Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Salah Memilih Idola


Oleh: Bandibunny

Kita sempat dihebohkan dengan adanya  berita penangkapan seorang aktor Dwi Sasono, dengan sandungan kasusu kepemilikan ganja seberat 16 gram, kehebohan itu bukan karena banyaknya ganja yang ia miliki, tetapi lebih karena Dia  adalah seorang aktor sekaligus public figur, dimana setiap tingah lakunya akan menjadi role model atau panutan yang akan menjadi contoh bagi masyarakat terutama milenial.

Menyikapi hal itu kita sebagai seorang muslim merasa risih dan prihantin dengan kasus pemberitaan tersebut, bagaimana tidak sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim tentu ini akan menjadi contoh prilaku yang menghawatirkan bagi generasi-generasi islam yang ada, selain berakibat pada gaya hidup yang kurang baik hal ini juga pemicu terjadinya krisis jati diri dan keteladanan.

Dalam hukum islam ganja dengan sifatnya yang memabukan termasuk kategori barang yang diharamkan, sama halnya seperti khamar atau sejenis minuman memabukan yang berakibat hilangnya kesadaran, karena efek ini jualah banyak orang yang mengkonsumsinya dengan tujuan menambah stamina bekerja atau sekedar penghilang penat dari beban pikiran yang mencekam.

Kelompok pertama yang berada dalam kondisi semacam ini dialami oleh kebanyakan mereka yang menggeluti propesi sebagai entertainment yang condong kepada pemaknaan hidup hedonis, dimana tujuan hidup hanya semata mencari kebahagiaan dunia, kelompok kedua adalah mereka yang mengalami tekanan hidup dengan beban pikiran mencekam, meskipun dilihat dari segi finansial kelompok ini memprihatinkan.

Dari dua kelompok yang menjadikan barang haram ini sebagai jalan alternatif dan pelarian, pada intinya mereka berada dalam pola pikir dengan kondisi yang sama, yaitu sama-sama mengalami kekosongan ruh agama, kekosongan  inilah yang menghilangkan arti makna hidup yang sebenarnya bahwa hidup ini tidak hanya kini dan disini, tetapi kini dan disana (akhirat).

Fungsi dari pada syariat islam selain sebagai penjaga agama, juga adalah penjaga akal sehat dimana seharusnya dengan akal inilah seseorang dapat membedakan baik dan buruk, halal dan haram, dosa dan pahala, karena akalpulalah seharusnya seseorang juga mengetahui tujuan dari hidup yang sebenarnya, bahwa kehidupan kita hanya untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla.

Semakin maraknya pengunaan ganja atau zat adiktif yang semisal dan minuman keras sejenisnya, adalah akibat dari sistem ekonomi kapitalis yang menjadi acuan berbisnis, sudah tentu dalam sistem semacam ini kepemilikan modal terbesarlah yang dapat menancapkan cakar pengaruh kekuasaan dan kebijakannya, dengan menapikan hukum islam sebagai kolerasi halam dan haram.

Maka menjadi kesadaran tersendiri seharusnya ketika semakin maraknya kasus penggunaan ganja, solusi terbaiknya adalah menjadikan kembali sayariah islam sebagai tatanan kehidupan, mulai dari diri sendiri, keluarga hingga negara. Lalu menjadikan Rasulullah dan para sahabatnya sebagai role model cerminan diri dan keteladanan.

Hal ini bukan tanpa dasar alasan tapi karena Al-Quran sebagai petunjuk mengutarakan demikian, bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok Uswatun Hasanah teladan yang baik yang mesti menjadi contoh dan panutan, pemilik gelar Al-Amin amanah, jujur seta sosok laki-laki yang sangat dipercaya, pemilik sipat Akhlakul Karimah pembawa kedamaian islam yang rahmatan lil alamin bagi semesta.

Selain itu kita pun diperintahkan untuk meneladani Sahabat Nabi setelah kepergiannya, yang Allah sipati mereka sebagai Khairu Ummah generasi umat terbaik, pemangku kepemimpinan  islam setelah berpulangnya kenabian dengan gelar Khalifah sebagai kaki tangan pemakmur bumi, maka menjadi jelas dalam ingatan sejarah kita bagaimana islam dengan sistem kepemimpinanya menjadi peradaban penuh kejayaan, kegemilangan dan kemakmuran.

Semoga dengan melihat dan mengingat itu semua tidak menjadikan kita salah dalam memilih seorang idola, karena setipa kita akan dibangkitakan dengan orang yang diidolakannya, maka siapapun yang ingin dibangkitkan bersama Nabi dan Para Sahabatnya lalu minum  air di atas telaganya, maka sudah semestinya  menjadikan jalan hidup dan kecintaan kita sama dengan mereka. Wallahu 'alam
Depok.030620. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jangan Salah Memilih Idola"