Jauh Panggang Dari Api, Sistem Politik Negeri Ini
Oleh: Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengurai, sistem politik bahkan ekonomi yang terjadi saat ini tidak berbanding lurus dengan pancasila dan amanat konstitusi itu sendiri. Hal ini merupakan dampak dari krisis kebangsaan yang dialami oleh bangsa Indonesia dan harus dihadapi serta dilalui.
“Sistem politik Indonesia yang ada sekarang yang mengamalkan elemen doktrin paling liberal dari demokrasi liberal. Kalau disimpulkan dangan sila keempat Pancasila, jauh panggang dari pada api” tuturnya (KontenIslam.com)
Suara para tokoh yang mulai gerah melihat negeri ini yang berteriak sangat pancasilais namun kenyataannya malah berbalik. Diskusi yang dilakukan baru-baru ini menuai pro kontra, dimana dikatakan bahwa ingin menggulingkan presiden. Padahal ini tidaklah benar, hanya sebuah diskusi bagaimana mungkin bisa menggulingkan seorang presiden sungguh tak masuk akal. Bukankah diskusi ini dilakukan karena para intelektual ini harus bersuara ditengah bagaimana penguasa menutup mata dan telinganya dari teriakan rakyat negeri ini. Ini bentuk kepedulian mereka kepada rakyat atau mewakili suara rakyat.
Pelurusan Kiblat bangsa yang diyakini harusnya berpijak pada satu landasan yaitu pancasila merasa telah dicemari. Hal ini dilihat dari banyaknya kejadian yang dialami negeri ini, terutama kepada mereka yang ingin mengungkapkan kebenaran, namun dibungkam. Rasanya berbeda kepada mereka yang selalu melecehkan pancasila ini, mereka terus berkeliaran bebas diluar sana. Apa yang salah dari negeri ini?
Pancasila sendiri yang diyakini sebagai dasar negara ternyata tak mampu menopang negeri ini dilihat dari berbagai pendapat. Seolah negeri ini hampir berada dititik kehancurannya, hingga orangmulai menyangsikan benarkah pancasila itu ada? Seperti diskusi yang terjadi di ILC yang membahas tentang pancasila namun tak juga menemukan jawabannya, sehingga membuat bingung para penontonnya.
Demokrasi yang menjamin kebebasannya dinegeri ini malah dicekal, bahkan mereka menjadi korban. Suara kebenaran itu dibungkam dengan istilah ingin makar, betapa cacatnya demokrasi yang ada dinegeri ini tidak sama seperti tempat asalnya berada. Setidaknya ditempat asalnya berada demokrasi memberikan kebebasan yang seperti yang digaaungkannya. Entah apa yang sebenarnya diadopsi oleh negeri ini demokrasikah atau ide lainnya?
Tidak ada kebebasan dalam demokrasi berbeda dengan Islam yang mau menerima nasehat dan kritikan untuk kebaikan, karena demokrasi adalah suara rakyat lebih hebat dari pada tuhan sang pencipta. Yang katanya dari rakyat untuk rakyat ternyata hanya OMDO, buktinya suara jeritan rakyat sama sekali tak pernah didengarnya. Karena itu demokrasi tak pantas menjadi ide bagi negeri ini yang mencampakkan keberadaan sang khalik sebagai pencipta.
Islam sebagai sebuah landasan berfikir yang murni datang dari Allah, dimana Islam bukan hanya sebuah agama namun seperangkat aturan yang dibawa oleh Rasulullah. Islam sudah membuktikan selama 13 abad lamanya bagaimana menopang negara dengan mabda yang benar. Karena sistem yang digunakan begitu kuat berpedoman al-qur’an dan sunnah yang dijadikan sebagai dasar negara dan undang-undangnya.
Ini sudah di contoh oleh para sahabat dan khalifah terdahulu. Maka sudah seharusnya kita kembali kepada Islam kaffah yang sudah terjamin dan tidak akan membingungkan umat seperti saat ini. Islam yang pernah Berjaya tidak bisa dinafikan meski ditutup mata, sejarah sudah membuktikannya 2/3 telah dikuasainya. Mengapa harus ragu lagi dan mengapa tak mau mengambil yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah? (reper/az)


Posting Komentar untuk "Jauh Panggang Dari Api, Sistem Politik Negeri Ini"