang dianut di negeri ini. Setiap orang dibiarkan bebas untuk berperilaku dan memisahkan kehidupan dunia dari agama (sekularisme). Hal ini mengakibatkan seorang berbuat sesuka hatinya tanpa dikaitkan dengan halal dan haram menurut agama.

Asal kalian tahu saja, pada dasarnya manusia itu bertindak dan berperilaku berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. Ketika pemahaman yang dimilikinya salah maka perbuatan yang dia lakukan juga akan salah. Inilah yang dinamakan kepribadian. Kepribadian terbentuk dari pola pikir dan pola sikap. Pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh 3 hal: Lingkungan Keluarga, Masyarakat dan Negara.

Keluarga memiliki andil besar dalam pembentukan karakter anak. Kondisi sosial di masyarakat juga turut serta mempengaruhi perkembangan anak. Meski di keluarga sudah dikondisikan, tapi lingkungannya buruk. Hasilnya juga sama saja. Apalagi jika tidak ditopang oleh peraturan yang tepat untuk menangkal berbagai konten negatif dari luar oleh negara. Bisa-bisa hancur generasi kita.

Lalu bagaimana solusi masalah ini agar tidak terulang dikemudian hari?

Nggak usah bingung. Karena, Islam punya solusi yang menyeluruh atas masalah ini. Islam adalah agama yang mengatur semua urusan manusia baik dari sisi lingkungan keluarga, masyarakat dan negara.

1. Lingkungan keluarga

Keluarga dalam islam dibentuk dengan dasar aqidah islamiyah. Setiap anggota keluarga menyadari perannya masing-masing. Seorang ayah memiliki amanah sebagai pemimpin, ia bertanggung jawab terhadap setiap anggota keluarga. Maka ia harus memastikan bahwa setiap anggota keluarga berjalan sesuai dengan aturan Allah SWT. Ibu mempunyai amanah sebagai "umm wa robbatul bait" (ibu dan pengatur rumah tangga). Ayah dan ibu bersinergi dalam pendidikan dan pembentukan kepribadian anak. Setiap aktivitas anggota keluarga senantiasa didasari dengan keimanan dan ketakwaan pada Sang Khalik. Hal ini akan menciptakan suasana keluarga sakinah dan penuh dengan keharmonisan.

2. Lingkungan masyarakat

Masyarakat yang islami senantiasa melakukan aktivitas amar ma'ruf nahi munkar. Setiap anggota masyarakat saling berlomba di dalam kebaikan, dan mencegah dari keburukan. Mereka saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Sehingga tercipta suasana masyarakat takwa yang mendasari setiap perbuatannya dengan hukum syara'.

3. Lingkungan Negara

Negara hadir ditengah-ditengah rakyatnya lewat sebuah sistem peraturan yang menjamin setiap hal berjalan sesuai hukum syara'. Melalui sistem perekonomian islam, negara menjamin setiap individu dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Yaitu memudahkan setiap suami dalam bekerja guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehingga keharmonisan keluarga dapat teraih dan konflik rumah tangga karena alasan ekonomi tidak akan terjadi. Negara dengan sistem pendidikan islam menguatkan pondasi akidah islamiyah pada diri anak sehingga menghasilkan kepribadian anak yakni pola pikir dan pola sikapnya sesuai hukum syara'. Lewat sistem sosial, negara menciptakan suasana untuk saling amar ma'ruf nahi munkar. Negara mengatur media yang diakses rakyatnya dan memastikan tayangan yang bisa dinikmati bebas dari konten-konten negatif seperti pornografi dan adegan kekerasan yang merusak generasi.  Dan melalui sistem peradilan islam maka negara memberikan sanksi yang tegas pada para pelaku kemaksiatan.

Pemberlakuan sistem islam secara integral dan menyeluruh hanya bisa diterapkan dalam sebuah negara Khilafah Islamiyah. Yang menjamin terbentuknya tatanan keluarga sakinah mawaddah warohmah yang akan menghasilkan generasi berkualitas yang membawa masa depan bangsa ini menuju era kegemilangan. Wallahu a'lam bishawab. (reper/oky)

Posting Komentar untuk "Remaja Indonesia, Gimana Nih Kabarmu?"