Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Redam Amarahmu!


Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)

Gaes, bulan Ramadhan adalah bulan untuk mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu ini adalah khasiatul hayah (potensi kehidupan) yang Allah ciptakan untuk manusia. Potensi kehidupan manusia berupa naluri dan kebutuhan jasmani.

Salah satu naluri yang Allah berikan adalah naluri mempertahankan diri. Manifestasi naluri ini contohnya adalah marah. Marah adalah fitrah manusia. Bisa jadi positif dan bisa jadi negatif. Oleh karena itu, Islam memerintahkan kita untuk mengendalikan naluri itu, agar tak sampai menimbulkan dampak negatif.

Menahan marah itu memang bukan pekerjaan mudah. Karenanya Nabi mengumpamakan orang yang dapat mengendalikan kemarahan dan emosinya, sebagai orang terkuat. (lihat: Fath Al Bari, 10/520)

Nah, bagaimana cara untuk meredam marah sesuai petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam? Yuk disimak:

1. Langsung Ingat Allah

Kita itu senantiasa diminta untuk selalu ingat Allah baik dalam keadaan duduk, berdiri maupun tidur. Jadi, apapun itu harus kembali ke Allah, biar selalu merasa diawasi, jadi malu kalau mau berbuat dosa atau lainnya.

2. Baca Ta'awwudz

Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR. Bukhari)

3. Banyak-banyak Berdzikir

Berdzikirlah ketika kamu sedang marah. Minta perlindungan dari Allah.
Allah berfirman;

“Dan jika kamu mendapat godaan dari setan, maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. al-A’raf: 200)

4. Berwudhu

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:
Dari Athiyyah As Sa’di ra. berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Dawud)

5. Bersujud

Artinya shalat sunnah minimal dua rakaat. Dalam sebuah Hadits dikatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barang siapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi)

6. Diam

Dalam sebuah Hadits dikatakan, “Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah.”

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)

7. Mengubah Posisi

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda,

“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Dawud)

8. Ingat: Nahan Marah Balasannya Surga

“Janganlah marah dan bagimu surga.”
(HR. Thabrani)

Jadi, jangan terjebak dengan naluri kita. Lebih baik kita tahan agar dapat kenikmatan hakiki di surga nanti.
Sebelum memuntahkan amarah kepada orang lain atau benda sekalipun, baiknya orang memperhatikan hadits berikut yang berisi pesan Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam kepada seseorang yang meminta nasehat dari beliau.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi WAsallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Shallallahu 'alaihi Wasallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)

Nah, itu beberapa tips agar kita bisa meredam marah. Semoga bermanfaat ya dan bisa dipraktekkan langsung. Wallahu a'lam bish-shawab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Redam Amarahmu!"