Persahabatan
Oleh: Yusuf Kushandiansyah (Santri SMP Bina Insan Mandiri Ponpes Al Ihsan Baron Nganjuk)
Aku tercatat sebagai murid baru di SMP Eden. Namaku David.Tak ada peristiwa yang spesial pada awal masuk. Semuanya terasa biasa-biasa saja. Namun lama kelamaan teman-teman mulai berevolusi. Aku mulai di benci tak beralasan.
Satu persatu teman baikku menghinaku. Aku paham, aku memiliki kelemahan dalam beladiri. Hanya Megan dan Aran yang masih baik terhadap aku. Mereka menolong saat aku kesusahan. Rasa syukurku begitu besar, karena masih diberi teman yang baik.
Megan orangnya lemah lembut, sopan dan ramah, rambutnya panjang dan hitam pekat. Ia juga memiliki kelemahan dalam berpikir.
Sedangkan Aran orangnya baik, suka menolong, bijaksana dan tegas. Ia tidak suka dengan kebatilan. Ia murid yang pintar dan berprestasi. Namun ia dijauhi oleh teman-temannya kecuali kami.
Tubuh Aran standar, wajahnya sedikit ke-amerika-an dan putih bersih.
Aran, dijauhi karena ia anak yang sempurna, membuat teman-temannya iri dan dengki padanya.
Sedangkan aku dijauhi teman-teman, selain karena aku lemah dalam beladiri, juga lemah dalam belajar, tubuhku standar. Namun, ada yang menonjol dari diriku, aku mudah berbicara didepan halayak ramai. Aku mudah berbicara dan berdebat dengan orang-orang. Tentunya bukan debat kusir.
Suatu hari, keluar pengumuman dari pihak sekolah, bahwasannya akan diadakan lomba cerdas cermat dan lomba debat yang bertemakan“dunia luar”.
Kamipun mencari informasi kemana-mana. Mulai dari pagi hingga malam hari, kami mencari dan mencari. Demi mendapatkan penghargaan dan beasiswa keluar negeri.
Lomba dimulai pada hari jumat pekan depan. Kami masih punya waktu satu minggu. Besar harapan kami untuk mendapatkan hadiah itu.
Saat kami di perpustakan kami kedatangan tamu yang tak di undang. Hiro, anak osis yang sombong, Ia pernah masuk kandidat di olimpiade IPA nasional dan juara lomba debat internasional.
“Sepertinya ada yang ingin ikut lomba pada hari jumat depan, tapi siapa ya?”kata Hiro dengan nada mengejek. Aku tidak menghiraukan apa yang dia bilang, kami focus membaca untuk lomba itu.
”David!!!...kamu itu lemah, mimpi ingin dapat beasiswa?” kata Hiro.
Kami masih bersabar. Tidak sampai di situ, ketika kami keluar dari perpustakaan untuk pulang, sambil ngobrol bertiga, tetiba kami di senggol hingga kecebur kedalam kolam ikan yang berada di pinggir pohon, di sekitar area taman.
Aran tidak terima atas perbuatan itu kepadanya, ia memarahi Hiro. Namun Hiro lebih emosi, amarah Hiro memuncak, ia memukul Aran hingga terjatuh.
Aku mengangkat Aran dan menenangkanya. Lalu kami beranjak untuk pulang dengan pakaian basah kuyup, melekat ditubuh kami.
Saya mengajak Aran mampir kerumah dulu untuk megobati lukanya dan meminjamkan baju pengganti agar Aran tidak masuk angin. Sedangkan Megan langsung pulang kerumahnya.
Hari berganti hari, tanpa seharipun kami lewati tanpa belajar. Tiada hari tanpa belajar.
Tibalah waktu yang di nanti-nanti. Kami masuk keruangan perlombaan masing-masing. Aku menjawab semua soal yang di berikan oleh lawan-lawanku.
Sedangkan Aran menjawab soal-soal di kertas jawaban yang diberikan panitia.
Dua jam telah berlangsung. Dari hasil penilaian para juri ditetapkan Aku dan Aran masuk semi final.
Aku hampir kalah debat karena kehabisan kata-kata. Aku mendapatkan waktu bonus untuk menjawab soal yang diberikan, dan alhamdulilah akhirnya aku bisa menjawabnya.
Lomba babak berikutnya telah dimulai beberapa waktu yang lalu. Tiba-tiba aku mendengar perkataan wasit, Aran di diskualifikasi karena mencontek. Aku terkejut, namun aku harus focus di lombaku sendiri. Akhirnya untuk kedua kalinya, para juri mengumumkan hasil lomba, dan aku masuk babak final.
Setelah selesai urusanku, kuhampiri Aran. Dia berbisik “berhati-hatilah David, mereka bermain curang“.
Kata-kata Aran masih terngiang, aku kembali kelombaku. Lomba penentuanpun dimulai. Kali ini aku melawan Hiro. Kami berdebat dengan sengit. Satu jam telah berlalu, Hiro mulai kehabisan kata-kata.
Skakmat…lirihku. Hiro kehabisan kata-kata. Semua orang terkejut, diam terpana, sesaat keheningan menjelma.
Tak lama kemudian sorakan meriah meyambutku. Luapan rasa syukur meluncur dari mulutku, “alhamdulillah Ya Rabb”.
Spontan aku bersujud. Dalam sujud syukurku bergetar hatiku menyebut namamu Ya Allah “Alhamdululillah Ya Rabb, Engkau mengamanahkan ini pada hamba, jagalah hambamu ini ya Rabb, dari rasa sombong, iri, berbangga hati hingga itu akan melalaikan hamba, Jagalah hambamu ini Ya Rabb dari semua rasa itu, ya Rabb”.
Bangun dari sujud syukur, di pojok ruangan lain, aku melihat Hiro dimarahi oleh orang tuanya.
Aku berlari mendekatinya manakala tangan orangtuanya terangkat hendak melayangkan pukulan kearah Hiro. Aku berdiri diantara keduanya untuk melindungi Hiro.Tak lama, aparat keamanan sekolah datang menghampiri. Setelah itu, orang tua Hiro ditangkap karena kasus KDRT. Untuk sementara Hiro tinggal di rumahku, atas ijin orangtuaku.
Sejak saat itu tidak ada yang namanya bully membully. Kami berteman baik, karena kami mengerti bahwa bully itu tidak ada manfaatnya. Marilah kita berubah untuk menjadi insan yang yang baik dan mencintai sesama manusia dengan keimanan yang diajarkan agama.
Baginda Rasulullah Saw, mempersaudarakan kaum anshar penduduk asli Madinah dengan kaum muhajirin dari Mekkah yang hijrah ke Madinah. Sehingga tercipta kedamaian dan terwujudnya kemakmuran.
Agama kita tidak membedakan antara sesama manusia, yang membedakannya adalah ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Ketaqwaan pada Allah SWT adalah mentaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Tidak pakai tapi, tidak pakai pilih-pilih, seperti memilih makanan yang tersaji dimeja makan sesuai selera atau kesukaan kita sendiri.
Tak berselang lama, orangtua Hiro dibebaskan. Ada perubahan drastis dari sifat dan watak orangtua Hiro. Sekarang lebih bijak, tutur katanya lemah lembut. Tak terlihat lagi peringainya yang bengis. Orangtua Hiro seperti api yang menyala-nyala tersiram air nan dingin. Adem, gitu lho. Dan Hiropun kembali kedalam pelukan orangtuanya yang kini sarat dengan kasih sayang.
Sangat mudah bagi Allah SWT, membolak balikan hati manusia dalam sekejap. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Persahabatan"