Kembali Menapaki Visi Yang Pasti
Oleh: Anggraini Putri Mahardita
Banyak dari kita mungkin tak sadar telah menyia-nyiakan umur kita selama ini.
Banyak dari energi kita terkuras hari demi hari serta keringat yang menetes tak terhitung jumlahnya namun berakhir percuma sebab aktivitas dan langkah kita bisa jadi tanpa tujuan yang pasti.
Gambaran orang tanpa tujuan pasti itu seperti mencari rumah seseorang tanpa alamat. Tenaga dan waktu ia keluarkan namun berakhir tersesat. Karena itu perlu menapaki visi yang pasti sebab visi yang pasti itu dapat menjadi solusi. Solusi bagi siapapun yang melangkahkan kaki di dunia ini.
Setiap manusia yang ada pasti melaju dan berlalu. Yang membedakan adalah ada yang melaju ke arah yang jelas namun ada juga yang melaju tanpa arah yang jelas. Mereka yang melaju ke arah yang jelas adalah yang bermanfaat bagi masa depannya baik dunia maupun akhirat. Sebaliknya mereka yang tak memiliki arah yang jelas adalah yang sama sekali tak memberikan kebaikan bagi masa depannya di dunia dan akhirat.
Mereka yang berlalu tanpa arah yang jelas terkadang melupakan tujuan sejati dalam hidup. Mereka berjalan di dunia hanya sekedarnya saja. Makan, sekolah, menikah, mempunyai anak lantas meninggal begitu saja. Padahal Allah berfirman dalam Al-Quran :
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)
Dari ayat di atas harusnya menjadi acuan bagi kita agar senantiasa mempersiapkan untuk kehidupan setelah dunia. Dunia bukan dijadikan tujuan yang utama, melainkan sebagai wasilah untuk melakukan apa yang segala diperintahkan oleh Allah.
Termasuk ketika Allah perintahkan kita sebagai manusia untuk beribadah kepada Allah seperti yang ada di surat Adz Dzariyat ayat 56 artinya setiap detik selama kita di dunia harusnya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah.
Sedangkan ibadah tentu bukan hanya sekedar menjalankan ritualitas seperti shalat, puasa, zakat dan haji saja. Melainkan, ibadah yang disampaikan dalam ayat di atas adalah mencakup totalitas penghambaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh syariah-Nya, melaksanakan semua hukum-Nya dan patuh pada apa saja yang telah Allah tetapkan atasnya.
Itu sebabnya mari kita kembali menapaki visi yang pasti. Yaitu mengharapkan ridho Ilahi. Dengan beribadah secara totalitas sampai akhir hidup ini. Karena kita tak pernah tahu, kapan ajal akan menghampiri. Setidaknya ketika usia telah benar-benar berhenti, kita telah berusaha mempersiapkan apa yang akan kita bawa setelah kehidupan dunia ini. Wallahualam. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Kembali Menapaki Visi Yang Pasti"