Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gelisah Ditengah Wabah


Oleh: Farida Fathmah (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Kala itu, lebih dari sebulan lalu
Tetiba gelisah menghampiriku
Berita tentang Pandemi
Telah menghampiri bumi pertiwi

Mahluk kecil tak kasat mata
Telah merusak segala asa
Membuat semua terbata
Hingga hilang semua biasa

Tak boleh keluar rumah
Tak boleh bersalaman
Tak boleh duduk bersebelah
Tak boleh berdekatan

Entah, sampai kapan ini terjadi
Bulan Ramadhan telah menghampiri
Namun pandemi masih hinggapi
Hampir seluruh bumi

Kumerenung dalam hening
Adakah pesan yang tersirat
Dalam kondisi yang telah genting
Pesan dari yang Maha Hebat

Ku yakin Pasti ada
Karena bumi ini milikNya
Dunia ini CiptaanNya
Manusia, alam semesta dan kehidupan ini MahlukNya
Tak akan lepas semua dari ketetapanNya

Bahkan Mahluk kecil tak kasat mata
Yang telah merusak berbagai tatanan dunia
Yang telah membuat ekonomi dunia tak berdaya
Yang telah membuat manusia kehilangan nyawa

Mahluk kecil tak kasat mata
Mereka menyebutnya Corona
Karena katanya punya mahkota
Namun sungguh ku tak terpesona

Wahai mahluk kecil tak kasat mata
Terimakasih telah membantu kami membuka mata
Melihat semua masalah yang kian terbuka

Pemimpin yang tak biasa urus rakyat dari bawah
Aturan yang setiap waktu bisa berubah (darurat sipil hingga PSBB)
Namun, sampai kini tak berani tetapkan Karantina Wilayah
Karna tak mau tanggung semua beban rakyat akibat wabah

Bagaimana atasi wabah?
Bagaimana keluar dari masalah?

Mari sejenak ungkap sejarah
Sejarah Empat belas abad silam
Betapa Islam punya solusi untuk masalah
Betapa Islam bisa selesaikan Wabah

pernah bersabda Rasulullah
“Jika kamu melihat bumi tempat wabah, maka jangan memasukinya"
"Jika kamu berada di sana,
maka jangan keluar darinya.”

Pun ,di zaman Khalifah Umar bin Khatthab
Pernah sang Khalifah meminta saran 'Amru bin Ash
Seorang Sahabat cerdas kebanggaan Rasulullah
Ketika terjadi Wabah di Amwash

Amru Bin Ash berikan saran,
Masyarakat harus sejenak berpisah
Jangan dulu berdekatan
Agar tak berkembang Wabah
Maka wabah pun selesai

Tak sekedar itu
Khalifah Umar pun mendirikan pusat pengobatan di luar wilayah
Membawa mereka yang terinfeksi virus
Dan berikan pengobatan terbaik

Begitu dalam Hikmah dari sejarah
Bahwa sangat penting Kebijakan negara
Begitupun sangat penting Peran Umat
Umat harus punya pemahaman yang sama
Umat harus punya keyakinan yang sama dengan negara
Umat pun harus mudah diatur

Bagaimana dengan kondisi saat ini
Bisakah selesai masalah?
Bisakah hilang wabah?

Ku berharap, Corona segera menjadi Sejarah
Ku berharap, dunia segera berbernah
Kuberharap, Dunia terapkan Islam Kaffah

Kini, Ramadhan telah datang
Bulan Suci penuh Berkah
Musim Semi orang BerIman
Sudahlah Hilangkan Gelisah
Mari Optimalkan Ibadah
Fokuskan Untuk Dakwah
Agar semua Sadar Khilafah

Yaa Rabb...Tolong kami
Beri kami solusi pandemi
Yaa Robb...Ampuni kami
Atas Lalai dan khilaf kami
Yaa Rabb...Engkaulah Penolong kami
Selamatkan kami
Tolong hilangkan wabah dari bumi
Aamiin Allahumma aamiin. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Gelisah Ditengah Wabah"