Sikap Seorang Muslim, Agar Wabah Corona Segera Berakhir
Oleh: Abdullah Makhrus
Pemerintah memperbarui data pasien positif virus corona atau kasus Covid-19 di Indonesia pada Kamis (26/3/2020) sore. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00, ada penambahan 103 pasien. Dengan demikian, total ada 893 kasus Covid-19 di Indonesia. Informasi ini disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis sore ini. (KOMPAS.com)
Miris, menegangkan sekaligus menakutkan. Mungkin inilah reaksi sebagian masyarakat kita. Bagaimana tidak. hanya dalam kurun waktu 24 hari. Mari kita telusuri. Kasus wabah korona terdeteksi awal maret.
Dua pasien pertama yang terinfeksi virus korona diumumkan kepada publik (2/3). Indonesia menjadi negara ke-65 yang melaporkan kasus Covid-19 (jawapos.co.id)
MasyaAllah. luar biasa kenaikan jumlah pasiennya. Kita menjadi teringat sejarah makhluk kecil mampu memorak-porandakan semua kesombongan. Tengoklah akhir kisah Si Diktator, Raja Namrud yang angkuh di tangan nyamuk. Raja Abrahah dan pasukan bergajahpun cukup dihancurkan hewan kecil bernama burung Ababil.
Kini makhluk kecil bernama virus korona yang hanya berukuran diameter diperkirakan mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer mampu menundukkan kekuatan manusia di seluruh penjuru dunia.
Lantas, bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim menyikapi wabah corona agar segera berakhir?
/Pertama, ridho atas ketetapan/takdir Allah/
Wabah virus korona adalah bagian dari takdir. Takdir atas kejadian wabah ini dan kejadian apa saja yang terjadi di muka bumi ini telah diketahui dan telah tercatat dalam Lauhul Mahfuzh sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan lagit dan bumi.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘AshNabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ
/Kedua, terus bersyukur, sabar dan jangan kufur!/
Mari kita mengingat berapa lama kita sudah diberikan Allah kemudahan beraktifitas tanpa takut ancaman apapun. Kini berapa hari kita diuji Allah tidak bisa leluasa bergerak. Mari bersyukur karena ternyata selama ini kita memiliki lebih banyak waktu untuk bisa beraktifitas sebelum wabah ini.
Ingatlah kisah ujian sakit yang begitu lama yang menimpa Nabi Ayub? Istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.” Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.”
Janganlah justru kita kufur karena kekufuran mengakibatkan Allah menurunkan kelaparan dan ketakutan pada sebuah negeri:
“Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat,” (QS. An-Nahl: 112)
/Ketiga, Jangan Sombong!/
Allah SWT berfirman,
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).
Dosa Pertama Iblis karena kesombongannya, sebagian salaf menjelaskan bahwa dosa pertama kali yang muncul kepada Allah adalah kesombongan. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir“ (QS. Al Baqarah:34)
Mari renungkan, kesombongan apa yang telah kita lakukan? sebagai rakyat kita sering ngeyel ketika diminta untuk stay at home di rumah jika tidak ada aktifitas mendesak. Nyatanya, sebagian kita sombong dan mengatakan diluar aman kok. begitu pula komentar para pejabat dan penguasa yang menyepelekan kejadian wabah sebelum merebak ke Indonesia. Astaghfirullah.
/Keempat, Jangan berhenti melakukan amar ma'ruf nahi munkar/
Marilah kita renungkan, bisa jadi karena kita selama ini abai dan membiarkan kemaksiatan terjadi padahal nampak di depan mata kita. tahukah kita akan ancaman Allah SWT.
"Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (QS al-Anfal [8]: 25)
Ibnu Taymiyah, dalam kitabnya (Al-Amru bil-Ma’ruf wa an-Nahyu ‘an Al-Munkar Menjelaskan Ayat di atas merupakan salah satu ayat teragung, sekaligus paling menegakkan bulu roma, yang berkaitan dengan amar makruf nahi mungkar.
Banyak kitab dakwah yang menjadikan ayat di atas sebagai pendorong aktivitas amar makruf nahi mungkar. Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati (hadzr) akan siksaan (azab) yang menimpa secara umum, baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Karena itu, secara syar‘î, bagi orang yang melihat kezaliman/kemungkaran dan mempunyai kesanggupan, wajib hukumnya untuk menghilangkan kemungkaran itu.
Inilah cara menghindarkan diri dari siksaan itu, yakni dengan melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap pihak yang berbuat zalim atau mungkar atau berbuat maksiat apalagi kemaksiatan itu telah 'mewabah' Seperti yang ada di sekitar kita.
Rasulullah SAW pun telah mengingatkan kita;
"Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan dosa segelintir orang, sehingga mereka melihat kemungkaran dan mereka pun mampu untuk mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan menyiksa segelintir orang itu dan juga manusia secara menyeluruh.” (HR. Ahmad).
Kalau sudah seperti ini kenyataannya, masihkah kita bertanya, Dosa apa yang kita lakukan sehingga semua manusia diberikan Wabah Corona ini..
/Kelima, Berdoa dan Saling Mendoakan/
Ummu Darda’ pun mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”
: “إن دعوة المرء المسلم مستجابة لأخيه بظهر الغيب، عند رأسه ملك موكل، كلما دعا لأخيه بخير، قال: آمين، ولك بمثل”. قال: فلقيت أبا الدرداء في السوق، فقال مثل ذلك، يأثر عن النبي صلى الله عليه وسلم.
“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”
Ketika kita ingin diselamatkan oleh Allah dari wabah ini. maka perbanyaklah doa untukmu dan saudara-saudaramu. Doakan agar mereka di jauhkan dari wabah. insyaAllah malaikat akan mendoakan kita dengan doa yang sama. Bukankah doa malaikat pasti dikabulkan karena malaikat tak pernah bermaksiat?
/Keenam, Bertaubat/
Ketika kita menyadari bahwa virus ini adalah makhluk. Maka, langkah terakhir yang paling tepat adalah meminta pertolongan pada Al Khalik yang menciptakan makhluk. Pertaubatan nasional saya serukan kepada seluruh rakyat maupun pejabat. Karena bisa jadi kemaksiatan, dosa, dan kesombongan kitalah yang membuat Allah murka dan menguji kita dengan wabah semacam ini. Allah ﷻ berfirman,
﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS:An-Nuur | Ayat: 31).
Semoga dengan pertaubatan kita sebagai rakyat dan pejabat yang selama ini meninggalkan syariat dan kembali taat semoga menjadi wasilah corona segera minggat. Aamiin (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Sikap Seorang Muslim, Agar Wabah Corona Segera Berakhir"