Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anakku, Investasi Dunia dan Akhirat


Oleh: Dahlia Rumakat (Muslimah Perubahan Fakfak, Papua Barat)

Orang tua mana yang tak ingin putra-putrinya tumbuh menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Betapa senangnya disaat mereka senantiasa menjadi pribadi yang menyenangkan, suka membantu orang lain, dan paham akan kewajibannya dalam menaati perintah Allah. Sungguh tak terkira bahagianya, ketika anak-anak yang shalih mereka mendoakan orang tuanya sekalipun telah meninggal dunia.

Anak yang shalih adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya, baik dunia maupun akhirat. Betapa bahagianya orang tua jika memiliki seorang anak yang bisa menggantikannya setelah ia wafat. dari anak shalih-lah antara lain orang tua akan mendapat aliran pahala yang abadi.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR Muslim).

Demikianlah pula, kelak pada hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa. Namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperoleh orang tua, tidak lain dikarenakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk bapak-ibunya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.’” (HR. Ahmad).

Bahkan wasiat dan harapan nabi pun demikian, bagaimana anaknya dapat menjadi hamba Allah yang shalih. Seperti firman Allah SWT:
“Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.’” (QS. Al-Baqarah: 133).

Maka seharusnya orang tua dapat memperhatikan cara pengasuhan dan mendidik anak dengan cara yang benar sesuai ajaran Islam agar menjadi seorang insan yang beriman dan bertaqwa kepada allah dan Rasul-Nya. Mereka Senantiasa memahami tentang kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat pada perintah dan menjauhi larangan-Nya. Agar tak mudah terjerumus dalam perbuatan dosa. Wallahu a'lam. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Anakku, Investasi Dunia dan Akhirat"