Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Ramadhan Tak Sekedar Rebahan


Oleh: Dwi P. Sugiarti

Sahabat, bulan ramadhan sudah separuh jalan. Namun sudahkah kita berkaca pada diri, seberapa banyak amalan sunnah yang sudah kita kerjakan? Jangan-jangan masih jauh dari target yang sudah kita buat sejak awal ramadhan lalu. Tentunya bukan tanpa sebab hal tersebut kita alami bahkan pada setiap ramadhan.

Seringkali kita justru lebih banyak tidur dan rebahan karena lemas dan malas mengerjakan sesuatu saat puasa. Hal tersebut biasanya terjadi karena pola makan dan tidur kita yang tidak benar. Padahal islam memberikan aturan di dalamnya. Dampaknya, jangankan target muraja'ah 1 juz per hari atau konsisten mengerjakan shalat sunah kita justru sibuk dengan gadget dsn TV atau malah tidur karena sering mengantuk.padahal seharusnya, saat pandemi seperti ini adalah momen untuk bisa fokus memperbanyak ibadah. Sebab kita tidak tersibukkan oleh aktivitas seperti ngabuburit dan buka bersama di luar.

Nah, sahabat mumpung masih ada separuh jalan lagi, yuk kita tata kembali target ramadhan kita. Agar apa yang Allah SWT firmankan dalam surah Al Baqarah ayat 183 tentang hikmah dibalik ramadhan ini yakni supaya manusia menjadi bertakwa bisa terealisasi.

Beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menata kembali agar ramadhan kita bermakna adalah:

Pertama, niat. Sebagai seorang muslim tentu kita sadar bahwa niat adalah kunci pertama agar kita bisa menjalani setiap aktivitas kita dalam kondisi apapun. Kalau sudah meniatkan sejak awal maka kita akan semakin terarah. Sebagaimana kisah penaklukan muhammad Al fatih yang sejak kecil sudah meniatkan diri agar kelak bisa menaklukkan kota Konstantinopel.

Kedua, fokus. Hakikatnya setiap manusia hanya bisa fokus pada 1 hal. Jikapun ia mengerjakan banyak hal maka yang terjadi justru malah berantakan. Nah, kita tentunya harus terfokus pada tujuan bukan pada hambatan. Jika tujuan kita adalah memenuhi target ramadhan yang kita buat maka sesulit apapun hambatan dan tantangan yang ada di depan kita akan kita hadapi. Saat bulan ramadhan, salah satu tantangan orang berpuasa adalah menahan lapar dan dahaga dan saat itulah orang akan malas mengerjakan apapun saat dalam kondisi lapar dan haus. Maka, jangan terfokus pada hambatan fokuslah pada tujuan yang ingin kita capai. Memang lapar dan hausnya tak akan hilang sampai kita berbuka. Tapi minimalnya kita menikmati aktivitas kita meski sedang bepuasa.

Ketiga, Yakin bahwa semua aktivitas bernilai ibadah selama tidak menyalahi syariat. Dalam surah Al Ashr ayat 1 dan 2 dikatakan bahwa

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman…"

Seorang ulama pernah berkata bahwa bahwa jika seseorang tidak menggunakan imannya maka apapun yang dia lakukan tidak akan mrnguntungkan sebab hal tersebut tidak bisa dinilai ibadah. Maka seorang muslim yang beriman harus meyakini bahwa setiap amalan yang dia perbuat adalah bagian dari ibadah. Sehingga akan bernilai pahal. Terlebih amalan tersebut dilakukan saat bulan ramadhan dimana Allah SWT melipatgandalkan pahala kepada hambaNya.

Nah, jika tiga kunci itu telah kita pegang maka insyaallah apapun targetmu bisa terealisasi. Agar ramadhan di rumah tak sekedar rebahan. So, jangan sia-siakan sisa ramadhan kali ini ya. Wallahu'alam bish shawwab. (reper/rmn)

Posting Komentar untuk "Agar Ramadhan Tak Sekedar Rebahan"