Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus...
Oleh: Siti Aminah S.Pd.I (Aktifis Muslimah)
"Bu, no rekening nya berapa?, tolong dikirim nya.." kata seseorang diujung telepon.
"Kadang ada yang ngirim uang di amplop bu, naruhnya lewat bawah pintu.., masyaallah, alhamdulillah.. , tapi kok tidak ada namanya?" ujar seorang ibu..
"Saya atau anak-anak sering bu dikasih uang sama teman-teman almarhum abi, kadang saya tidak tahu namanya.. " begitu ucapan seorang ibu kepada penulis.
Beliau bernama bu Rohmah, beliau satu-satunya teman guru yang senior di sekolah kami. Menjadi tempat guru lain minta pertimbangan. Kami tak segan untuk curhat masalah pribadi kepada beliau. Ia ibarat ibu bagi guru- guru yang lain, bukan hanya dari segi usia. Tapi beliau juga sangat bijaksana.
Beliau punya 6 orang anak yang sholih/ sholihah, 5 putri dan 1 putra. Mereka semuanya di pondokkan. Ketiga putrinya kuliah di perguruan tinggi favorit di ibu kota, di LIPIA. Sudah cantik, pinter sholihah pula. Dan dapat uang saku. Masyaallah. Berbagai kemudahan yang beliau dan keluarga terima, tentunya juga ada jurusnya. Selain itu ujian pun tentu juga ada, tapi beliau hadapi dengan ikhlas dan sabar, tawakkal.
Ya, bagaimana beliau mampu menghadapi berbagai ujian dengan hasil yang maksimal dan kemudahanpun juga diperoleh, tentu semua ada jurusnya. Beliau berpesan, "Dahulukan Allah, maka dunia akan kita dapat, Allah dulu, Allah lagi Allah terus".. Ya, beliau dan almarhum suaminya saat masih hidup selalu berbuat baik.
"Abi berpesan bu, kalau mengajar maka harus ikhlas, untuk mendidik anak jadi sholih/ sholihah, tidak perlu mikir gaji. Allah yang akan memberi." begitu ucapnya.
Maka, meskipun suami beliau sudah tiada, maka hasil dari kebaikan beliaupun terus mengalir pada keluarga yang ditinggalkan.
Beliau juga pernah bercerita: "Ada 4 anak dari pondok itu mendaftar di LIPIA. Salah satunya anak saya yang ke-4, bu. Yang 3 lainnya ini kalau di pondok lebih pinter dari anak saya, dan mereka lebih kaya, tapi anak saya saja bu yang diterima, sujud syukur ku sampai "njungkel-njungkel" Bu, sampai nangis terharu, semua bercampur. saking syukur nya.
Teringat dengan firman dalam Surat Muhammad ayat 7, yang berbunyi:
یَأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ یَنصُرۡكُمۡ وَیُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Bukan soal materi dan kemudahan yang jadi fokus, tapi sesuai pesan beliau, dahulukan Allah, maka dunia akan kita dapat, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Insyaallah Allah akan menolong disaat yang tepat. Bisa saja Allah belum atau tidak mengabulkan apa yang kita minta, tapi Allah berikan apa yang kita butuhkan.
Kehidupan kita di dalam agama Islam itu ibarat padi dan rumput, jika kita menanam padi (kehidupan akhirat) maka rumput pun akan ikut tumbuh (kehidupan dunia). Akan tetapi jika kita menanam rumput saja maka padi tidak akan bisa tumbuh.
Tulisan ini menjadi pengingat diri penulis, semoga bermanfaat juga bagi pembaca semuanya. Aamiin ya rabbal alamin. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus..."