Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengemban Misi Dari Langit


Oleh: Sahilatul Hidayah

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu." (TQS. Ad dzariat : 56)

Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata misi? Kalau aku sih yang teringat adalah film kartun Dora. Dengan kalimat fenomenalnya ketika misinya berhasil terselesaikan dengan baik. Berhasil...berhasil..berhasil..hore.. Tau tak film kartun itu? Gak tau..Udah deh lewatin aja kalau gitu..Wkwkwk..

Aku yakin nie kalau setiap orang pasti punya misi yang ingin dia jalankan dalam hidupnya. Entah itu misi sebagai pribadi ataukah sebagai bagian dari perusahaan buat yang udah kerja, dari organisasi bagi yang aktif di organisasi atau kek aku gini nie yang lagi ngejalanin bisnis.

Btw anyway busway, buat yang lagi sedang dalam proses ngejalanin misinya tetap bersemangat yak, karena memang bukanlah sebuah proses yang mudah  tapi yakinlah semua akan indah pada waktunya, eh salah salah maksudnya semua akan sampai pada tujuannya. Kapan? Nikmatin aja prosesnya. Karena ketika sudah akan sampai kamu akan bisa merasakan kebahagiaan seperti yang Dora rasakan ketika dia berhasil menyelesaikan misinya. Dan itu worth it dengan semua hal yang harus terjalankan dalam proses menjalankan misinya. Percayalah..

Nah..yang lagi aku omongin nie soal misi dalam kehidupan dunia yak. Lalu..pernah kepikiran gak ada lho misi yang itu begitu istimewa. Yang datangnya dari Sang Maha segalanya. Misi yang datangnya dari langit. MashaaAllah..ada ya kak misi kek bgitu. Aku kok jadi kepo ya kak, apa sih misi dari langit itu? Ok yang pada kepo tentang itu, tetap stay tune yaak..

Fyi, Allah telah menciptakan manusia ke dunia ini bukan tanpa sebab dan tujuan pastinya. Dan ternyata sudah sangat jelas Allah dah nyebutin dalam QS. Ad dzariyat 56 Seperti yang aku sebutin di awal, yaitu untuk beribadah kepadaNya. So yang masih galau bin baper dengan apa yang harus dilakuin dalam hidupnya, smoga tulisan aku ini bisa ngebantu kamu keluar dari situasi itu.

Next question is ibadah yang seperti apa ya kak yang kudu kita jalanin sebagai hamba? Apakah hanya mencukupkan diri dengan ibadah yang hablum minaAllah (hubungan dengan Allah) aja seperti sholat, dzikir, puasa dan ibadah haji. Jawabannya tentu tidak..karena yang namanya ibadah itu adalah berusaha selalu dalam ketaatan dengan menjalankan semua syariatNya. Dan syariatNya gak hanya terkait dengan hablum minaAllah aja, tapi juga dengan hambum minanas (hubungan dengan manusia).

Bahkan urusan hablum minannas ini tercatat dalam Al quran dan Hadist sebanyak kurleb 90%, sisanya yang 10% baru hablumminaAllah. Misal : berbakti kepada ortu, itu bernilai ibadah lho gaess, karena di dalam Alquran disebutkan tidak boleh berkata ah kepada ortu kita. So ketika kita taat ngelakuin itu, akan ada pahala yang sangat besar menantimu.

Waaah..buanyak ya kak ternyata syariatNya yang berhubungan dengan hablumminanas, kita bisa ta kak ngejalanin semuanya gitu?. Padahal aku tuh pernah baca tulisan kakak sebelumnya kalau islam datang sebagai penyelesai masalah atas semua permasalahan hidup kita sebagai manusia.

Nah..itu dia masalahnya, gak semua syariatNya bisa kita jalanin sebagai individu. Ada tuh syariatNya yang gak akan pernah dilakukan secara sempurna tanpa adanya kehadiran institusi negara disana. Aku kasih contoh yang deket beut sama aku yang nyemplung di dunia bisnis ya, riba a.k.a bunga. Bukan bunga mawar putih yang dibawa pangeran berkuda putih buat kamu ya..bukan dungs tapi bunga yang ada ketika kita melakukan pinjaman dan menabung di bank. Gak hanya itu sih, pembayaran secara kredit sekarang keknya hampir semua pakai bunga kecuali yang menerapkan prinsip syariah tanpa bunga.

Padahal dosa besar beut lho bagi semua pelaku riba. Kita sebagai individu yang sadar mungkin bisa gak pke, tapi yang lain? yang bahkan ngejadiin itu sebagai mata pencahariaannya. Kalau gak ada negara gak akan mungkin deh urusan itu bisa kelar. Trus gimana dung kak negara yang kek gitu keknya belum ada deh. Iyess emang belum ada, tapi dulu pernah ada. Namanya negara Khilafah dengan pemimpinnya seorang khalifah.
Aku baru nyebutin satu lho syariatNya yang hanya bisa terjalankan secara sempurna dengan kehadiran negara, padahal masih banyak juga ketataan menjalankan syariatNya yang butuh kehadiran negara. Termasuk sekarang yang lagi masalah serius yang kita hadapi bersama wabah virus Corona, butuh beut tuh kehadiran negara di sana. Keknya gak usah tak jelasin kenapanya deh ya.

Jadi, ketika tugas kita sebagai seorang hamba itu kudu beribadah kepadaNya, sementara kita gak bisa beribadah secara sempurna tanpa ada kehadiran institusi negara yang ngebantu kita dalam ketaatan kepadaNya. So apa yang harusnya kita lakuin? ya of course mengemban misi dari langit itu, dengan cara woro-woro alias mendakwahkan kepada yang lain, ini lho kita butuh beut nie kehadiran khilafah yang akan ngejadiin kita semakin taat kepadaNya, dan urusan hidup kita akan terselesaikan, karena dengan kehadiran khilafahlah syariatNya bisa terjalankan secara sempurna. Gimana gimana..mau barengan mengemban misi dari langit itu? (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Mengemban Misi Dari Langit"