Challenge Lathi Atau Challenge Latah?
Oleh: Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom
Lagu ‘Lathi’ yang dinyanyikan oleh Weird Genius ft Sara Fajira telah dirilis pada pada 27 Februari 2020. Bercerita tentang seorang wanita yang terjebak dalam lingkaran percintaan yang cukup pedih atau bisa disebut toxic relationship. Namun menurut sebagian orang lagu ini mempunyai daya mistis, sehingga para ulama dari Malaysia juga bersuara dan mengatakan bahwa lagu ini haram.
Nah…Jagad sosmed kembali dihebohkan dengan sebuah challenge yang dimana jika dilihat sebenarnya bagus namun akhirnya cenderung kepada sesuatu yang mengerikan. Ketika seorang wanita berdandan ala Barbie biar dipuji kecantikannya kini malah berbalik dengan dandan ala makhluk halus yang sebenarnya mereka sendiri pun belum pernah melihatnya. Anehnya, ini menjadi sesuatu yang kemudian trending dan di ikuti baik wanita dan laki-laki bahkan sampai anak-anak juga mengikutinya.
Pada dasarnya semua wanita ingin dikatakan cantik, siapapun itu. Bahkan mereka tak segan merogoh kocek lebih dalam agar bisa tampil cantik, menawan dan sexy. Meski harus menanggung derita yang luar biasa mereka sanggup melakukan itu demi dikatakan cantik. Lantas, sungguh ironis ketika setiap perempuan di dunia ini punya standar kecantikan yang berbeda tiba-tiba muncul sebuah challenge yang menyerupai iblis. Biasa mereka akan menampakkan bagaimana cantiknya bak bidadari dari khayangan meski mereka sendiri belum tau seperti apa wujudnya.
Challenge yang berdurasi 1 menit ini cukup menyita perhatian banyak orang karena mampu mengubah penampilan secantik apapun menjadi sejelek apapun. Bakat yang luar biasa memang, tapi apa maksud dari semua challenge itu? Benarkah bukan karena latah? Kebiasaan kita mengikuti yang tidak benar, karena yang benar tergolong tidak biasa dilakukan. Disini kita melihat betapa miskinnya ilmu yang di punya oleh para generasi saat ini. Menjadi generasi pembebek yang latah mengikuti gaya siapapun agar terlihat keren dan beken. Benarkah seperti itu???
Cantik itu adalah fitrahnya seorang wanita dengan segala keindahannya sehingga diibaratkan seperti perhiasan dunia, namun harus digaris bawahi yang dimaksud disini adalah wanita soleha. Berbeda dengan challenge ini, dimana yang mengikutinya adalah sebagian muslim dan wanita yang sudah menggunakan hijab. Disini letak marwah dan martabat seorang wanita hancur dalam pandangan kafir, mengapa? Mereka akan dengan mudah menciptakan banyak aplikasi lainnya untuk menjerat wanita muslimah tentunya. Dan ini yang mengakibatkan bahwa betapa lemahnya Islam dan miskinnya ilmu para generasi pembebek yang ikut latah.
Mungkin sebelumnya ada challenge lainnya yang banyak diikuti lagi, bukankah disini harusnya kita sebagai muslim harus berfikir dengan cerdas. Challenge ini andai digunakan hanya untuk memotivasi seseorang agar lebih dekat kepada Allah menjalankan perintahnya untuk dakwah Islam mungkin akan lebih baik, namun sedikit sekali yang menyadari hal ini. Yang ada hanya menampakkan kebodohan kita sebagai muslim.
Jika harus meniru mengapa tidak belajar dengan yang baik, mengapa harus sesuatu yang bersebrangan dengan Islam. Islam sendiri melarang para muslimah untuk bertabaruj kecuali untuk orang yang telah halal untuknya. Ini dilakukan untuk menjaga sang muslimah dari lelaki asing, agar tidak diganggu dan menjaga kehormatannya. Islam itu sangat berbeda yang meletakkan wanita disisi yang paling mulia, tidak pernah ada peradaban lain yang seagung Islam yang sangat baik menjaga kehormatan muslimah.
Mungkin ada banyak orang bertanya apa salahnya kita menggunakan aplikasi ini? Tidak salah karna itu adalah kecerdasan seorang manusia, hanya salah penempatannya saja, andai digunakan untuk sesuatu hal yang baik mungkin juga mempunyai pengaruh yang luar biasa. Misal untuk dakwah atau bisnis, maka harus cerdas dan bijaksana dalam menggunakan aplikasi ini. Jangan hanya mengikuti tren hingga kita lupa agama kita mengajari apa? Mengikuti sesuatu yang nantinya akan cepat mendapatkan viewer atau like yang kemudian kita tiba-tiba dikenal. Tidak seperti itu ya…
Allah berfirman dalam yang artinya :
“Pada hari (ketika)lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (TQS. An-Nuur : 24)
Artinya apa, setiap apayang kita lakukan di dunia semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah, karena itu baiknya kita menggunakan sosmed dengan bijak, aplikasi dengan baik bukan untuk ketenaran diri kita namun agar bermanfaat bagi orang lain. Memberi pengaruh dan di ikuti menjadi contoh terbaik bukan sebaliknya. Nah… cukup akhiri aja deh aplikasi yang kira-kira nanti akan membawa mudharat kepada kita. Kan gak lucu kalo nanti Allah Tanya.
“Hai fulan buat apa umurmu kau gunakan, hartamu dan semua waktumu?”
“Main Tiktok Ya Allah biar dikenal di dunia”
Hadeh…pengen terkenal di dunia lupa akhirat akhirnya dicelupkan ke neraka jahanam, ngeri deh…perlu di ingat bahwa kita punya waktu yang terbatas di dunia ini, maka gunakan semua waktu itu sebaik mungkin dan berbuat baik sebanyak mungkin.. agar bisa menjadi penolong kita kelak, menjadi amalan yang terus berinvestasi hingga ke akhirat. Hidup dunia ini, Cuma kurang lebih 2 menit jangan kemudian kita sia-siakan dengan perkiraan umur Cuma 60 tahun. Nah tinggal berapa tahun lagi jatah hidup kita kalo gitu ya? Tapi di neraka bisa ribuan tahun, jadi jangan sok-sok’an deh bercita-cita pengen jadi manusia abadi di neraka jahanam. Haduh…bukan gosong lagi meleleh kayak lilin tau, Mau coba…silahkan deh…
Wallahu’alam. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Challenge Lathi Atau Challenge Latah?"