Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bucin? Big No ! Saatnya Remaja Menjadi Shabwah


Oleh: Afra Salsabila Zahra (Mahasiswi dan Aktivis Remaja)


Rasa-rasanya obrolan tentang remaja memang tidak pernah ada habisnya. Apalagi bila membahas tentang cinta dan kenakalannya. Sesuatu yang menarik perhatian begitu besar.

Banyak istilah untuk menggambarkan apa yang remaja muslim alami saat ini. Mulai dari bahasa alay, bucin-bucin tidak jelas serta kejahatan yang melingkupi mereka . Menjadikan remaja muslim tidak lagi identik dengan jiwa muda yang bergelora untuk membuat kebangkitan. Tapi remaja yang terkenal hanya dengan kebucinan dan pergaulan yang bukan lagi bikin geleng kepala namun sudah taraf naik pitam.

Benarkah? Dilansir di detik.com 7 orang remaja di Tangerang tega memperkosa temannya sendiri. Belum lagi aksi pencurian yang dilakukan oleh remaja, hingga aksi tawuran yang dilakukan oleh remaja di bantul. (https://news.detik.com/berita/d-5052797/remaja-diperkosa-7-orang-di-tangerang-kpai-perhatikan-gerak-gerik-anak)

Protret remaja muslim saat ini begitu suram dan kelam. Tidak ada lagi yang berpandangan bahwa remaja adalah generasi perubahan yang bisa membangkitkan. Karena mereka selalu disibukkan dengan kemaksiatan yang menjerumuskan.

Gaya hidup yang serba materialistik serta hedonisme menguasai jati diri remaja di sistem yang memang sudah rusak saat ini. Tontonan penuh kemaksiatan yang begitu mudah terakses. Dan lingkungan pun membenarkan apa yang mereka lihat. Belum lagi sekolah yamg hanya memberi mereka tekanan yang berat.

Apalagi sosok yang remaja muslim jadikan panutan, berkiblat pada boyband and girlband kenamaan korea ataupun barat. Serta aktris atau aktor yang kehidupannya penuh dengan drama. Setiap hari itu yang dikonsumsi oleh remaja muslim.

Padahal, remaja adalah agen perubahan yang sangat dahsyat. Bila mereka mau untuk merubah. Sayangnya, hidup di sistem pemuja cinta, materi dan kesenangan saat ini menjadikan remaja sibuk berkubang pada kemudharatan.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita hanya menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan dan selalu berkiblat padanya. Mengagumi sosok pahlawan yang begitu berjasa hingga kita kini menjadi seorang muslim. Bukan idola yang mengumbar kemaksiatan di televisi.

Ingatlah, akan sebuah hadist yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah”

Apa itu shabwah? Yaitu pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan. Begitulah seharusnya remaja muslim bertingkah laku dan berfikir. Bahwa kehidupan dia selalu terikat dengan hukum Allah. Tidak menuruti hawa nafsu yang menyesatkannya.

Ingatlah bahwa Allah tidak akan mempertanyakan mengapa remaja muslim memiliki rasa cinta? Namun, Allah akan mempertanyakan jika kamu memiliki cinta itu bagaimana kamu menyalurkannya? Dengan menuruti hawa nafsu dan bucin tidak berfaedah. Atau menahan pandangan dan fokus pada memperbanyak amal kebaikan. Dan ini adalah pilihan yang akan Allah minta pertanggungjawabannya.

Bangkitah remaja muslim! Sudah saatnya kalian membuat perubahan untuk peradaban yang cemerlang dengan menerapkan Islam Kaffah. (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Bucin? Big No ! Saatnya Remaja Menjadi Shabwah"