Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baper? No!


Oleh: Thya Uswanas (Muslimah Perubahan Fakfak, Papua Barat)

Sering tidak kita merasa marah, jengkel, sedih, dan sebagainya atas hal-hal sepele yang terjadi? Biasanya disebut "baper". Bisa dibilang penyakit  yang satu ini lebih mematikan daripda yang terlihat, loh koq bsa? Menurut spesialis Jiwa dr. Iman Firmansyah "Awalnya mungkin hanya baper, tapi jika keseringan akan memicu memori yang kemudian di tangkap oleh hipotalamus pada sistem limbik. Jika hipotalamus menangkapnya sebagai sesuatu yang negatif dan perubahan mood, maka bisa memicu pada reaksi fisik, entah menarik diri, atau menyakiti orang lain. Berujung depresi, psikopat, hingga bunuh diri," dan menurut data jumlah warga negara Indonesia yang terkena depresi yang berujung dengan bunuh diri ada sebanyak 6.1 persen atau setara dengan 11 juta orang, dan ini bukan angka yang sedikit pastinya.

Ada beberapa sebab yang membuat seseorang sering "baper" yaitu ketika ia tidak mengetahui tujuan hidupnya dan juga terlalu sering menggunakan perasaan. Ketika hal itu terjadi maka kita akan lelah karna sering memikirkan dan merasakan sesuatu yang sebenarnya hal sepele.

Trus gimana solusinya ketika kita merasa bahwa level "kebaperan" kita sudah berada dilevel merah atau perlu diwaspadai?

1. Kenali dirimu sendiri

Loh bukannya selama ini memang kenal?  Iya sih memang kenal tapi ada sisi lain dari dirimu yang belum kamu ketahui. Dalam islam rasa baper ini dinamakan dengan ghorizah baqa (naluri mempertahankan diri)  hal ini ada disetiap manusia tapi besar kecilnya berbeda tergantung dengan pola asuhnya. Ketika kamu tau penyebab dari "kebaperanmu" itu maka kamu sendiri bisa mengobatinya dengan caramu.

2. Kontrol pikiran dan perasaanmu

Hal yang sering terjadi ketika kita baper adalah kita sering tidak bisa mengontrol apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan bahkan seringnya pikiran dan perasaan yang mengontrol kita. Kita harusnya bisa memilih mana yang harus kita pikir dan mana yang harus kita lupakan. Ketika "baper" mulai muncul alihkan pikiranmu ketempat yang menyenangkanmu agar baper segera hilang.

3. Jangan mudah menyimpulkan

Ini nih yang sering terjadi ketika kita bermasalah, kita selalu berpikir orang lain akan melakukan a, b, c, d dan sebagainya atau orang lain berpikiran buruk tentang kita,  yang akhirnya buat pikiran kita semakin tak karuan, padahal mungkin orang itu tidak berpikir hal yang sama seperti yang kita pikirkan.

4. Pelajari Islam

Dalam islam semua masalah ada solusinya,  cara untuk menghindari kebaperan adalah dengan mengetaui solusi islam dari setiap masalah dan harus tetap tunduk pada hukum syara. Pada akhirnya ketika ada hal-hal yang membuat baper, kita kembalikan apakah baper seperti ini dalam islam diperbolehkan atau tidak.

5. Sibukkan diri dengan dakwah

Biasanya yang bikin kita sering baper itu karna kita selalu memikirkan hal itu jadi isi waktu luangmu dengan dakwah, dengan memikirkan ummat maka kamu tidak akan disibukkan dengan pikiran bapermu sendiri dan kita akan jadi lebih fleksibel karna ketika kita dakwah kita akan menemui banyak tipe orang dan ambil pelajaran dari setiap orang.

6.  Berbahagia dan tersenyumlah

Pada akhirnya hal ini lah yang tidak boleh dilupakan. Setiap bangun pagi tersenyumlah,  niatkan bahwa hari ini akan jadi hari yang menyenangkan. Ketika ada hal yang tidak menyenangkan terjadi tetap senyum maka perasaan akan jadi lebih bahagia

Diri kita adalah tanggung jawab kita. Diri kita jadi seperti apa itu atas izin kita. Berbuatlah yang terbaik untuk diri kita sendiri dengan menghargainya dan membuatnya bahagia.. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Baper? No! "