Daring, Bikin Boring?
Oleh: Wahyuni Eka Saputri
Sudah berbulan-bulan lamanya pemertintah mengedarkan surat tentang keputusan pembelajaran #dirumahsaja via media sosial. Bukan tanpa sebab, penyebaran covid-19 yang sudah banyak memakan banyak jiwa bahkan menjadi momok yang menyeramkan ditengah masyarakat. Semua tatanan kehidupan telah berubah. Yang semua tidak bisa untuk berdiam diri dirumah, kali ini harus memaksakan diri untuk berdiam diri demi pemutusan mata rantai virus covid-19. Bahkan banyak jalan pedesaan menutup akses keluar masuk. Ini semua dilakukan pemerintah desa setempat untuk melindungi warganya daru virus ini. Tak jarang, mereka menolak para pemudik atau bahkan rela mengeluarkan biaya lebih untuk membeli APD yang nantinya dipakai oleh para relawan covid didesa masing-masing.
Jadwal patroli tertata rapih. Namun, apakah ini cukup untuk memutus penyebaran virus? Sebagian tidak berhasil. Karna apa? Meskipun mereka menutup akses, ada beberapa orang yang terpaksa keluar demi mencari sesuap nasi. Pasar yang merupakan tempat bertemunya banyak orang disinyalir bisa menjadi klaster penyebaran covid. Jika saja masyarakat tidak mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Melakukan social distancing, menggunakan masker selalu, disediakanya tempat cuci tangan disetiap sudut. Melakulan pemnyenprotan dengan desinfektan setiap minggu. Menbentuk relawan peduli covid yang rela keluar demi masyarakat yang lain. Berbagai ikhtiar sudah dilakukan. Tinggal bagaimana hasilnya itu wilayah Allah.
Balik lagi ke awal. Tentang daring. Bikin bosen kah? Disini penulis memaparkan dari beberapa sample universitas yang ada di Kalimantan, Wonogiri dan Kebumen. Tentang pro kontra adanya daring ini. Banyak sekali sisi negatif dan positifnya. Mungkin karena ini adalah pertama kalinya di Indonesia seluruh pembelajaran dilakukan via sosmed.
Mungkin untuk sekelas SMP, SMA dan Mahasiswa itu bukan hal yang sulit, sebab mereka terbiasa mengerjakan soal via gadget nya. Lalu, bagaimana denga sisiwa SD yang notabenenya masih sangat membutuhkan bimbingan secara intensif dari seorang guru? Disini peran orang tua sangat diutamakan. Apa itu cukup? Tunggu, bagaimana jika tidak mempunyai gadget? Ya Kareem, bagaimana mereka menyeselaikan tugas?
Berikut ini mungkin suara dari teman-teman yang mungkin sedikit banyak mewakili isi hati kita.
Berkaitan dengan pendidikan via daring, ada banyak sisi positif dan negatifnya memang. Apa saja itu? Berikut adalah paparannya :
a) Boros kuota. Tentu saja, semua mapel yang dikerjakan dikirim via sosmed. Belum lagi mereka harus melakukan vc atau meeting dengan aplikasi zoom. Iya cocok bagi mereka yang mempunyai uang lebih. Bagaimana dengan mereka yang tidak seperti itu? Tentu ini akan menjadi beban bagi siswa dan orang tua. Mereka harus kerja lebih giat ditengah masa pandemi. Iya jika mendapat pekerjaan, jika tidak? Ini semua dapat memunculkan ketimpangan sosial. Dimana keluarga berada mungkin akan merasa baik-baik saja. Berbeda dengan mereka yang tidak mampu.
b) Sakit mata. Tidak baik jika mata terus menerus menatap layar ponsel atau monitor. Solusinya memakai kacamata antiradiasi. Kalo ga mampu beli gimana? Yaudah, kita siasati dengan mengonsumsi makanan bervitamin A dan mengatur lamanya mata menatap monitor.
c) Tidak efektif untuk sekolah jenjang SD, SMP & SMA sederajat. Sebab apa? Ketiga jenjang tersebut, seharusnya siswa mendapat bimbingan secara langsung. Guru full time mendampingi siswa dalam berbagai mata pelajaran. Meskipun, saat ini mungkin SMP & SMA sudah terbiasa mengirim tugas via andorid.
d) Para siswa menjadi pribadi yang tidak gaptek alias gagap tekhnologi. Hal ini dikarenakan, mereka harus berusaha untuk bisa menemukan penyelesaian tugas disetiap mapel.
e) Lebih bisa membangun komunikasi dengan keluarga dirumah. Berkumpul dengan waktu yang tidak dibatasi. Menambah kebersamaan dengan anghota keluarga lainya. Anak juga bisa lebih punya banyak peluang waktu untuk membantu orang tua.
Dari semua ulasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa apa-apa yang terjadi dimuka bumi ini ada manfaat dan mudharatnya. Tidaklah sia-sia apa yang telah Allah ciptakan, buktinya masih ada sisi baik dari adanya pandemi saat ini. Seperti yang sudah tersurat secara jelas pada Qur’an Surah Ali Imran ayat 191. Yang berbunyi
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Semoga, kita senantiasa menjadi seorang hambaNya yang pandai mengambil hikmah dan senantiasa berhusnudzon terhadap ketentuan Allah.Wallahu alam..(reper/rmn)


Posting Komentar untuk "Daring, Bikin Boring?"