Amankah Bersekolah di New Normal Life?
Oleh: Fadhila Khumaira
Baru baru ini pemerintah mengeluarkan kebijakan New Normal Life, yang artinya kita akan hidup normal walau di tengah pandemi saat ini. Banyak tempat-tempat yang awalnya ditutup akan kembali dibuka. Salah satunya adalah sekolah.
Sebagaimana wacana Kemendikbud yang akan membuka kembali sekolah pada pertengahan juli 2020. Hal ini disampaikan oleh plt Direktur Jendral PAUD , Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid kepada CNN Indonesia com. melalui pesan singkat sabtu ( 9/5 ).
Namun wacana pembukaan sekolah di New Normal Life ini menimbulkan kekhawatiran. Karena penyebaran virus Covid -19 belum menurun. Dan berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) taggal 23 mei 2020. Kasus Covid - 19 pada anak di Indonesia cukup tinggi, yakni ada 3.400 anak yang menjadi pasien dalam pengawasan ( PDP ) di usia 0 - 14 tahun. 831 diantaranya positif Covid - 19, 129 anak meninggal dengan status PDP dan 14 anak meninggal dengan status positif Covid - 19.
Dibukanya kembali sekolah bisa menimbulkan kesalahan yang fatal karena semua anak beresiko terpapar Covid - 19. Hal ini disampaikan oleh ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan Sp. A ( K ).
"kami sangat khawatir dengan kondisi saat ini untuk kita coba coba, karena setiap anak semua beresiko tidak ada umur segini lebih tinggi resiko, penularannya adalah dia keluar rumah atau orang tua pulang membawa virus"
Dari sini nampak jelas bahwa penerapan New Normal Life dan membuka kembali sekolah masih belum aman. Karena penularan Covid - 19 yang masih belum menurun, terutama panularan pada anak yang masih cukup tinggi. Apalagi saat ini penanganan terhadap Covid -19 ini masih belum baik.
Kebijakan New Normal Life ini sama saja dengan mengorbankan nyawa generasi penerus bangsa. Pasalnya, jika sekolah kembali dibuka maka sekolah bisa saja menjadi ladang penularan covid - 19. Karena anak-anak cenderung berpotensi mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini dapat mengakibatkan kasus penularan covid - 19 pada anak makin bertambah. Andai hal ini terus terjadi maka Indonesia bisa saja kehilangan generasi penerus bangsa.
Dalam menghadapi wabah islam memiliki solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Tidak menyebabkan rasa resah, khawatir maupun rasa tidak aman. Yakni Lockdown. Dimana orang yang berada di daerah yang terkena wabah tidak diperbolehkan keluar dan orang yang berada di luar daerah tidak diperbolehkan masuk di daerah yang terkena wabah.
Hal ini seusai dengan Hadist Rasulullah SAW.
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).
Dengan kebijakan ini maka rantai penularan wabah akan cepat terputus dan wabah dengan cepat teratasi. Sekolah dan tempat tempat lainnya baru akan kembali dibuka dan kembali beraktivitas setelah kondisinya sudah benar benar telah stabil. Sehingga tidak ada rasa resah, khawatir maupun rasa tidak aman yang akan timbul pada masyarakat. Kebijakan ini telah terbukti keberhasilannya saat terjadi wabah di masa Khulafah Urasydin Umar bin Khatab.
Namun sayang kebijakan yang telah terbukti keberhasilannya ini, tidak di ambil oleh pemerintah saat ini. Sudah seharusnya pemerintah kembali mempertimbangkan kebijakan new normal di tengah merebaiknya wabah. Bisa jadi bukan menjadi solusi, malah memunculkan gelombang wabah yang lebih parah. Wallahu `alam bishawab. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Amankah Bersekolah di New Normal Life?"