Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Segera Bangkit, Gaes!


Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)

Mendengar kata bangkit, apa yang kamu pikirkan? Hmm... Kayaknya sepakat bahwa bangkit itu adalah upaya yang dilakukan seseorang yang sedang jatuh dan terpuruk untuk bisa berdiri kembali. Kalo menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bangkit didefinisikan bangun (dari tidur atau duduk) lalu berdiri. Ya, kamu sekarang udah ngeh. Nah, masalahnya, kamu ngerasa udah bangkit atau belum? Eh, malah masih bobo pulas. Waduh!

Nah, kalo kita harus bangkit, mulai dari mana? Kan, kita nggak ada contohnya, atau belum tahu contohnya. Jangan malas, gaes. Sekarang sih udah melimpah informasi dan juga orang-orang yang bisa dijadikan sebagai teladan atau acuan untuk perubahan hidup kita menjadi lebih baik sehingga bisa dikatakan bangkit. Nggak percaya? Baca sampe tuntas!

/Perlukah Motivasi dari Orang Lain?/

Gaes, tadi kan sempat ditanyakan tentang acuan atau hal lain berupa motivasi atau inspirasi supaya bisa bangkit. Dalam beberapa kondisi, kita memang butuh motivasi orang lain. Mungkin sekadar untuk membangkitkan potensi yang sebenarnya sudah kita miliki, hanya saja kita belum merasakannya bahwa itu adalah potensi kita. Kadangkala kita baru sadar ketika diberikan motivasi agar mau bergerak, mau melakukan sesuatu, mau bertindak. Pada kondisi ini, motivasi memang diperlukan.

Namun, kenyataannya motivasi tak selalu menjadi ‘vitamin’ bagi orang yang menerimanya, bahkan ironinya adakalanya sang motivator justru malah yang harus dimotivasi. Salahkah? Tidak juga. Ini sisi manusiawi setiap orang. Sebagaimana khatib Jum'at yang selalu mewasiatkan pesan taqwa kepada jamaah, dan juga dirinya: Usiikum wa nafsi bitaqwallah (aku menasihati kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah). Nasihat memang untuk diri kita dan juga orang yang kita beri nasihat.

/Perbedaan Motivasi dan Inspirasi/

Secara bahasa, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), motivasi adalah: dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Penjelasan tambahannya (dalam bidang psikologi), motivasi adalah usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Bagaimana dengan inspirasi? Masih menurut KBBI, inspirasi sama maknanya dengan ilham, yakni pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati; bisikan hati. Bisa juga sesuatu yang menggerakkan hati untuk menciptakan (mengarang syair, lagu,menulis, membuat kendaraan tertentu dsb).
Dari kedua definisi ini, tampak sedikit perbedaan meski agak mirip dalam aksinya. Namun, istilah inspirasi terasa lebih kuat karena pelakunya seolah-olah berusaha secara keras untuk melakukannya. Berbeda dengan motivasi (yang dipahami banyak orang saat ini sebagai sebuah jenis pelatihan atau training untuk membangkitkan motivasi seseorang atau khalayak ramai), karena sifatnya yang seolah-olah seseorang itu “menunggu” untuk mendapatkan sesuatu dan kemudian bergerak. Inspirasi lebih aktif, sementara motivasi cenderung pasif. Sebab, berdasarkan kenyataan memang demikian adanya. Banyak orang meminta untuk dimotivasi, jarang yang meminta untuk diinspirasi.

Motivasi itu tak akan ada apa-apanya sama sekali jika orang yang saya motivasi tak melakukannya sesuai petunjuk. Tidak bergerak. Secanggih apapun sang motivator atau guru atau instruktur dalam memotivasi para peserta pelatihan, jika yang diberi motivasi menolak melakukannya atau minimal tidak merasa yakin dengan apa yang disampaikan pemberi motivasi. Sehingga dalam hal ini memang diperlukan kerjasama dua arah. Tidak bisa satu arah.

/Lebih Sering Terinspirasi atau Termotivasi?/

Beberapa orang dengan keyakinan diri yang penuh, biasanya lebih suka dengan inspirasi. Ia bahkan mencari inspirasi sampai jauh. Aktif bergerak. Ia mungkin saja membutuhkan motivasi. Namun tidak mengandalkannya secara penuh. Apalagi jika harus menunggu motivasi dari orang lain.

