Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapakah aku?


Oleh: Tia Uswanas (The Voice of Muslimah Papua Barat)

Pernahkah kamu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri mengenai, “Siapa saya sebenarnya? “Apa tujuan saya hidup? “Apa manfaat yang bisa saya berikan dalam hidup?”, serta berbagai pertanyaan lainnya terkait nilai dan kepentingan diri dengan kehidupan yang sedang kamu jalani saat ini. Jika jawabannya adalah ‘ya’, artinya Kamu sedang mengalami krisis identitas. Jadi, krisis identitas adalah suatu masa dimana seseorang sedang berada pada tahap perkembangan remaja. Ketika itu, remaja memiliki sikap untuk mencari identitas dirinya. Siapa dirinya saat sekarang dan di masa depan.

Ketika mengalami krisis identitasi, para remaja ini melakukan banyak hal untuk mencari jati dirinya. Nah disini seseorang bisa jadi baik ataupun jadi buruk.. Kalo kata bang rhoma "darah muda darah yang berapi-api" itu artinya remaja sedang berada dalam proses semangat yang berkobar kobar, semangat untuk mencoba segala sesuatu yang baru walaupun belum tau benar atau salah. Alhasil seringnya remaja salah mengambil langkah dengan mencari jati diri lewat jalan-jalan yang bertentangan dengan hakikat penciptaan dirinya.

Berbicara tentang pencarian jati diri, dalam islam memandang bahwa ketika seorang anak sudah baligh/remaja maka mulai saat itu ia mulai dikenai hukum, hukum apa?  Tentu hukum islam. Lah emang selama ini tidak dikenai hukum? Yup, selama belum baligh seorang anak belum dikenai hukum karena anak tersebut belum bisa menggunakan akalnya, dan ketika sudah remaja maka akalnya sudah bisa digunakan bahkan sudah harus digunakan.

Akal digunakan untuk apa? Ketika sudah baligh akal harus digunakan untuk menjawab 3 pertanyaan besar yaitu darimanakah kita berasal? tujuan hidup kita apa? dan setelah mati kita kemana? Kenapa ini penting? Agar hal yang dibahas diawal yaitu krisis identitas itu tidak terjadi.

/Pertanyaan pertama : Darimanakah kita berasal?/

Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya : "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14). Nah jelas kan? Berarti kita sudah tau siapakah kita sebenarnya, siapakah kita? Kita adalah mahluk ciptaan Allah, kita adalah seorang hamba.

/Pertanyaan kedua : Apa tujuan hidup kita?/

Dalam al-qur'an surat Adz - dzariyat : 56 yang artinya "Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu". Nah ayat ini jelas bahwa tujuan penciptaan kita adalah hanya untuk beribadah kepada Allah yang artinya kita harus taat kepada Allah dengan mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

/Pertanyaan ketiga : Setelah mati kita akan kemana?/

"Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. [al Ghasyiyah / 88 : 25-26].  "Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (al Mu’min: 17)". Kedua ayat ini menjelaskan dengan sangat jelas yaitu setelah kematian maka kita akan kembali kepada Allah dan mempertanggung jawabkan semua hal yang pernah kita lakukan didunia.

Setelah memahami 3 hal ini maka sebenarnya seorang muslimah tidak akan mengalami krisis kepercayaan diri lagi. Kenapa? Karena ia sudah tau darimana ia berasal, untuk apa ia diciptakan, dan akan kemana setelah ini. Jadi setelah memahami hal ini harusnya kita taat kepada yang menciptakan kita, konsekwensi dari sebuah ketaatan adalah terikatnya seseorang dengan hukum syara, karena ia paham betul bahwa segala hal yang ia lakukan hari ini kelak akan dimintai pertanggung jawaban, maka kita akan terus berada di jalan yang Allah Ridhoi. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Siapakah aku? "