Challenge itu Wani Ngaji, Bukan Main Lathi
Oleh: Nila Indarwati (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)
#LathiChallenge mendadak viral dalam beberapa hari terakhir. Adalah Jharna Bhagwani, seorang influencer berusia 17 tahun yang juga dikenal sebagai MUA remaja dengan kemampuannya menggambar. Remaja keturunan Indonesia-India ini melalui akun instagramnya menggagas #LathiChallenge. Dalam postingan pada tanggal 18 Mei 2020 tersebut, dia mengajak warganet untuk berpartisipasi dengan challenge tersebut. Dengan dilatarbelakangi lagu Lathi dari grup musik elektronik Weird Genius yang terdiri dari dua YouTuber dan seorang DJ.
Challenge semacam ini bukanlah yang pertama kali ada. Setelah viral di jagat maya, sontak membuat netizen berlomba-lomba untuk turut serta mengikutinya. Beginilah kehidupan era digital, membuat apa-apa yang viral menjadi sesuatu yang wajib dan seolah sayang, jika ditinggalkan begitu saja.
Tapi, yang harus menjadi catatan bagi kita adalah bahwa apa-apa yang viral ini belum tentu benar. Parahnya, mau dari kita, justru mengikuti tanpa mau memahami kebenaran apa yang diikutinya. Waduh... Tanpa panduan kebenaran, bukankah justru akan menyesatkan? Duh, jadi sedih melihatnya. Hiks hiks...
Terlebih, hal semacam ini juga menimpa generasi Muslim. Bikin hati makin sedih. Begitu miris hati ini, generasi usia produktif tak memiliki pedoman kuat. Dan justru terpantik mengikuti sesuatu yang ternyata jauh dari tuntunan Rasulullah sebagai teladan. Sesuatu yang viral dianggap benar karena banyak yang menjalankan. Menjadi sesuatu yang normal. Dan menjadi hal yang tidak normal jika tak turut serta di dalamnya.
Hm... Sebagai remaja muslim, seharusnya itu kita menjadi generasi yang berbeda, generasi yang tidak latah. Generasi yang terlahir yang harusnya menjadikan diri kita bangga terhadap Islam yang mereka emban. Remaja muslim itu seharusnya menjadi pelopor perubahan dengan wani ngaji Islam, bukan justru ikut dalam challenge-challenge unfaedah. Agar kelak juga dapat berhujah di hadapan Allah SWT, untuk apa usia muda kita dihabiskan. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Challenge itu Wani Ngaji, Bukan Main Lathi"