Kebahagiaan Hakiki, Mencintai Allah dan RasulNya Sepenuh Hati
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, apa sih keinginan terbesar dalam hidupmu? Menjadi orang kaya dengan uang melimpah, mobil dan rumah mewah? Atau menjadi orang terkenal, viral yang dieluk-elukkan banyak orang? Eh itu sih cocoknya orang yang berfikirnya kapitalistik dengan pemahaman sekularisme yang menjangkiti pemikirannya sehingga dia akan terdorong melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Eh, amit-amit deh jangan sampai kau berfikir seperti itu. Saya jamin deh kamu tidak akan bahagia meskipun kamu hidup dengan kemewahan, harta melimpah dan dihormati banyak banyak orang.
Atau kamu ingin jadi orang baik dan melakukan banyak kebaikan pada orang lain sehingga banyak orang suka dan memujimu karena kebaikan yang kau tebar pada orang -orang disekitarmu. Gak salah sih gaes jika kamu ingin melakukan banyak kebaikan karena itu adalah perintah Allah. Tapi hati hati gaes niatmu harus kau tata. Jika keinginanmu hanya untuk dapat pujian dari manusia, rugi besar gaes, karena jatuhnya hanya pada riya' yang merusak amal kebaikanmu. Perhiasan dunia diatas bumi disediakan untuk menguji siapa yang amalannya yang lebih baik dan siapa sungguh-sungguh mencintai Allah dan rasullNya dengan mengikuti petunjuk agama yang lurus.
Kebahagian hakiki adalah sangat kita bisa mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun di dunia bahkan melebihi dirinya sendiri. Tidak perlu kaya dengan uang menumpuk dan simpanan batangan emas yang menggunung tersimpan di tempat tersembunyi karena diperoleh dari hasil korupsi. Untuk apa semua itu jika hati tidak tenang dan selalu was-was. Untuk apa pula jabatan dan kekuasaan, kalau hanya membuat hidup resah dan gelisah. Untuk apa semua itu kita kejar mati-matian jika kita tidak bisa menikmati dan selalu galau karena jauh dari sang pemberi nikmat dan rezeki.
Jika kita menjadi kekasih Allah, apa yang kita minta dalam do'a kita pasti akan dikabulkan atau jika tidak kita akan diberi yang lebih baik dari yang kita minta. Di dunia kita akan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya apalagi di akhirat nanti, surga disediakan bagi orang-orang yang menjadi kekasihNya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang pada semua makhlukNya, dan itu tidak perlu diragukan lagi. Namun, cinta kita pada Allah sering diuji dengan perhiasan dunia yang sering menggelincirkan manusia menjadi budak dunia dan manusia menjadi seburuk-buruk makhluk karena menolak diatur dengan syariatnya. Padahal manusia adalah makhluk yang paling mulia dan sebaik-baik makhluk jika dia mau beriman dan mengikuti petunjuk dan peringatan dari agama Islam.
Jangan mengaku mencintai Allah dan rasulNya jika diam saja dan tidak sakit hati ketika ada yang menistakan rasulullah dan risalah yang dibawanya. Jangan mengaku cinta Allah dan rasulNya jika lebih memilih hukum buatan manusia dan meninggalkan syariat Allah. Bagaimana bisa nengaku cinta Allah dan rasulNya jika lebih mencintai jabatannya sehingga lidahnya kelu dan tidak mempu menyatakan kebeneran yang bersumber dari hukum Islam.
Jika kamu memang cinta dengan Allah dan rasulNya, kamu harus bisa menerima Islam secara kaffah tidak perlu memilih dan memilah yang dianggap sesuai dengan kekinian dan diakui oleh kebanyakan orang. Islam dijadikan solusi fundamental untuk seluruh masalah sehingga setiap menghadapi masalah termasuk pandemi covid-19 harusnya lebih memilih solusi Islam apa yang dicontohkan rasullullah, bukan solusi kapitalis ataupun sosialis. Cukuplah Islam solusi untuk semua masalah dan yakinlah. Mencintai Allah dan rasulNya harus dibuktikan dengan mengambil ajaran Islam secara kaffah dan membuang semua pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam apalagi jika itu bertentangan dengan risalah yang dibawa oleh rasulullah, Muhammad SAW. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Kebahagiaan Hakiki, Mencintai Allah dan RasulNya Sepenuh Hati"