Prank 'Makanan Sampah', Hilangnya Empati di Tengah Pandemi!
Oleh: Fatimah Azzahra S. Pd.
"Prank Kasih Makanan ke Banci BCL" itu judul video Youtuber asal Bandung yang sukses membuat murka warga. Video yang diunggah hari Minggu (3/5/2020) itu menggambarkan FP dan dua rekannya membawa kardus-kardus mie instan di dalam mobil. Mereka mengisi semua kardus itu dengan sampah sambil tertawa. Mereka membagikan kardus-kardus itu pada waria yang dicari di pinggir jalan kota Bandung malam hari.
Warga pun mendatangi kediaman FP, ditemani oleh pihak kepolisian. Sayangnya, FP tidak ada dilokasi. Disinyalir ia sudah kabur saat tahu warga murka dan mendatangi kediamannya.
Miris. Sedih. Marah. Teganya mereka melakukan prank di tengah susahnya kondisi saat ini. Walaupun yang di prank waria, mereka juga manusia. Mereka juga terkena dampak pandemi. Yang lain sedang bersusah payah membantu warga. Banyak orang sedang benar-benar kesusahan untuk makan. Benar-benar mengharapkan bantuan. Mereka dengan ringannya tertawa nge-prank pemberian bantuan demi konten.
Walau hari Senin (4/5/2020), FP meminta maaf atas aksinya itu. Justru membuat warga semakin marah. "Saya pribadi minta maaf atas kelakuan saya, tapi bohong. Hahaha, " katanya di instastorynya.
Astagfirullah. Potret generasi masa kini yang sungguh membuat hati meringis, ingin menangis. Padahal di tangan merekalah estafet kepemimpinan kelak. Tapi, mereka tak punya empati. Walau waria, mereka juga manusia. Apapun alasannya, tak bisa dibenarkan melakukan prank bantuan.
Inilah akibat jauhnya kita dari agama. Saya yakin, tak ada agama yang membolehkan untuk berbuat melecehkan seperti yang FP lakukan. Padahal saat ini kita sedang di bulan yang suci, bulan penuh ampunan, bulan penuh keberkahan, bulan dibukanya pintu surga, bulan dibelenggunya neraka. Bukannya menjadikan bulan ini sebagai motivasi untuk berbuat kebaikan, seolah tak ada hal lain yang bisa dilakukan. Teganya demi konten ia membohongi warga.
Sementara dalam Islam, Rasul pernah bersabda, "Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga dan kematian mendatanginya dalam kondisi ia beriman kepada Allah swt dan hari akhir. Maka, hendaklah ia bersikap kepada orang lain dengan sikap yang ingin ia dapatkan dari orang lain. "(HR. Muslim 8442)
Ketika diberi, bukankah kita ingin mendapatkan pemberian yang terbaik. Maka, sudah seharusnya kita pun memberikan pemberian yang terbaik. Ketika kita ingin dibantu, bukankah kita ingin dibantu secara optimal? Maka, bantulah orang lain secara optimal, tidak main-main. Ketika berbicara, bukankah kita ingin dapat perkataan yang baik? Maka, bicaralah yang baik atau lebih baik diam. Jangan sampai kata-kata, tingkah laku kita mendzalimi orang. Celakalah jika orang yang terdzalimi berdo'a pada Allah.
"Hati-hatilah terhadap do'a orang yang terdzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara do'a tersebut dan Allah. " (HR. Bukhari)
Sudah lelah kita melihat kerusakan akhlaq, kerusakan moral, akibat jauhnya hidup kita dari agama. Sudah saatnya kita kembali dalam pangkuan agama yang Allah ridhoi, Islam. Wallahu'alam bish shawab. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Prank 'Makanan Sampah', Hilangnya Empati di Tengah Pandemi! "