Ketika Masyarakat Mulai Mengabaikan Protokol Kesehatan
Oleh: Qonita Husna Zahida (Siswi SMPIT Al-Amri)
Sejak PSBB dihentikan menuju New Normal, masyarakat mulai tak menghiraukan protokol kesehatan untuk menghindari virus covid-19. Terlebih, saat mereka harus berbelanja di pasar, masih banyak dijumpai masyarakat yang tak menggunakan masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Padahal, pasar adalah salah satu tempat kerumunan yang paling rawan atas penyebaran virus covid-19. Potensi penyebaran di pasar pun cukup tinggi.
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengemukakan, saat ini sudah ada 529 kasus positif covid-19 terjadi di pasar. 29 orang diantaranya meninggal dunia. Situasi ini sangat merugikan bagi para pedagang, sebab tingginya kasus covid-19 di pasar saat ini telah berdampak pada sepinya pembeli dan berkurangnya omzet dagangan mereka. Kini, masyarakat menjadi takut untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokoknya di pasar.
Meski beberapa pasar telah menerapkan protokol kesehatan, Seperti halnya yang terjadi di pasar Kebayoran Lama. Tak jauh dari lokasi pasar, sejumlah satpol PP, TNI, serta Polri melakukan operasi bagi pengendara yang tidak menggunakan masker. Sejumlah 29 orang terkena sanksi sosial dan denda sebesar Rp. 25.000,-. 25 orang diantaranya mendapat sanksi sosial memungut sampah. Sebab mereka hanya membawa masker tanpa menggunakannya. Sedangkan 4 orang lainnya didenda karena tidak memakai serta membawa masker. Begitu juga di pasar-pasar lain, mobil maupun sepeda motor yang akan masuk ke dalam wilayah pasar tersebut wajib menggunakan masker. Kemudian, akan dicek suhu badan sebelum memasuki area pasar, menggunakan sanitizer, dan protokol kesehatan lainnya Namun, beberapa pasar di wilayah lain, malah berbuat sebaliknya. Para pedagang serta pengunjung dipasar tersebut mengusir para petugas kesehatan yang akan melakukan pemeriksaan covid-19 melalui rapid test. Hal ini dikarenakan atas kurangnya edukasi para pedagang serta pengunjung atas pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari termasuk di pasar.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra menghimbau pada masyarakat, bahwa penanganan yang dilakukan di pasar berbeda dengan tempat-tempat lainnya dalam mencegah virus covid-19. Ia mengatakan, pasar memiliki karakter yang sangat berbeda dalam memastikan penerapan protokol kesehatan. Sebab, aktivitas yang dilakukan para pedagang serta pengunjung yang berada di pasar, tak hanya melibatkan antara manusia dan manusia, melainkan juga melibatkan barang dan uang. Para pengunjung yang mendatangi pasar pun tak dapat terdata.
Disaat klaster penyebaran covid-19 di kawasan pasar masih belum tertangani dengan baik, mal mal yang berada di ibu kota telah terjadwal akan kembali dibuka pada tanggal 15 Juni kemarin. Apakah nantinya mal juga akan menjadi tempat klaster penyebaran covid-19 seperti halnya dipasar? Ini menjadi bukti atas kurang tegasnya pemerintah dalam mengontrol serta menerapkan protokol kesehatan di wilayah masyarakatnya. Sehingga tak dapat dipungkiri, data pasien yang terdampak covid-19 kian meningkat setiap harinya.
Beberapa solusi yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW disaat menghadapai pandemi, patut kita teladani. Seperti tidak keluar masuk tempat yag terdampak wabah serta menjaga kebersihan. Selain itu, kita pun dianjurkan untuk selalu mengamalkan sikap bersabar, tawakkal dan berdoa. Untuk saat ini, mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pun penting. Hal ini, agar penyebaran covid-19 semakin berkurang dan wabah covid-19 segera berakhir. (reper/zia)


Posting Komentar untuk "Ketika Masyarakat Mulai Mengabaikan Protokol Kesehatan"