Hijabin Hati
Oleh: Ily Uswanas (The Voice Of Muslimah Papua Barat)
Sering kita mendengar “Hijabnya nanti aja dulu yang penting sekarang hijabin hati dulu” atau “Aku belum siap berhijab karena kelakuanku masih begini dan begitu”. Dan lain sebagainya..
Biasanya hal ini bisa terjadi karena mereka melihat fakta bahwa banyak yang sudah berhijab namun tidak menunjukan perilaku yang baik, sehingga menjadi pembelaan untuk orang lain yang belum berhijab karena menganggap bahwa yang berhijab belum tentu lebih baik perilakunya dibanding yang belum berhijab.
Teman-teman remaja perubahan yang di Rahmati Allah.. Berhijab adalah implementasi ketaatan kita kepada Allah, sebagai wujud pengakuan kita sebagai hamba, Ciptaan dari sang maha pencipta yang bukan sekedar menciptakan tetapi juga mengatur kehidupan manusia.
Mari kita buktikan sama-sama bagaimana Allah itu bukan hanya menciptakan manusia, Alam Semesta dan Kehidupan tetapi juga mengatur segala sesuatunya. Karena untuk meyakini sesuatu biasanya sesorang harus memiliki bukti yang kemudian menjadikan bukti tersebut sebagai alasan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Maka untuk melaksanakan aturan Allah yaitu berhijab kita perlu membuktikan terlebih dahulu apa benar Allah adalah sang pengatur Manusia, Alam Semesta dan kehidupan.
/Bukti yang pertama yang akan saya bahas adalah tempat tinggal kita saat ini yaitu Bumi/
Ukurannya sangat sempurna. Ukuran Bumi dan gaya gravitasi bersesuaian menjaga suatu lapisan yang tipis yang banyak mengandung gas nitrogen dan oksigen, yang hanya berjarak sekitar 50 mil di atas permukaan Bumi. Jika Bumi lebih kecil, maka atmosfer tidak akan terbentuk, seperti planet Merkurius. Jika Bumi lebih besar maka atmosfernya akan mengandung hydrogen bebas seperti Yupiter.
Bumi adalah satu-satunya planet yang dikenal yang diselimuti oleh suatu atmosfer yang terdiri dari campuran gas untuk menunjang kehidupan tumbuhan, binatang dan manusia.
Kedudukan Bumi berada pada jarak yang sesuai dari matahari yang suhunya berubah-ubah antara -30 derajat sampai +120 derajat. Jika jarak bumi jauh dari matahari, kita semua akan membeku. Jika jaraknya lebih dekat maka kita akan terbakar. Bahkan mungkin tidak akan ada kehidupan di atas bumi jika pada posisi Bumi dan matahari hanya berbeda tipis.
Bumi berada pada kedudukan yang tepat dari matahari ketika berotasi mengelilingi matahari pada kecepatan hampir 67.000 mph. Bumi juga berputar pada porosnya dan membuat seluruh permukaannya menjadi panas dan dingin setiap hari.
Kemudian, ada juga satelit bumi. Yaitu bulan, yang juga memiliki jarak dan ukuran yang tepat dari bumi untuk tarikan gravitasinya. Bulan menciptakan pergerakan dan pasang surut air laut sehingga air laut tidak berhenti, tetapi akan mengalir diantara benua-benua.
Maka Ketepatan posisi, Ukuran dan kandungan-kandunganya yang terdapat pada bumi, matahari, bulan dan tata surya lainnya bisa menjadi bukti bahwa Allah tidak hanya menciptakan alam semesta tetapi juga mengaturnya sehingga bisa sedemikian teratur dan berjalan dengan seimbang.
/Bukti kedua, yang mau saya tunjukan adalah Jantung/
Jika kita pelajari pada pelajaran biologi yaitu sistem cardiovaskuler Ada empat ruang jantung yang terlibat dalam kerja jantung untuk memompa darah dari dan ke seluruh tubuh. Empat ruangan jantung tersebut adalah atrium (serambi jantung) kanan dan kiri di bagian atas jantung, dan ventrikel (bilik jantung) kanan dan kiri di bagian bawah jantung.
Serambi kanan jantung akan menerima darah kotor atau yang sedikit mengandung oksigen (karena berikatan dengan karbon dioksida) dari tubuh, kemudian darah kotor ini dialirkan ke bilik kanan. Lalu oleh bilik kanan, darah kotor akan dipompa menuju paru-paru untuk proses pertukaran karbon dioksida dengan oksigen.
Setelah terjadi pertukaran tersebut, darah yang sudah dipenuhi oksigen akan dipompa masuk ke serambi kiri, kemudian lanjut ke bilik kiri jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah besar (aorta).
Keempat ruang jantung ini dipisahkan oleh sekat jantung, dan dilengkapi oleh empat katup. Fungsi katup jantung dalam membantu kerja jantung adalah mengatur arah aliran darah, sehingga darah tidak mengalir kembali ke ruang sebelumnya.
Kerja jantung ini membuktikan pada kita bahwa, ada yang mengaturnya. Bagaimana mungkin jantung bisa bekerja dengan pola yang sama dan tersistematis bertahun-tahun selama hidup manusia? Apa hanya kebetulan ? Bahkan kita sebagai yang katanya sebagai pemilik jantung sementara inipun tak bisa menghentikan kerjanya atau bahkan hanya sekedar mengistirahatkannya sebentar saja.
Hanya Allah sang pencipta yang bisa mengaturnya kapan Jantung harus bekerja dan kapan harus berhenti.
Dari bukti-bukti diatas maka telah kita membuktikan bahwa Allah bukan hanya menciptakan manusia tetapi juga mengatur manusia. Maka ketika manusia itu dicipatakan, Allah juga memberikan aturan kepadanya untuk menjalani kehidupannya. Bahkan tidak hanya aturan tetapi juga Allah mengutus Nabi untuk mencontohkan setiap aturan-aturan tersebut.
“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Alquran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah” (TQS Ar-Ra'du [13]: 37)
“Tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk ditaati dengan izin Allah”
(TQS An-Nisa [4]:64)
Oleh karena itu kita sebagai manusia yang telah meyatakan diri sebagai seorang hamba dan sebagai ciptaan yang telah meyakini bahwa Allah tidak hanya menciptakan kita tetapi juga mengatur kehidupan kita, maka sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberi kesempatan untuk merasakan nikmat-nikmat didunia ini yaitu dengan menjalankan setiap aturan dan kewajiban-kewajiban kita.
Salah satunya dengan berhijab sesuai dengan Firman Allah SWT:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (Q.S An-Nur: 31)
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Al-Ahzab: 59)
Teman-teman Remaja Perubahan yang di Rahmati Allah..
Para shalihah semuanya, kalian harus tahu. Bahwa berhijab itu bukan menunggu baik atau menghijabi hati terlebih dulu, tetapi segera laksanakan perintahNya. Jangan ditunda-tunda, nanti keburu ajal datang menjemput. Baru menyesal kita nantinya. Terlebih, untuk menjadi baik itu dengan menjalankan aturanNya dan menjauhi laranganNya.
So, Selamat berproses ya shalihah semuanya. Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah-langkah kita dalam ketaatan kepada Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Hijabin Hati"