Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadan, Al-Qur'an dan Lailatul Qadar


Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)

Gaes, Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Itulah masa yang di dalamnya Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (QS. al-Baqarah: 185)

Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadan, di mana petunjuk dan berbagai pengaruh serta nilainya telah terealisasi di muka bumi ini. Pada bulan ini pula, Al-Qur'an diturunkan sebagai ilmu dan pengetahuan, sebagai penunjuk jalan (kehidupan) sekaligus sebagai norma untuk berpijak. Sebelumnya, kekufuran telah merebak luas dan menghantui manusia. Tetapi ketika Al-Qur'an datang, kekufuran itu terhenti, kegelapan pun terusir dan ruh kembali bersemangat untuk memasuki kehidupan.

Sebab, risalah Islam akan dapat mempengaruhi dimensi ruh dalam kehidupan serta menjalankan fungsinya dalam merubah wajahnya yang gelap menjadi wajah yang terang bersinar, yang membawa kecintaan, kejernihan, hidayah dan bimbingan. Al-Qur'an memberikan petunjuk kepada manusia secara keseluruhan dan ia menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa secara khusus.

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. al-Baqarah: 2)

Dalam hal ini, malam turunnya Al-Qur'an diistilahkan sebagai Lailatul Qadar. Secara literal, Lailatul Qadar artinya 'malam penentuan'. Tapi lebih masyhur sebagai 'malam kemuliaan'. Keutamaan malam itu besar sekali karena menjadi saksi turunnya Al-Qur'anul Karim, Kitabullah yang memimpin segenap umat menuju ke jalan kemuliaan dan keagungan. Hal ini ditegaskan dalam ayat dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan (Lailatu al-qadr).” (QS. al-Qadr: 1)

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. ad-Dukhān: 3)

Gaes, setelah kita mengetahui bahwa turunnya Al-Qur'an pada lailatul qadar, maka kita perlu melihat nash-nash yang menjelaskan kapan lailatul qadar itu. Hadits yang sudah terkenal yaitu lailatul qadar sangat besar kemungkinan turun pada 10 malam terakhir Ramadan yaitu tanggal 20 ke atas di bulan Ramadan.

Keterangan paling tepat mengenai waktunya pada hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Carilah lailatul qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan dalam Hadits lainnya kemungkinan lailatul qadar turun pada tujuh malam terakhir yaitu tanggal 22 Ramadan ke atas. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Carilah di sepuluh malam terakhir, apabila tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh malam tersisa.” (HR. Bukhari  & Muslim)

Gaes, semoga informasi di atas dapat menambah semangat kita. Terutama saat ini di akhir-akhir bulan Ramadan. Mari perbanyak membaca Al-Qur'an serta menghafalkannya dan jangan lupa mengamalkannya secara maksimal. Wallahua'lam bish-shawab.(reper/az)

Posting Komentar untuk "Ramadan, Al-Qur'an dan Lailatul Qadar"