Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lebaran "No Mudik" Tapi Tetep Asyik


Oleh: Yuyun Suminah

Hi, sobat gimana kabar puasanya? Tak terasa kita berada di penghujung Ramadhan dan sebentar lagi akan berpisah dengan bulan yang mulia ini. Sedih. Tak akan ada lagi amalan-amalan ibadah Ramadhan seperti solat tarawih, i'tikaf dll walaupun dalam kondisi pandemi dan dalam edisi stay at home ramadhan tetep istimewa di hadapan Allah SWT.

Amalan yang sudah dikerjakan seperti solat tahajud, tadarus Alquran dll jangan ditinggalkan begitu saja tanpa bekas justru ramadhan adalah star awal kita tuk menjadikan habit dibulan selanjutnya. Siap!!!

Yuk kita kencangin ikat pinggang tuk meraih 10 hari ke 3 Ramadhan yaitu meminta dibebaskan dari api neraka.
Rasulullah mengingatkan kita yang artinya:  “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka.”

Puasa tinggal beberapa hari lagi, itu artinya hari kemenangan idulfitri atau lebaran segera tiba walaupun lebaran kali ini akan berbeda karena Allah menyelipkan wabah Covid-19 ke tengah-tengah kita. Lebaran yang identik dengan mudik atau pulang kampung mesti tertunda dulu.

Tertunda rasa rindu akan kampung halaman, bertemu orangtua, sanak sodara dan sahabat di kampung halaman. Karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan dilarang mudik tapi setelah larangan mudik dikeluarkan pemerintah membolehkan pulang kampung. Duh.. ko kebijakannya menca-mencle gitu ya.

Kata Bapak presiden mudik dan pulang kampung itu beda, beda apanya ya? Kalau mudik dilakukan pada momen tertentu saja yaitu lebaran dan akan kembali lagi ke tanah rantauan tapi kalau pulang kampung seseorang yang kerja di rantauan dan pulang tuk menemui kelurganya tanpa balik lagi ke tempat perantauan. Mmm...

Akhirnya banyak masyarakat yang mencuri star mudik eh... pulang kampung lebih awal. Padahal mau mudik atau pulang kampung aktivitasnya sama saja. Kebijan yang terbaru lagi diperbolehkannya transfortasi beroperasi itu artinya masyarakat boleh mudik. Hadeh!

Trus sobat pilih mana nih? Mau mudik atau pulang kampung tahan dulu ya. Lebaran kali ini kita cukup stay at home saja. Tahan dulu karena kondisi tak mendukung tuk saat ini.

Walaupun nggak mudik lebaran tetep asyik ko, dengan cara apa ya biar lebaran tetep berkesan walaupun tanpa mudik.

1. Silaturahmi Online

Siapa bilang tak mudik tak bisa silaturahmi dengan bantuan teknologi silaturahmi jadi mudah walaupun jarak terpisah berpuluh-puluh Mil. Manfaatkan kecanggihan teknologi saat ini sebagai perantara tuk meluapkan rasa rindu dengan keluarga di kampung halaman. Tetep bisa berkirim salam, saling mengucapkan lebaran dan bisa bertatap muka juga.

2. Memasak Menu Lebaran Sendiri

Tuk mengobati rasa kangen dengan masakan di kampung halaman kita bisa mencoba masak makanan sendiri khas daerah masing-masing. Untuk resepnya bisa cari di situs makanan. Yakin deh nuansa lebaran dengan makanan khasnya seperti ketupat dll bisa kita nikmati.

3. Berbagi Hadiah Via Jasa Pengiriman

Tak mudik bukan berarti tak bisa berbagi dengan orangtua dan sanak kelurga di kampung halaman. Kita bisa berbagi hadiah seperti baju lebaran, ampau (uang lebaran) dll lewat jasa pengiriman.

Nah... sobat gimana mau dicoba tipsnya lebaran no mudik tapi tetep asyik. Wallahua'alam. (reper/yun)

Posting Komentar untuk "Lebaran "No Mudik" Tapi Tetep Asyik"