Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan: Sebuah Pesan untuk Aktivis Dakwah


Oleh: Husnulkh (Mahasiswi Muslim Madura)

Hampir setiap hari kita disuguhi serba-serbi covid-19 yang kian hari semakin meresahkan, sampai-sampai tak terasa kita sudah berada di sepuluh hari terakhir bulan Suci Ramadhan. Bulan penuh ampunan, serta bulan yang dilipatgandakannya amalan kebaikan.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Bersabda Rasululah Saw: “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah taaala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah taaala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya. (HR Ahmad 1596)

Betapa Islam sangat luar biasa. Sebagai seorang Muslim terutama sebagai aktivis dakwah, tentunya yang harus dilakukan demi sebuah momentum persatuan ini adalah:

1. Berdakwah dengan penuh keikhlasan

2. Berlomba-lomba untuk mendapat ampunan dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam sebuah Hadits Qudsi:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْلَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunanKu agar Aku mengampuni kalian. (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674)

Jika Allah saja akan memberikan ampunanNya walau manusia sering berbuat dosa, lantas masihkan kita enggan untuk tidak memohon ampun padaNya dengan ikhtiar sebaik mungkin? Tentunya kita semua  tidak ingin jika tidak mendapat ampunan dari Allah SWT.

3. Mendekatkan diri kepada Allah, mohon ampun padaNya atas segala perbuatan yg melanggar syariatNya.

Ibadah puasa Ramadhan juga ditujukan untuk membentuk pribadi yang Muttaqin (orang yang bertaqwa). Memiliki karakter sebagaimana para Shahabat Rasulullah SAW. dahulu yang gencar mendakwahkan Islam. Taqwa disini juga akan terealisasi jika kita mentaati semua perintah dan menjauhi semua laranganNya. Menjadikan Islam tidak hanya sebagai agama yang mengatur ibadah ritual saja. Tetapi menjadikan Islam sebagai Ideologi yg akan mengatur urusan umat dalam segala aspek hidupnya.

Kelalaian seorang aktifis dakwah dari tujuan dan targetnya, tidak lantas menjadikannya menyalahkan orang lain. Tapi justru harus muhasabah diri. Dan keistiqomahan aktifis dakwah dalam segala janji yang selalu ditepati tidak lantas membuatnya berbangga dan meremehkan usaha mereka yang juga berjuang walau harus merangkak.

Karena aktivis dakwah harus berkepribadian Islamiyyah. Tidak hanya pola pikirnya saja yang islami, tetapi pola sikap atau perilakunya juga harus sesuai islami, termasuk juga menghindari dari sifat ujub pada diri. Selalu memohon ampun pada hukum Syariat yang dilanggar.

4. Tetap jadikan Islam sebagai satu-satunya solusi.

Bulan Ramadhan ini juga harus kita jadikan sebagai renungan atas segala permasalahan yang terjadi selama ini berdasarkan kaca mata Syariat Islam, bukan dari kacamata Ideologi Kapitalisme. Sebab di dalam QS. Ar-Rumm : 41 Allah telah menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di darat maupun di laut disebabkan oleh ulah tangan manusia.

Karenanya seorang Muslim harus menelisik lebih dalam terhadap akar dari tiap masalah yang terjadi selama ini. Sehingga, setelah Ramadhan berlalu, kita semua dapat menemukan solusi tuntas dan revolusioner. Begitu pun kepada para aktivis dakwah yang hari ini masih berada sesuai haluan. Tentunya Ramadhan ini harus lebih giat dalam mendakwahkan Islam Kaffah, lebih peka jika ada masalah di sekitar. Baik apa yang terjadi kepada individu, masyarakat, ataupun Negara. Dan negara juga harus muhasabah dan merenungi terhadap musibah yg terjadi.  karena Allah memberikan musibah kadang juga sebagai teguran untuk  kembali pada aturaNya.

Sebuah pandangan yang keliru jika menjadikan individu, masyarakat  dan negara taat pada Islam ketika bulan puasa saja. Selepas itu kembali pada sedia kala mengikuti aturan sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Pandangan ini hanya menjadikan Islam sebagai agama ritual belaka, bukan sebagai Ideologi yang diemban oleh individu, masyarakat, maupun negara. Padahal ketika Islam dijadikan pengatur segala aspek kehidupan pastinya akan mensejahterakan.

Oleh karena itu, pesan ini untuk kalian para aktifis dakwah khususnya, dan semua hamba Allah pada umumnya: Istiqomahlah dalam perjuangan! Jadikan momentum mulia ini untuk mendakwahkan Islam sebagai satu-satunya solusi atas  segala permasalahan dan Khilafah sebagai institusi penerapannya yang selalu dinantikan. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Ramadhan: Sebuah Pesan untuk Aktivis Dakwah"