Oh iya, pengertian motivasi sebenarnya lebih dekat dengan istilah niat dalam khasanah Islam. Tentu agak berbeda dengan istilah motivasi yang dipahami saat ini jika dihubungkan dengan orang yang meminta untuk dimotivasi. Demi mendapatkan motivasi dari orang yang dianggap mampu, sebagian orang bahkan mau membelinya dengan harga tinggi. Misalnya dengan mengikuti pelatihan atau training motivasi.

Salahkah mereka? Tidak juga. Itu kan seperti jual beli. Jika mampu membeli untuk mendapatkan motivasi yang diinginkannya, silakan saja. Begitu pun jika ada orang yang berani dan mau menjual pelatihan motivasi, sah-sah saja. Apalagi saat ini memang sedang gandrung. Mereka yang membutuhkan banyak, yang menawarkan juga tak sedikit.

Untuk kondisi tersebut saat ini, kita bisa menyaksikan, beragam motivasi ditawarkan: motivasi usaha/bisnis, motivasi menjalani kehidupan rumah tangga, motivasi persiapan pernikahan, motivasi belajar, motivasi untuk meraih impian menjadi pribadi yang unggul, termasuk motivasi menulis dan motivasi dakwah. Ya, konon kabarnya semua orang sebenarnya punya potensi untuk menjalani bisnis, belajar, dan termasuk menulis dan dakwah. Hanya saja mereka perlu kemauan yang kuat untuk memulai dan menjalaninya sehingga kemampuannya akan terasah. Konon kabarnya, dalam pelatihan atau traning seperti itulah diberikan kunci-kuncinya.

Gaes, pentingkah sebuah kemauan? Penting. Saking pentingnya kemauan, seringkali bisa mengalahkan kemampuan. Buktinya, orang yang kemauannya tinggi untuk menjadi penulis misalnya, maka ia akan terus berusaha dan belajar serta berlatih menulis. Sementara yang sudah memiliki kemampuan menulis—meski belum mahir benar—tetapi jika kemampuannya tidak diasah terus secara konsisten, maka ia akan mudah disalip oleh yang hanya mengandalkan kemauan di tahap awal. Mereka yang kuat kemauannya dan terus berlatih, akan memiliki kemampuan juga pada akhirnya. Cepat atau lambat.

Gaes, kita butuh motivasi termasuk inspirasi dari orang lain untuk bisa bangkit. Tetapi, peran kita tetap menentukan langkah kita sendiri. Para inspirator dan motivator, kelas dunia sekalipun, tak akan mampu menolong keterpurukan kita jika kita sendiri tak mau berubah. Mereka bisa berhasil karena kita bekerjasama dengan mereka. Kita mengikuti sarannya, dan mengembangkannya lebih hebat. 

Semoga kita siap mengubah diri kita, baik awalnya terinspirasi dan termotivasi dari orang lain, ataupun kita sendiri yang merenung dan melakukan usaha maksimal sehingga inspirasi itu muncul dari hasil kreasi kita. Apapun itu, yang penting: tuliskan apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda tulis. Sebab, di situlah inspirasi dan motivasi terbesar yang (telah) kita miliki.

/Kesadaran itu Penting/

Sudah diulas motivasi dan inspirasi. Keduanya sama pentingnya. Namun, keduanya tak akan berarti apa-apa bagi kita bila kita nggak sadar. Setiap orang yang ingin bangkit, termasuk remaja Muslim, kudu banget punya kesadaran. Sadar akan kondisi yang ada saat ini di sekitarmu, sadar dengan kemampuan diri, sadar bahwa kita belum bisa bangkit, sadar bahwa untuk bisa bangkit butuh perjuangan dan pengorbanan dari kita. Itu poin pentingnya. Kita tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan selama kita tak berusaha untuk mengubah sebab-sebab keterpurukan kita. Tentu, untuk bisa seperti itu butuh perjuangan.

Firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka berusaha mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d: 11)

Lebih keren lagi, kalo diri kita udah bisa bangkit, maka ajaklah kawan kita dan bila perlu seluruh kaum Muslimin untuk bisa bangkit dan berjuang. Malah, keren banget kalo bangkitnya adalah untuk dakwah Islam dan tegaknya syariah Islam di muka bumi ini. Mantap, tuh!
Gimana memulainya? Ngaji, gaes! Sudah banyak kegiatan rohis di sekolah, remaja masjid, majelis ta'lim, dan kelompok dakwah di sekitar kita. Ikuti yang benar dan baik di antara mereka demi kemajuan Islam agar kita segera bangkit dari kemalasan dan ikut bergerak menyongsong kebangkitan Islam yang hakiki berupa tegaknya syariat Islam di muka bumi ini dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Segera bangkit, oke! (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Segera Bangkit, Gaes!"