Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Lagu Aisyah


Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

Lagu Aisyah tengah viral di lini masa. Lagu ini dinyanyikan oleh tak hanya oleh warga Indonesia. Beragam pula versi liriknya dan yang menyanyikannya. Bahkan, penyanyi yang beragama nasrani pun ikut menyanyikannya.

Lagu Aisyah yang dinyanyikan oleh Sabyan sukses mengundang pro dan kontra. Pihak yang pro memandang bahwa ini salah satu cara mencintai dan meneladani sayyidah Aisyah. Pihak yang kontra memandang lirik lagu terlalu vulgar. Tak pantas untuk didengar. Khawatir jika dibayangkan oleh para jomblo lillah.

Saya pribadi kala mendengar lagu versi Indonesianya, yang terbayang adalah betapa romantisnya kehidupan rumah tangga Rasul. Walaupun umur Rasul dan sayyidah Aisyah terpaut jauh, tetapi kehidupan rumah tangga mereka sangat 'sweet'.

Meski kita juga tahu kisah pencemburunya sayyidah Aisyah, tapi Rasul menyikapinya dengan sabar. Tak pernah kasar, membentak atau main tangan kala marah pada sayyidah Aisyah. Rasul mencontohkan bermain-main dengan istri pun tak malu beliau lakukan, sebagaimana Rasul dan Aisyah berlarian. Sayyidah Aisyah pun selalu menyediakan minum untuk Rasul.

Tapi, di sisi lain, saya tidak setuju dengan penggambaran fisik sayyidah Aisyah. Ibarat sedang membayangkan dan mengagungkan kecantikan istri orang. Apalagi ini istri Rasulullah saw.  Tidak etis. Bahkan, istri-istri Rasul sampai mendapat kewajiban untuk memakai cadar, tidak dibolehkan menikah dengan lelaki lain setelah menikah dengan Rasul.

Hal yang sama berlaku untuk lagu yang menggambarkan fisik Rasul. Kenapa? Karena bisa membangkitkan naluri jinsiyah. Memandang dan membayangkan sayyidah Aisyah, ummul mukminin, wanita yang Allah pelihara kesuciannya, dengan pandangan kecantikan fisiknya.

Saya setuju dengan dakwah mengenalkan sahabat juga shahabiyah pada kaum muda via lagu. Lagu bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi siapa saja bahkan bagi anak-anak. Tapi, mungkin harus lebih diperhatikan isi liriknya. Hati-hati dalam menentukan lirik. Jangan sampai niat baik ternodai karena kesalahan caranya. Wallahu'alam bish shawab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Tentang Lagu Aisyah"