Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan Untuk Menempa Diri Agar Menjadi Pribadi Bertaqwa


Oleh: Mochamad Efendi 

Tinggal menghitung jam kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Tak sabar rasanya hati ingin bertemu bulan yang penuh berkah dan pastinya akan temukan banyak kebaikan jika kita memohon dan meminta dengan sungguh-sungguh kepada sang pemilik hidup, alam semesta dan manusia.  Semoga pandemi covid-19 segera berakhir di bulan yang penuh pengampunan ini dan kesadaran umat semakin bertambah untuk berislam kaffah.

Rindu rasanya menikmati indahnya kehidupan Islami yang tercipta di bulan Ramadhan dan semoga tetap terjaga sepanjang tahun dengan diterapkanya ajaran Islam Islam secara kaffah dalam kehidupan nyata. Ayo kita sambut bulan suci ramadhan dan jadikan bulan Ramadhan momentum untuk melakukan perubahan hakiki. Yang akan kita rasakan sepanjang tahun ke depan dan tahun-tahun berikutnya dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan meninggalkan larangannya, serta menghilangkan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan.

Lantas, bagaimana Ramadhan bisa menempa kita menjadi pribadi bertaqwa?

Pertama, merasa gembira menyabut tamu yang istimewa, bulan suci Ramadhan meskipun jika harus tinggal di rumah saja. Bahagia menyambut bulan yang membawa banyak kebaikan adalah bentuk masih terjaganya iman di dalam dada. Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).

Salah satu tanda keimanan adalah seorang muslim bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang ia nanti-nantikan, maka ia persiapkan segalanya dan tentu hati menjadi sangat senang tamu Ramadhan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika ia menjumpai Ramadhan.

Hendaknya seorang muslim khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan datangnya Ramadhan. Ia merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bisa jadi ia terluput dari kebaikan yang banyak dari bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih dari 1000 bulan.

Kedua, siapkan dirimu untuk mengisi ramadhan dengan amalan terbaikmu dengan ikhlas karena Allah. Waktunya untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunah seperti yang dicontohkan rasullulah. 

Ramadhan harus digunakan untuk menempa diri dengan perbanyak sholat sunah dan membaca al-Qur'an agar iman semakin tebal untuk bekal nanti saat mengarungi kehidupan sepanjang tahun dengan ketaqwaan. Kebiasaan baik yang sudah terbentuk dan terbiasa di bulan Ramadhan harus terus terjaga meskipun kita sudah meninggalkannya nanti.

Satu bulan setelah menempa diri di bukan suci yang penuh berkah,  ampunanan dan banyak kebaikan lainya,  diharapkan kita akan menjadi pribadi bertaqwa yang takut hanya kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintaNya dan menjauhi semua yang dilarang dalam ajaran Islam.

Ketiga, jadikan ramadhan untuk mengasah kepekaan sosial terhadap saudara kita yang butuh uluran tangan kita di tengah pandemi. Peduli pada sesama meskipun tidak bersentuhan secara fisik. Menjaga jarak bukan berarti menghilangkan rasa impati kita pada sesama manusia. Kita bangun rasa cinta pada saudara kita karena Allah. Kita harus siap menolong mereka yang membutuhkan di tengah pandemi karena banyak orang hidup dalam kesusahan. Ini saatnya kita perduli dengan orang terdekat kita,  tetangga. Jangan sampai ada yang kelaparan dan tidak ada yang bisa dimakan. Puasa memberi pelajaran bagi kita untuk merasakan lapar sehingga kita bisa empati dengan saudara kita yang kekurangan secara materi.

Dalam hidup ini manusia tidak bisa luput dari khilaf dan salah. Namun,  yang terpenting adalah kita bisa menyadari kesalahan itu. Mumpung kita masih dipertemukan dengan bulan yang penuh ampunan, kita gunakan untuk bertaubat dengan memperbaiki semua kesalahan. Sesungguhnya Allah sangat mencintai hambaNya yang mau bertaubat dan kita terlahir kembali menjadi pribadi bertaqwa. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Ramadhan Untuk Menempa Diri Agar Menjadi Pribadi Bertaqwa"