Ketika Covid-19 Melanda, Bagaimana Seharusnya Peran Seorang Ibu?
Oleh: Aisyah Rasyida (Mahasiswi)
Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia memberikan dampak yang besar keberbagai aspek. Salah satu aspek yang terkena imbasnya yaitu bidang pendidikan. Adanya permasalahan di bidang pendidikan tersebut membuat menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim mengambil keputusan untuk mengganti kegiatan pembelajaran di sekolah menjadi kegiatan pembelajaran di rumah dengan pengawasan langsung dari para orang tua.
Kebijakan tersebut awalnya disambut baik oleh para siswa tingkat SMP dan SMA karena di anggap akan menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Namun setelah kegiatan tersebut berjalan, berbagai kendala di lapangan bermunculan seperti para guru yang kesulitan dalam pengoperasian aplikasi hingga siswa yang kesulitan mengakses berbagai materi karena tingkat jaringan internet yang kurang stabil.
Bukan hanya permasalahan pada para guru dan siswa, permsalahan juga terjadi pada para orang tua yang memiliki keluhan dari permasalahan teknis hingga kesulitan dalam mendisiplinkan anak untuk belajar. Bahkan di tingkat TK hingga SD, tugas yang diberikan oleh guru melalui online malah dikerjakan oleh orang tuanya sendiri. Ketidaksiapan orang tua dalam mendampingi anak saat belajar jarak jauh ini memberikan gambaran bahwa selama ini orang tua melimpahkan tanggung jawab mendidik hanya kepada lembaga pendidikan semata, meskipun ada sebagian orang tua yang mungkin masih menjalankannya.
Bukanlah sepenuhnya kesalahan orang tua khususnya, seorang ibu. Jika dalam proses pembelajaran jarak jauh tersebut terjadi ketidakoptimalan peran orang tua dalam proses mendidik anak. Di era kapitalis seperti sekarang ini para orang tua di giring untuk sibuk dalam kegiatan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup akibat himpitan ekonomi yang berimbas pada kemiskinan karena penerapan sistem kapitalisme. Akibat sistem kapitalis ini pulalah, peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya menjadi bergeser. Kapitalisme menggiring para ibu untuk masuk ke dunia kerja dengan dalih mampu meningkatkan taraf ekonomi kehidupan keluarga. Dalih seperti itu juga diperkuat dengan adanya pemberdayaan ekonomi perempuan maupun adanya agenda keseteraan gender.
Dibalik permasalahan pendidikan yang terjadi akibat pandemi covid-19 tersebut, hikmah yang dapat kita ambil dari qadarullah tersebut yaitu kembalinya fitrah seorang ibu sebagai pangkuan keluarga khususnya, anak-anak mereka.
Selama masa karantina di rumah akibat covid-19 tersebut banyak para ibu yang kesulitan dalam membantu proses pembelajaran di rumah. Untuk itu, para ibu harus diberikan pemahaman terkait pentingnya peran dan tanggung jawab seorang ibu dalam mendidik generasi bangsa. Dan pemahaman terkait kemuliaan peran seorang ibu, serta imbalan pahala yang begitu luar biasa dari Allah SWT untuk seorang ibu karena peran mendidik anak-anaknya. Bahkan Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menyebutkan kata ibu lebih banyak dari pada ayah ketika ditanya tentang kepada siapa seseorang harus berbakti terlebih dahulu.
Dari Abu Hurairah radhiyallhu’anhu. Belau berkata, “seseorang datang kepada Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam dan berkata,”Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menjawab “Ibumu!’ dan orang tersebut kembali bertanya, kemudian siapa lagi? Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menjawab, ”Ibumu!”. Orang tersebut bertanya kembali, kemudian siapa lagi? Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menjawab, ”Ibumu!”. Orang tersebut bertanya kembali, kemudian siapa lagi? Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menjawab, ”Ibumu!”. Orang tersebut bertanya kembali, kemudian siapa lagi? Rasulullah Shalallahu a’laihiwasallam menjawab, ”Kemudian ayahmu!”. [H.R Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548]. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Ketika Covid-19 Melanda, Bagaimana Seharusnya Peran Seorang Ibu?"